Misteri Gunung Lawu

lawu221Ini adalah kisah petualanganku setelah Badai Di Puncak Merbabu . Kali ini kami melakukan pendakian di gunung lawu yang memiliki ketinggian 3.265 m dpl. Kami mulai perjalanan kami dari pos cemoro sewu, di sini banyak terlihat para pedagang. Pagi buta kami mulai perjalanan ini, kami memang sengaja memulainya pada pagi hari karena selain lebih aman kami juga bisa leluasa menikmati pemandangan alam yang sangat indah. Banyak para pendaki yang memulai perjalanan pada malam hari, mungkin mereka takut kena panas.

Di sepanjang jalan kami melihat banyak pohon-pohon yang berjajar, kabut tipis yang menyelubungi pemandangan kami membawa sejuta kebahagiaan tersendiri. Melihat pohon yang gelap kehijauan, atau hijau pekat di kanan kiri kami. Kami juga berpapasan dengan penduduk yang membawa rumput yang di taruh diatas kepala mereka. Jalannya cepat sekali. Sepertinya mereka sudah terbiasa naik turun gunung, tak ada rona kelelahan pada wajah mereka padahal sudah tua. Kami juga lihat orang tua aneh berjalan tertatih-tatih sambil membawa tongkat, entah apa yang dilakukan disini, anehnya juga sudah setua itu masih mampu kesini.

Udara hari ini rasanya cerah sekali, aku benar-benar menikmatinya, meskipun punggung ini terasa sangat capek karena beban yang aku bawa, padahal kakakku udah membantuku membawa sebagian bekalku. Kami memang melalukan pendakian tidak seperti pendaki lain yang melakukan pendakian persami (pendakian sabtu minggu), karena kalau mendaki seperti itu hanya lelah yang didapat. Kami rencananya akan bermalam disini. Jadi kami bisa benar-benar menikmati alam.

Di perjalanan kami menjumpai ladang berry liar dengan buahnya yang merah-merah menggantung membuat aku jadi kegirangan. Aku senang sekali bisa memanennya, buahnya juga agak besar tidak seperti yang aku jumpai di merbabu, meskipun rasanya asam tapi dagingnya tebal. Aku memetiknya dan langsung memakannya, kakakku juga melakukan hal yang sama. Kami benar-benar menikmatinya. Lumayan bisa menahan rasa lapar. Terik mentari yang menyengat tubuh kami jadi tak terasa seolah hilang karena kami merasa senang.

Pada pos IV kami mendirikan tenda karena hari sudah gelap, rencananya kami akan menginap disini. Kami juga akan beristirahat disini. Malam itu aku sudah amat lelah sekali tapi karena dingin yang begitu menusuk tulang aku jadi nggak bisa tidur, kami padahal kakak sudah suruh aku untuk tidur, saat pukul satu dini hari ketika semua sudah terlelap aku seperti mendengar suara ranting kayu yang terinjak, dan diluar tenda seperti ada bayangan orang yang sedang berlari. Aku bangunkan kakak pelan sekali karena takut ada yang terbangun. Kakak juga melihat bayangan orang yang sedang berlari, kemudian kakak keluar ternyata tidak ada apa-apa. Aku jadi semakin nggak bisa tidur. Saat kami berjalan beriringan juga bayangan kami jadi bertambah, jika kalian mengalami itu biarkan saja tidak usah dihiraukan.

Gunung lawu memang terkenal dengan hal yang mistik dan penuh dengan misteri bahkan disini dipercaya sebagai pusat kegiatan spiritual di tanah jawa. Banyak sekali kita jumpai orang yang sedang bersemedi di sini. Seperti di gunung-gunung yang lain di sini kita juga ada larangan yang tidak boleh kita langgar, tidak boleh berkata-kata kotor dan melakukan perbuatan kotor juga. Dan kalau pantangan itu di langgar tentu akan berakibat fatal bagi pendaki itu. Sebenarnya pantangan ini harus kita terapkan di kehidupan kita sehari-hari, itu akan lebih baik.

