Kesedihanku

Tak butuh dapat musibah dulu untuk seseorang merasakan kesedihan, sedih itu datang begitu saja tanpa kita minta, datang tak di jemput, pulang tak diantar jalangkung, kita semua tentu tak ada yang bisa menolaknya. Seperti aku yang tiba-tiba juga merasakan sedih yang begitu dalam. Hatiku begitu resah, gundah, tak tertahankan. Aku seperti terlempar dalam jurang dan tubuhku remuk berkeping-keping, aku seperti terlindas kereta api tubuhku hancur tak tersisa lagi. Rasa ini begitu dalam, hatiku seperti tersyat-sayat, pedih sekali.

Malam itu aku tak bisa sempurnakan kantukku, kesedihan begitu dalam menusuk jantungku, entah apa yang terjadi, aku begitu merasa bersalah. Ingin rasanya aku menangis dengan keras, tentu saja tak akan ada yang mendengar tangisanku, malam ini aku hanya seorang diri. Sempurnalah kesedihanku ini. Ingin sekali aku melempar-lempar bola basket sampai aku puas, tapi aku belum bisa melakukannya lagi.

Mengapa malam ini aku begitu sedih, mengapa hatiku sangat resah ya, tak biasanya aku sedemikian sedihnya, kupandangi langit-langit kamarku, tapi tak kutemukan jawabannya disana. Tiba-tiba aku tersentak karena HP ku bergetar, ada SMS masuk rupanya. Dari nomor tak kukenal, bunyinya “desyaku”,cuma satu kata itu saja yang muncul di layar hp. Aku jadi teringat dengan sahabatku, karena cuma dia yang panggil aku dengan kata itu. Tapi bukankah dia sudah pergi, tak mungkin dia kembali lagi. Semoga Allah menjaganya dan mendapat tempat yang baik. Aku langsung balas karena penasaran, “siapa”, tapi SMS aku gagal terus, aku hubungi nomor itu katanya belum terdaftar. Saat itu aku cuma berpikir mungkin ada teman yang lagi iseng aja. Setelah itu HP aku mati.

Aku kembali pada kesedihanku lagi, tiba-tiba aku teringat dengan seorang nenek yang menolongku, suasananya persis seperti malam ini, aku lagi sendirian. Listrik padam ada angin kencang saat itu. Dan tiba-tiba nenek itu datang temui aku padahal dia kan tinggal di Bandung, aku juga tak kasih tau alamat rumah aku pada nenek, tapi waktu itu nenek bisa sampai rumahku. Owh iya lupa cerita, waktu itu aku lagi sakit karena coba pertahankan diri dari penjahat. Ada syaraf yang terjepit saat itu, dan nenek sembuhkan aku. Aku harus ke rumah nenek sampai beberapa kali agar sembuh, nah malam itu nenek itu datang ke rumahku, aku jadi sangat terkejut, tapi listrik tiba-tiba padam, aku belum sempat menyapa tapi nenek sudah nggak ada lagi, mungkin aku sedang berhalusinasi.

Keesokan paginya aku datang kembali kerumah nenek, karena aku masih merasakan sedikit sakitku, aku juga sudah berencana ingin menanyakan apakah tadi malam nenek kerumahku, tapi apa yang terjadi sungguh membuat hatiku pilu dan sedih, ternyata nenek sudah meninggal. Aku hanya menyimpan segudang tanyaku dalam hati. Aku tak tau maksudnya, apa ini memang takdir, mungkin saja. Terus siapa yang aku lihat, apa aku memang berhalusinasi? Mungkin saja. Tak terasa aku meneteskan air mata, tangisku telah merobek nyaliku, aku jadi merasa takut.

Udara malam ini jadi semakin dingin, ingin rasanya aku bangkit dan menatap langit, tapi aku jadi cemas, entah aku jadi sangat gundah, mungkinkah karena aku lagi sendirian, tapi bukankah aku sudah sering sendiri, tapi malam ini sangat lain. Aku seperti merasakan kerinduan yang teramat sangat, rindu yang menjadi racun dalam tubuhku, dan menyumpat seluruh aliran darahku. Mungkin rindu inilah yang menjadi kesedihanku bermula. Tapi aku rindu sama siapa? Mungkin aku sedang rindu dengan Tuhanku, beberapa hari ini aku tidak mengadu kepadaNya.

