Aku adalah Teratai

teratai

Aku di sini kawan

dalam sepi di lengang rimba

dalam hening dipelukan malam

dimana suara dan warna

seperti tak ada beda

Aku di sini kawan

dalam diam sunyi bersepi-sepi

tapi tetap saja kau tak mengerti

mengejar angin dan tertawa

lalu kau bertanya dimana aku berada?

Aku disini kawan

dalam keheningan kelabu

percikan gerimis yang berkilau menerpa daunku

katak-katak berenang ditepiku

lumpur-lumpur memeluh disekujur tubuhku

Saat kucium bau hujan

luap rasa menggores bimbang

rumput-rumput tak lagi berdendang

aku benar-benar sendirian

Aku disini kawan

menanti sang bayu meniup lembut kelopakku

agar daunku tak terkulai layu

matahari tak lagi menggodaku

mendung pekat terasa malu-malu

Aku adalah teratai

akarku kian merumbai

diantara suara-suara ganggang

dan katak-katak yang berdendang

kucium air lumpur

akupun semakin subur

dalam dangau senyap

Menelisik jejalan sunyi

kuncup-kuncup bungaku yang mulai merekah

bersama tarian kumbang yang mulai jengah

Bila senja mulai ungu

dan malam semakin sunyi

matahari yang mulai bersuci

aku tetap disini

This entry was posted in Puisi and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

27 Responses to Aku adalah Teratai

  1. dua acungan jempol.. baguuus banget..

    Aku disini kawan
    Menatapmu tersenyum riang
    Kau tak terusik letih membuat tulisan “Aku adalah Teratai”

  2. rismaka says:

    Lhah? Kok yg ada cuma menanti sang bayu? Menanti Rismaka-nya mana?😀

    Bagus dek. Aq dulu adlh pmbaca puisi, dan tak jarang ku lukis berbait syair. Namun demi Rabbmu, aq tak tau apa makna syairmu..

    Teruslah berkarya hingga teratai tak lagi berbunga, hingga datang zaman yg kau dan aku tak tau harus kemana.

  3. (e_A)j(i_p) says:

    ah males komen ah dah ada yang duluan

  4. redesya says:

    @Prasetyo Muchlas

    Thx ya…

    @rismaka

    hehehe, menanti sang bayu ja ah…

    Thx kak…

    @(e_A)j(i_p)

    nggak papa deh, komentnya di hati saja ya…

  5. depz says:

    puisi yg indah🙂

  6. alllooooww. salam kenal ya.
    Bagus puisinya. seolah-olah rasanya sedang berada di pegunungan ya. Jadi ingat kampung deh,huhuhu

  7. Meriru says:

    Bagus…
    Btw, salam kenal ya

  8. redesya says:

    @depz

    thx ya…

    @sabri GoBlogGer

    salam kenal juga…
    Thx ya…

  9. sapimoto says:

    Top banget nih puisinya…
    Udah lama mainan puisi, Mbak?

  10. redesya says:

    @Meriru

    Thx ya…
    Salam kenal juga…

    @sapimoto

    Thx…
    aku baru belajar koq…

  11. accan says:

    waduh puitis banget c…..
    klo punya banyak puisi2 kirim ke Email aku dong???🙂 🙂
    BTW rara punya kena;lan di SMA aku??? siapa sih?????🙂

  12. renxe says:

    rumput-rumput tak lagi berdendang

    aku benar-benar sendirian

    km ngga sendirian kok ra…teratai kan selalu hidup berbondong2…selalu ada yang menemanimu, dan mencium bau lumpur bersama2 denganmu. tenang aja… ^^

  13. redesya says:

    @accan

    Wah kamu pingin puisi ya…
    aku masih belajar kok, belum bisa bikin yang bagus

    Bukan di SMA kamu, tapi teman SMA aku ada yang berasal dari daerah kamu gitu…

    @renxe

    iya kak, mencium bau lumpur ya…

  14. speechless…
    ga tahu mau komen apa😛

  15. frozen says:

    emang bau hujan itu seperti apa sih?

  16. redesya says:

    Ya, komen di hati aja ya..

  17. septarius says:

    standing aplaus buat Sya🙂

  18. Mana kawan-kawan teratai lainnya…
    Mengapa kau di situ seorang diri…

  19. (e_A)j(i_p) says:

    salam kenal…. heeee cape deh

  20. Hejis says:

    Sebahagia apa
    tak sebanyak teratai
    di tempat yang kotor kamu mampu membiaskan keindahan
    hanya kamu, teratai

    Sesepi apa
    tak menggoyahkanmu
    berteman bayu mendekap rindu
    hanya kamu, teratai

    Rinai hujan membekap gema permohonan lirihmu
    padang rawa pun nglangut tak berkesudahan
    menunggu titah untuk memberangkatkan pesan
    kepada kekasih halimun di dasar hati

    Hanya kamu, teratai
    Ya, hanya kamu…

    Wuih, jadi ikut-ikutan mbak Re jadi penyair, tapi masih wagu. Maap ya, buang sampah di sini, mbak Re. Salam hangat😀

  21. zulham says:

    Kalau yang punya blog teratai, trus pengunjungnya apa dong?

  22. redesya says:

    @frozen

    Belum pernah cium bau hujan? coba saat hujan turun kamu pejamkan mata kamu, tarik nafas dalam-dalam lalu hiruplah bau hujan itu…

    @Fritzter

    Salam kenal juga…

    @septarius

    Thx sep…

    @Daniel Mahendra

    Teratai yang lain sudah hanyut terbawa arus kak…

    @(e_A)j(i_p)

    Salam kenal juga…
    Capee kenapa?

    @Hejis

    Wah bagus banget Pak…
    bikinin lagi ya…

    @zulham

    kakak mo jadi apa? hujan? lumpur? matahari? atau apa ja terserah pengunjung deh…

  23. bayu200687 says:

    kyahahaha

    Lhah? Kok yg ada cuma menanti sang bayu? Menanti Rismaka-nya mana?

    dan engkau adalah teratai
    berkelindan dengan sepi yang andai
    dan mimpimu…
    suatu haru yang mengajarkanku
    : sepiku bukan sepimu

    bila senja adalah warna ungu
    maka ku katakan padamu
    : senja selalu indah
    tapi remang2 senantiasa membuat gundah

    sepenggal resahmu, sepotong rindumu
    pada matahari pagi, malu-malu
    dan embun menggantung di ujung daun
    …aku melamun

    *ternyatasusahbikinpuisi

  24. ghani says:

    i`m here!!!
    kmu btuh aku???
    aku siap bantu kamu!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s