Ternyata di gunung lawu ini juga ada pasar setannya lho, pasar ghaib yang hanya orang tertentu saja yang melihatnya. Jika kamu berada di sini dan mendengar suara berbahasa jawa seperti ini “arep tuku opo dik?” yang arinya “mau beli apa dik?” maka kamu harus segera membuang uang terserah berapa jumlahnya yang penting kamu harus buang uang uang kesitu. Lalu petiklah daun yang ada disekitar tempat itu atau rumput juga boleh pokoknya seolah olah kamu berbelanja gitu. Memang nggak masuk akal sih, tapi ini sering terjadi di sini, tentunya tidak semua orang mengalaminya.

Di sini juga banyak tempat-tempat yang dianggap kramat, ada semacam gua-gua untuk para pertapa, ada juga sebuah sumur tua, kalau nggak salah namanya sumur jolo tundo. Ada juga sendang atau danau kecil yang dikeramatkan.

Gunung lawu mempunyai tiga puncak utama yaitu Argo Dalem, Argo Dumilah dan Argo Dumuling. Ketiga puncak itu dimitoskan sebagai tempat yang sakral di tanah jawa ini. Di Argo Dalem di yakini sebagai tempat prabu Bhrawijaya moksa, sedangkan di Argo Dumiling diyakini sebagai tempat Ki Sabdo palon moksa. Dan kami akan menuju puncak Argo Dumilah, disini adalah tempat yang penuh misteri.

Setelah tidur semalam, kami akan melakukan pendakian pada pagi hari, tapi sayangnya hujan turun dengan lebatnya, sangat dingin sekali padahal hari tidak begitu gelap. Jalanan akan semakin menanjak, karena medan di gunung lawu ini memang menanjak tidak seperti di merbabu yang berbukit-bukit. Ada teman kakak yang lucu sekali, karena hari kelihatan terang tapi hujan juga belum berhenti padahal langit juga cerah teman kakak itu sengaja jemur pakaian dalam [CD] di atas tenda, menurut dia biar bersih gitu, dan dia berkata” aduh! Hujannya kok tidak berhenti sih” sambil teriak keras sekali. Kakak jawab juga “ gara-gara kamu tuh jemur CD di atas tenda”, sahut kakak, Terus teman kakak itu ambil CDnya, nah setelah diambil hujan langsung berhenti, kami semua jadi tertawa, aneh memang tapi ini kami alami disini.

Setelah hujan berhenti kami lanjutkan perjalan kami menuju Hargo Dumilah, rasanya hujan yang tadi tidak berbekas, langit memang agak tertup awan. Di perjalanan kami lihat bunga edelweis yang menjuntai dengan riangnya, konon di sini juga ada edelweis yang warna ungu lho, tapi aku tidak melihatnya.

Setelah sekitar 2 jam perjalanan akhirnya kami sampai juga di puncak Argo Dumilah, puncaknya terlihat tertutup awan, indah sekali, kami serasa berdiri di atas awan lho. Kayak di kayangan gitu. Sungguh indah luar biasa, lelah yang kami rasa hilang seketika, berganti dengan perasaan senang tiada tara. Puas sekali rasanya. Dari sini kita juga bisa menyaksikan beberapapa puncak lainnya, dan terlihat seperti pulau yang dibatasi lautan, pokoknya indah sekali. Kita juga bisa melihat tawangmangu dan telaga sarangan dari sini.Ingin rasanya berlama-lama di sini, tapi sayang kami harus segera turun. Sungguh indah sekali ciptaan Tuhanku ini. Gunung Lawu akan tetap menjadi misteri bagi siapa saja.

This entry was posted in Petualangan. Bookmark the permalink.

45 Responses to Misteri Gunung Lawu

  1. rismaka says:

    Assalamualaikum.
    Adikku yang mulia, bolehkah aku mngirim email padamu? (Minta emailmu donk dik)

    Ada sesuatu yg sangat penting berkenaan postingan adik di atas.
    Smoga Allah menyayangimu, dan memberimu ilmu yg bermnfaat.

