Hijau

Apa yang Anda pikirkan ketika menyebut kata “hijau”, kalau aku yang ada dibenakku adalah “daun”. Padahal tak selamanya daun itu berwarna hijau. Tapi kata hijau sangat mewakili daun. Aku jadi ingat waktu TK, ketika aku menggambar bunga, guru aku bilang kalau daunnya harus dikasih warna hijau. Tapi saat itu aku protes karena di rumahku ada tumbuhan yang daunnya berwarna kuning, tapi aku lupa nama tumbuhan itu. Dan guru aku bilang tetap di suruh kasih warna hijau. Bahkan saat aku lomba melukis aku pernah dapat pengurangan nilai karena kasih warna daun yang ada sedikit warna merah dan kuning gitu.

Kita kembali ke topik semula, “hijau”, aku ingin bumiku ini hijau kembali, dari menyebut kata hijau saja aku sudah merasa sejuk, karena memang aku langsung terbayang dengan pohon-pohon yang berada di hutan yang pernah aku lalui saat mendaki gunung, melihat hutan yang rimbun dengan daunnya yang hijau gelap, sangat menyegarkan mata. Tapi sayang sekali karena ulah tangan manusia yang menebang pohon secara liar, belum lagi kebakaran hutan yang setiap tahun selalu saja terjadi, memperparah hutan kita.

Kadang aku rindu sekali dengan hijau, hijau yang menyegarkan pikiran kita dari segala rutinitas kita, hijau yang memberi semangat, hijau yang bisa membersihkan paru-paru kita dari ganasnya asap kendaraan. Tapi kadang kita tak pernah menghiraukannya. Setiap hari tubuh kita telah tercemar dengan racun. Asap kendaraan itu mengandung timbal yang sangat buruk bagi perkembangan otak kita, bisa juga menurunkan IQ atau kecerdasan kita dan mengandung karbon monoksida(Co) yang masuk ke darah lewat pernafasan nah kalau sudah bergabung dengan hemoglobin (Hb) yang bekerja mengikat oksigen dari udara akan mengalami peralihan fungsi, Hb akan mengikat Co bukan oksigen karena daya ikat Hb terhadap Co lebih besar ketimbang oksigen, ini bisa membahayakan tubuh karena mengganggu peredaran oksigen ke seluruh tubuh kita. Apalagi di Jakarta yang sudah melebihi 10 mikron dan ini sudah melebihi batas normal untuk dihirup manusia.

Dengan adanya dampak yang begitu berbahaya mari kita sama-sama jadikan bumi kita ini menjadi “Hijau” kembali, Indonesia adalah paru-paru dunia, kita harus selalu menjaganya. Tumbuhan hijau itu bisa mengubah Co2 (karbondioksida) menjadi O2(oksigen) dalam proses fotosintesis ini berarti bisa mengurangi Co2 atau polutan lainnya. Sedangkan O2 sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Jadi begitu pentingnya tumbuhan hijau itu bagi kita. Bagi kita yang hidup di perkotaan mungkin harus lebih menyadari itu. Penghijauan bisa sangat bermafaat bagi kita, selain bisa mengurangi dampak buruk dari polutan juga bisa mencegah terjadinya banjir yang sering terjadi.

Maka dari itu mari kita mulai menanam pohon mulai dari daerah kita masing-masing, biar bumi kita menjadi hijau lagi, udara jadi bersih, dan indah.

Kadang aku ingin tinggal di daerah yang penuh dengan tumbuhan hijau, di atas bukit dengan suasana yang sejuk dan sunyi sepertinya nyaman sekali. Tak ada suara bising kendaraan, tak ada pencemaran udara, karena semua masih alami. Wah pasti akan dapat banyak inspirasi untuk menulis(kayak dah jadi penulis aja). Tapi itu impianku, semua orang boleh bermimpi kan?

Lho koq jadi ngelantur, kita kembali lagi ke “hijau”, sungguh aku suka sekali dengan warna hijau atau warna-warna gelap. Sekarang apa yang ada di benak kalian tentang kata “hijau”? Lets go green!!!

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

38 Responses to Hijau

  1. Hmm.. menurutku hijau itu cincau… Enak klo diminum siang-siang. Apalagi klo pake es🙂
    Wah konten yang sekarang sepertinya agak berbeda.. agak sedikit matang. Teruskan dek..🙂
    O iya, koreksi nih. Indonesia bukan jantung dunia, tapi paru-paru dunia. Beda kan antara jantung sama paru2 ?