Angin berdesir lembut menerobos masuk sela-sela kamarku, tiba-tiba ada yang seperti meniup rambutku, ah… listrik padam lagi, tapi aku tak berani bergerak, aku seperti ketakutan. Nyaliku benar-benar ciut kala gelap turun, aku sendirian malam ini. Tapi aku ingat Tuhanku Dia akan selalu bersamaku, dan malaikat-malaikat akan menjagaku pula. Kenapa disaat seperti ini selalu saja listrik padam. Aku jadi menggerutu sama PLN, selalu saja ada pemadaman. Aduh tiba-tiba saja tubuhku seperti lemas, dikamarku seperti tidak ada udara, dadaku terasa sesak, aku sulit bernafas padahal aku tidak memiliki sakit asma atau sakit pernafasan yang lain. Kepalaku tiba-tiba saja berat, ingin rasanya aku keluar dan menyusul mama kerja, tapi tubuhku seperti kaku nggak bisa digerakkan.

Kepalaku semakin berat seperti kena hantaman benda sangat keras, antara sadar dan tidak kulihat ribuan cahaya kecil yang berpendar di dalam kamarku. Cahaya itu menerangi seluruh kamarku, seperti ribuan cahaya kunang-kunang. Aku sangat terpukau, begitu indah cahaya itu. Ingin sekali aku teriak, tapi mulutku seperti terkunci rapat, aku hanya diam dan pasrah, aroma wangi tercium olehku. Seperti saat aku mimpi waktu itu. Cahaya itu terus saja berputar-putar, “Subhanallah”, aku menangis, hanya air mata yang keluar , terus saja mengalir dan mengalir, aku tak bisa membendungnya, dan kurasakan kesedihan itu sedikit demi sedikit berkurang bersama dengan tiap tetesan air mataku. Kemudian aku semakin lama semakin tak bisa menahannya, aku tak tau setelah itu, rasanya aku sudah seperti mati dan tak bernafas lagi.

Keesokan paginya, kudapati mataku yang sembab, apakah aku sedang bermimpi? Atau aku sedang berhalusinasi lagi? Kenapa hidupku penuh dengan kejadian aneh yang tak bisa diterima dengan akal sehat. Seribu tanya masih tersimpan, dan aku tak akan pernah tau jawabannya.

This entry was posted in kisah and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to Kesedihanku

  1. Ra… sedang kenapa…
    Pengalamanmu sungguh menakjubkan.
    Adukan saja pada-Nya, Ra. Bukankah kesedihan adalah cermin kita untuk melihat kebahagiaan?
    Kau sedang diingatkan akan sesuatu.
    Jangan terlalu lama bersedih, Ra… Ayoh tersenyum kembali🙂

  2. depz says:

    anggap saja bunga tidur🙂

  3. redesya says:

    @Daniel Mahendra
    iya nih kak, nggak tau juga kenapa tiba-tiba saja jadi sedih..

    Aku akan selalu mengadu kepadaNya, bener banget kak, kesedihan adalah cermin dari kebahagiaan, mungkin iya, aku diingatkan suatu hal, tapi apa ya?

    Kalau baca coment dari kak Daniel aku jadi tersenyum..

    @depz

    iya, semoga saja cuma bunga tidur, tapi ini nyata depz..

  4. bayu200687 says:

    Kenapa Rara…?
    aroma postingan kali ini bener2 sedih…
    kamu punya teman Rara…kamu ga sendirian…
    kamu punya sahabat…punya nakama…apa kamu lupa…?

  5. renxe says:

    hmm..
    speechless aku baca tulisanmu kali ini
    bisa jadi itu hanya mimpi
    bisa jadi kejadian nyata yang kamu alami
    ngga usah terlalu dipikirkan ra. asal sekarang kamu masih ada di dunia ini, bernafas, menjalani kehidupan… bersyukurlah. mungkin dengan begitu jawaban yang kamu cari akan kamu temukan tanpa kamu sadari.
    ok? semangat!!!🙂