  2. YUI Loyalist says:

    Katanya gak ada hantunya…. untung aku gak baca tadi malam… ku kan takut hantu, pa lagi akhir2 ini aku nonton film hantu

    btw temenku juga pernah cerita, yang ada pasar hantunya dan jug eldeweis ungu. perasaan di merapi deh, atau di lawu ya? aduh lupa juga sih

  3. redesya says:

    @rismaka
    Alaikumsalam…
    Kakakku yang mulia juga.., hal penting apakah itu? Apa ada yang salah dengan posting aku?

    Thx atas doanya ya..

    @odie
    Thx…

    @YUI Loyalist
    lho, nggak ada kata hantunya kok, ‘ingat mereka ada di mana-mana’, hi hi hi…

    Kalaw takut ya jangan ditonton, nonton anime aja…

    Di setiap gunung kayaknya ada yg namanya pasar setan deh, ada juga yg sebut gerbang setan di merapi. Di lawu sih aku belum lihat edelweis warna ungu.
    Kamu sekali kali cobalah mendaki gunung dan rasakan indahnya dekat dengan alam.

  4. maskoko says:

    Jadi inget waktu masih kul di malang dulu, daki gunung panderman, bromo , semeru, pas di palembang sempet juga melakukan hobi ini dengan mendaki gunung Dempo sampe 2x …seru pengen lagi sih tapi kesibukan yg buat saya ga’ sempet menikmati hobi itu🙂

  5. septarius says:

    wah pengalaman mistis lagi, untung deh gak ada bapak2 tua yang nyuruh turun.
    mampir ke pasar setan ga’?
    indonesia memang indah

    [senyum]🙂

  6. redesya says:

    @maskoko

    wah, pendaki juga ya mas?

    @septarius

    hahaha, iya. Sempet mampir di pasar setan bentar…

  7. dendin says:

    ketemu mak lampir blum…klau blum mampir ya…

  8. JoEy D`JuVe says:

    wekekeke… untung udah turun semedi… jadi ga di cantumkan dalam tulisan ini… malu atuh ketauan nyari wangsit… hihihi…

  9. bayu200687 says:

    haiyyaahh, ternyata rara seorang pencinta alam…
    hmmm…mengenang aroma malam menjelang pagi di pos terakhir sebelum puncak gunung…menanti fajar merekah sambil menikmati secangkir kopi hangat dan semangkuk mie rebus…

  10. redesya says:

    @dedin
    hah.. mak lampir?
    Hiii… takut..
    Kalau ketemu mak mak yang lagi jualan sih iya..

    @JoEy D’JuVe
    hahaha..,cari wangsit apaan?

    @bayu200687
    iya kak, rasanya nikmat sekali ya..

  11. rismaka says:

    Datang lagi… Boleh ya dek.
    Jadi inget temen dulu pernah ktemu macan saat mndaki malam2. Wah ini nih yg paling ditakutkan para pendaki. Bukan setan atau dedemit, tp binatang buas. Klo dedemit siy lewaaaattt….asalkan kita memohon pada Allah Ta’ala, insya Allah, baik dedemit, jin, genderuwo, pasar setan, ataupun pasar dukun juga lenyap.

    Eh btw, tas ransel yg dbawa adek brp kilo? Hayoo jgn2 malah nyusahin yg lain neh buat bawain barang bawaan adek.

    Dulu aq pernah bawa yg 80 liter, isinya (setengah dr isi) tuh air minum. Kebayang ga beratnya? Yah tapi apa blh buat,drpada yg lain kerepotan, terpaksa deeh

  12. achoey says:

    Ah indahnya
    Gunung yang menampakkan kebisuan atas dzikirnya

    Eh coba nilai ini http://cucuharis.wordpress.com/2008/11/20/bunga-cinta-yang-terbenam-fiksi-bag-2/

  13. fisha17 says:

    fotonya kok cuman satu?😀

  14. redesya says:

    @rismaka

    boleh lah, iya kak, aku juga pernah dengar suara macan tapi nggak lihat macannya gitu, saat itu takut banget kak..

    Ya kira-kira 8 kiloan deh, karena dibantu kakakku gitu, so emang nyusahin kakak terus..

    Wah berat sekali dong, pasti punggungnya capek banget ya..
    Tapi setelah sampe puncak capeknya koq jadi hilang ya kak…

    @achoey

    iya, indah tiada tara.
    Dalam kebisuannya menampakkan ketegarannya…

  15. Tigis says:

    sempet terpana pas baca bagian kalo2x ditanyain suara ghaib mau beli apa. Kyknya bakal langsung panik gue kalo ngalamin kyk gitu😀

    btw, banyakin foto2xnya donk:mrgreen:

  16. bayu200687 says:

    ^
    ^
    ^
    kyahahahaha…
    wong cuma suara koq panik…
    klo ditanya, jawab dunk : keimanan saya terlalu mahal untuk digantikan sekeping uang logam ataupun dedaunan…
    ‘seandainya seluruh mahluk di dunia bersepakat utk mencelakakanmu, niscaya tak ada yang mampu membuatmu celaka melainkan apa yg telah ditetapkan Alloh atasmu’

  17. rismaka says:

    ^
    ^
    ^
    jadi inget kisah seekor lalat (emang lalat ada ekornya ya?) sama berhala…🙂

  18. rismaka says:

    Iya tuh dek, klo udah nyampe puncak, rasa letih tuh seolah2 ilang. Sebnernya ga ilang siy, cuma rasa capek tsb numpuk di otot. Nah, sewaktu kita naik gunung, hormon adrenalin dihasilkan, shga rasa capek ga krasa. Bgitu kita udh nyampe rumah, nah bom waktu meledak..dhuuaarrr… Rasa capek yg tersimpan di otot mnampakkan perannya pada tubuh. Itulah sebabnya (biasanya) butuh wktu seminggu utk memulihkan badan.

  19. redesya says:

    @fisha17
    itu dah cukup koq

    @Tigis
    hahaha, itu udah biasa, hanya orang tertentu yg mengalaminya.

    Aduh, fotonya banyak foto aku yang lagi narsis gitu, so malu banget…

    @bayu200687
    ^
    ^
    ^
    iya kak betul, kalau ditanya aku pasti jawab koq.
    Insyaallah aku dah semakin tau, aku percaya Alloh akan melindungi langkahku..

    @rismaka
    kisah seEKOR lalat? Boleh tau kisahnya?
    ^
    ^
    iya kak, sampe rumah tubuh ini nggak bisa digerakkan, kaku semua,dah gitu kulit aku jadi ngelupas gitu..

  20. Mr. Momod says:

    Kok gag ngajak seh❓ 😦

  21. Hei, kenapa tak ada foto alamnya…

  22. redesya says:

    @Mr. Momod

    wah waktu itu mister lagi sibuk…

    @Daniel Mahendra

    iya, kapan-kapan aku sertakan fotonya yang banyak…

  23. ghani says:

    mama tatut!!!!
    stlah bc tadi aku merinding bngt!! sumpah!!
    jadi penasarn pngn ksna!!
    kapan k gunung lg??
    ikut dng!!!
    hehe

  24. redesya says:

    Kamu mah penakut…

    Kapan-kapan ja ikutnya…

  25. renxe says:

    eh ra, km bisa lihat pasar setannya?
    tiap tempat yang terkenal — dan ada penduduk pribuminya — selalu ada mitos yang menyertai ya…

  26. redesya says:

    gimana jawabnya ya…

    Iya kak betul sekali, mitos itu selalu ada…

  27. rismaka says:

    ( buru2 lari mampir ke sini..) hosh…hosh.. Capek *lebay dot com

    Sebenernya ada pesan yg hendak disampaikan mengenai kisah lalat yg lucu td dek, dg postingan di atas ^_^.

    O iya, insya Allah aku mauuuuuuu banget. Jadi 4R gitu🙂 . Sungguh senang rasanya hari ini dpt saudara baru…

  28. wah asyik ya…
    saya malah jarang dapet kesempatan naik gunung.
    anak tunggal, ga dibolehin Ibu.
    nasib😥

  29. redesya says:

    @rismaka

    iya kak, aku dah tau maksudnya…

    Senang juga punya banyak saudara…

    @ghani arasyid

    wah asyik banget!
    Bisa dekat alam itu indah, kita jadi bisa tambah dekat dg Allah.