  6. Hejis says:

    Saya yakin ada orang yang memiliki daya tembus ke dunia lain. Bukankah semua agama mengajarkan hal itu, tentu agama kita juga. Mungkin juga itu “sisa-sisa” pikiran bawah sadar yang mencuat saat pikiran tidak fokus, cemas, khawatir, atau semacamnya. Hal itu akan menjadi-jadi bila pikiran kita larut dalam pikiran seperti itu. Itulah sebabnya ada orang-orang yang langganan “kesurupan”. Tapi mbak Re bukanlah orang yang sedang kesurupan itu, hanya formatnya agak sama.
    Menurut saya cara yang baik adalah dengan memperbanyak berdoa, membaca al Quran, berwudlu sebelum tidur. Itu dari pendekatan spiritual. Mbak Re juga perlu membuang pikiran-pikiran yang menerobos ke daerah “lain”, misalnya memikirkan alam ghaib, suka melihat film metafisika, atau menonton tayangan TV yang bernuansa mistik. Kalau pikiran itu datang, maka perlu bertemu teman2 atau orang2 yang dapat membagi kegembiraan. Jangan biarkan mbak Re sendirian saja sambil menerawang ke dunia lain yang barangkali selalu menggoda. Nikmatilah hidup karunia Allah ini dengan penuh riang dan rasa syukur. Maaf ya, jadi kayak kuliah subuh…he..he.. Tapi siapa tahu bisa membantu karena hanya ini yang bisa saya lakukan. Selamat menikmati hidup dengan ceria ya. Salam hangat.😀

  7. redesya says:

    @bayu200687

    iya kak, aku punya banyak nakama
    thx dah diingatkan…

    @renxe

    aku akan selalu bersyukur kak..
    Semoga saja aku bisa temukan jawabannya..

    iya, semangat!

    @Hejis

    iya Pak, aku akan ikuti sarannya, kadang aku merasa aneh dengan diriku sendiri, sejak kecil sering lihat hal2 aneh, kadang aku ingin lepas dari semua ini Pak, aku tak akan lupakan kewajibanku kepadaNya, insyaAllah aku sudah melakukannya..
    aku memang sering sendirian Pak, tapi kadang aku juga enggan dengan kegaduhan..
    mulai sekarang akan kunikmati hidup dengan riang..
    Halah! Jadi curhat

    seringlah kasih kuliah subhuh padaku Pak, aku akan sangat senang sekali
    Thanks banget pak
    Salam hangat

  8. selamat malam sahabat…..
    senang rasanya aku memiliki sahabat yang selalu memberikan sesuatu pada karyanya.
    aku suka
    salam hangat selalu

  9. han han says:

    bagus loh tulisannya, memang kadang mimpi mengandung berjuta misteri yang tidak dapat kita jawab….

  10. redesya says:

    @bluethunderheart

    senang juga,memiliki sahabat sepertimu..
    salam hangat selalu..

    @han han

    misteri yang tak pernah terjawab..

  11. septarius says:

    sometime deep inside my heart I’m crying
    begitu banyak penderitaan, teriak kesakitan,
    rintih kelaparan,genangan darah pembunuhan, pemerkosaan,
    bumi ini sudah seperti neraka
    aku merasa Tuhan pun bersedih melihat kejahatan makhluk bernama manusia.
    aku tak mampu merubah bumi ini sendiri.
    pernahkah kamu bersedih karena itu.

  12. redesya says:

    tentu saja sep, bahkan setiap hari aku juga bersedih karena itu. Aku tidak hanya bersedih saja, tapi insyaAllah membantu sesuai dengan kemampuanku koq

  13. Itmam Aulia says:

    setelah kesedihan… pasti akan datang suatu kebahagiaan.. dan setelah datang kebahagiaan (ups… jangan di balik lagi) hanya syukurlah yang pantas kita panjatkan kepada-Nya!🙂

  14. redesya says:

    iya kak, semoga saja segera datang kebahagiaan

    mudah-mudahan kita termasuk orang yang selalu mensyukuri nikmat yang diberikan oleh-Nya

  15. ghani says:

    ALHAMDULILAH

  16. shofiyah says:

    Assalamu’alaykum

    pengalaman yang unik, Redesya sabar yah..,
    jadikan itu sebagai pengalaman,
    memang hal2 itu mungkin terjadi an dulu pernah mengalami sekali..,
    REdesya hebat an ga tau klo an yang alami itu sampai berkali-kali

    salam ukhuwah
    shofiyah

  17. redesya says:

    @(e_A)j(i_p)

    iya lah…

    @ghani

    lho koq…

    @shofiyah

    Waalaikumsalam

    iya, pengalaman yang unik
    ternyata kita senasib

    Salam juga…
    senang kenal dengan kakak

  18. airlangga89 says:

    Selamat hari ibu.. bagi ibu ibu indonesiaa.. hmm,,, walaupun telat…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s