    Ya harus maklum, setiap orang tua pasti khawatir sama anaknya, apalagi mendaki itu penuh resiko, waktu di merbabu aku juga dah hampir mati lho..,tapi aku tidak kapok…

  30. Hejis says:

    Naik gunung memang menimbulkan perasaan terdalam tentang alam, jati diri, dan terutama Tuhan yang tidak bisa dirasakan kecuali mengalami sendiri. Ngomomg2 sudah berapa gunung yang sudah dinaiki mbak Radesya? Soalnya saya kagum dan tak mengira🙂

  31. redesya says:

    Aduh, berapa ya…
    *garuk-garuk

    pokoknya gunung-gunung di jawa tengah dan di jawa timur pak..
    (merbabu,lawu,sindoro,sumbing,merapi,slamet,arjuna,bromo, dll) aku naek gunung sejak kelas 1 SMA pak, ya karena diajak kakak gitu

  32. fickry says:

    i’m comingggg…hehehe..
    wah sya,,judulnya kyk sinetron silat..huehehe..
    saia baru sekali naik gunung di sumatera.
    kmrn sih diajakin tmn ke lawu..cuam gak bisa je..jadwalnya gak pas.

    salah satu aspek penting naik gunung adalah kita akan tahu apa itu persahabatan sejati.🙂

  33. SIge says:

    wahh sepertinya asik yah mendaki gunung, pengen rasanya setelah mendengar cerita kawan ini.

    salam kenal dari Sige Bali, mampir ke Blog saya yaw.

  34. redesya says:

    @fickry

    hehehe….
    iya kak…bingung juga cari judul yang tepat

    Wah ke gunung apa kak?

    Betul sekali kak, ku banyak belajar banyak, tentang alam, persahabatan, setia kawan dan banyak lagi deh..

    @SIge

    Kapan-kapan cobalah..

    Salam kenal juga…

  35. aku says:

    saya juga baru naik lawu berdua, memang banyak tempat2 kesyrikan di sana, dan pesan saya kpd semua pendaki jgn prnah percaya dengan kekuatan setan atau jin yg di yakini org2 tsb, jg pasar setan itu, jgn gadaikan tauhid kt dgn hal2 bodoh tsb.tidk ada yang bs memberi maslahat ataupun madharat selain Allah.saya melihat stlh sumber di atas ada bangunan yg ada rumah2annya sprt pura di dalmnya ada ebuah sepeti nisan dan banyak dupa,hr itu tgl 17 feb 09 saya dan teman saya obrak-abrik bahkan sy robohkan bahkan hmpr sy bakar kl bw korek.kl sj di puncak g ada ibu tua pedagang, dia satu2ny org yg sy temui di atas pasti sudah saya obrak-abrik semua tempat semedi semuanya. dan demi Allah tidak terjadi apa2 terhadap kami, karena kami yakin hanya Allahlah yang maha kuasa atas segala sesuatu..Allahuakbar

  36. Pecinta alam sejati says:

    Manusia itu tidak boleh takabur, tidak boleh sombong. Memang semua sudah diatur oleh ALLAH SWT. Namun ingat pondasi iman kita harus kuat ketika kita akan mengalami spritual bathin. Hubungan kepada Pencipta ALLAH SWT, Hubungan kepada sesama manusia, dan Hubungan kepada Alam semesta. ALLAH menurunkan Manusia, Jin kealam semesta ini. Manusia mahluk paling sempurna. Bangsa jin itu tidak terlihat oleh manusia. Hanya orang tertentu yang dapat melihat. Dilaut, di Hutang, Di Gunung adalah tempat Bangsa Jin, namun kita harus saling menghormati. Ketika manusia takabur dan sombong. Ada saja cobaan kepadanya karena ulah dan kesombongannya. Pulau jawa adalah pulau misteri, tanyakan kepada siapa saja, yang mengetahui Pulau Jawa. Bangsa Indonesia adalah bangsa terindah didunia. Maka kita generasi muda harus menghormati juga kepada alam semesta, termasuk Gunung2 yang ada di Jawa. Mendaki Gunung adalah memahami arti alam sejatinya, menikmati dan mengagumi keindahan Ciptaan ALLAH SWT. Pengalaman saya mendaki Gunung waktu sebagai Pencinta alam Kampus. Saya enjoy saja menikmati dan mengagumi , walaupun banyak kejadian aneh yang pernah saya alami diatas gunung seperti Gunung Gede, Gunung Papandayan Garut, Gunung Slamet dll. Namun kita di Kampus sepakat dalam perjalanan tidak boleh Takabur dan sombong. Alam juga akan marah kalau kita takabur, bisa saja tiba-tiba awan gelap gulita dan kita tidak tau jalan pulang. Ini pernah kita alami dan sungguh terjadi. Dari itu kepada semuanya siapa saja, hormati dan hargai keadaan alam yang ada di Gunung manapun. Semua adalah Ciptaan TUHAN Yang Maha Kuasa. Sifat kita akan teruji ketika kita berada diatas puncak pegunungan dan disitu nikmati naik gunung, berfoto sambil memegang Bunga Edeilweis kebanggaan pecinta alam. By. NURDJAEDI SOEMARNO, Jakarta. Salam hangat.

    • redesya says:

      Salam lestari
      wah, kita sama-sama anak PA, jadi pengen kenal kakak

      memang kita tak boleh takabur dalam hal apapun kak, pulau jawa memang penuh misteri. Kejadian aneh pas di gunung aku juga sering alami, tapi aku percaya sepenuhnya pada Allah

      apa kakak ada blog? Jadi pengen baca pengalaman kakak

      salam hangat juga

  37. Pecinta alam sejati says:

    ntuk Redesya.
    Maaf, saat ini saya belum dapat memberikan Blog kepada siapa saja. Bukan saya ga pengen kenalan sama para Bloggers. Nanti saja ya. Saya ini senang petualangan dari masa muda dulu. Dahulu th 1988 aktif di Sanggar teater di TIM Jakarta. Aktif Di Karang Taruna th 1990an dan menjadi Karang Terbaik di Jak-Tim karena Kita dan Anak-anak muda membangun Masjid dan fasilitas olah raga untuk remaja. Sekedar info saja, Petualangan saya ke Dilli Timor Timur, Kupang, Banda Aceh Pedalamanan Kalimantan Kutai, Samarinda, Sampit, Palangkaraya, Banjarmasin, Nunukan, Tarakan, Balikpapan, dan Palu, Banggai, Bali, Palembang, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Pedalaman Jawa Barat.
    Hobi membuat Puisi dan aktif di Organisasi Masa.
    Nama panggilan DEBLENK karena dulu sempat memerankan tokoh bernama Deblenk dalam pementasan teater di TIM th 1989 judul UMANG-UMANG karya Arifin C, Noer. Dan sampai sekarang teman2 kadang memanggil nama Deblenk. By.Nurdjaedi di Jakarta.

    • redesya says:

      Wah, bapak suka teater juga ya? Pengalamannya seru, jadi penasaran pengen tahu, mungkin desya bisa belajar dari pengalaman bapak

      kunjungi blog desya yang lain dunk Pak, biar kita bisa kenal dengan baik
      http://radesya.com

      ingin sekali berkunjung ke blog bapak
      salam persahabatan dari R.a.d. Radesya🙂

  38. FIA says:

    seru juga pengalamannya…! apa lagi yang “ad pasar di gunung”

  39. Pecinta alam says:

    Redesya,
    kalau sy mau kontak kamu kemana ya.
    by.phone aja atau blog kalau boleh.
    hatur nuhun.

  40. argapura says:

    mohon jangan diekspos pasar hantu di gunung lawu,anda akan terkena ” SESUATU”yang akan terjadi pada tahun ke tiga anda bercerita…..????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s