  2. radesya says:

    @Admin of RismaComm
    cincau? kayaknya enak tuh, tapi ada cincau yang warna hitam lho kak

    matang? apanya? iya paru-paru dunia

  3. Hejis says:

    Clingak-clinguk di rumah baru. Lho mana kursi yang di ruang tamu kemarin? Wah masih bau cat ya, mbak Re? O sekarang kamarnya ada 4.

    Kembali ke “hijau”. Kalau saya memersepsi hijau banyak. Sama dengan mbak Re. Hijau berkonotasi kesejukan dari daun atau tumbuhan. Kemudian hijau seragam tentara. Nah ini melambangkan kekerasan perang. Lalu buto ijo, raksasa berwarna hijau. Matanya melotot, tapi berwarna merah. Jika ia melihat uang matanya menjadi hijau..he..he.. Raksasa ini dalam cerita suka memangsa manusia. Biasanya untuk menakut2i anak kecil yang tidak mau bobok. Kemudian lampu hijau. Bisa untuk mengartikan boleh jalan dalam berlalu lintas. Bisa juga untuk mengartikan boleh dilakukan, boleh diteruskan. Misalnya, proposal saya sudah mendapatkan lampu hijau dari pembimbing. Lalu ada lagi hijau yang artinya mentah, atau belum berpengalaman. Ia masih terlalu hijau untuk menjadi direktur, contohnya. Begitu kira2 tentang hijau…

  4. achoey says:

    Postingan yang hijau

    Semangat!

  5. ardi says:

    #1 : Yang paru-paru dunia bukan Indonesia, tapi hutannya…

  6. geRrilyawan says:

    hijau itu segar, subur…ayo pergi hijau (lets go green…maksudnya) supaya dunia ini segar dan bis abernafas lega lagi…

  7. hijau itu ya sebuah warna hijau yang mungkin kehijau hijauan dan ju……….PlaX! blue di tempeleng sama red.di suruh comand blue bukan di suruh ngejelasin warnanya.Plax! kena tamparan lagi…..lari
    hehehe
    salam hangat selalu

  8. depz says:

    hijau?
    yg terpikirkan diotakku adalah kaos
    soalnya aku pny byk kaos hijau😀
    tp setuju bgt sama lets go green
    ga mencintai alam=ga mencintai diri sendiri

  9. radesya says:

    @Hejis
    hehehe iya nih, masih bau cat..
    thx ya pak dah mo berkunjung kemari, maaf kalau jamuannya kurang memuaskan, maklum masih baru..

    Kembali ke hijau, bener banget apa yang bapak bilang.
    btw apa dah pernah lihat buto ijo?
    apa benar buto ijo itu berwarna hijau? coz aku hanya dengar ceritanya ja, siapa tau buto ijo itu berwarna coklat atau kuning, kalau kolor ijo itu lain ya pak?😀

  10. radesya says:

    @ardi
    yup, betul, tapi hutan Indonesia kan?

  11. radesya says:

    @geRrilyawan
    iya bener…
    Lets go green..

  12. radesya says:

    @dobleh yang malang
    hahaha, nggak lah, ku nggak akan kamu sahabat…

    thx ya dah mampir ke mari..

    salam juga…

  13. radesya says:

    @depz
    wah, sama ku juga punya banyak kaos warna hijau..:D

    yup, lets go green

  14. septa says:

    hijau mengingatkanku nama jenis kacang ^^

    kembali ke topik semula, “hijau”, untuk menghentikan ilegal logging sangat susah.
    mungkin mulai dari yg kecil2 aja dulu deh,
    misal tidak memakai kertas tisyu🙂

    stop global warming!!🙂

  15. Heru says:

    Oh, pindah rumahnya ke sini to? Wah aq juga pengen ni. Temen2 dh pada pindah. Aq juga pindah lho Sya! Eh, soal topik. Hijau daun lagunya juga bagus tuh, he3x… Jadi intinya STOP GLOBAL WARMING ni! Chayo ya!

  16. ghani says:

    mmmmmmm????
    hijau??
    ketika aku mendengar kan hijau itu… aku membayangkan gunung, dan melhat pemandangan kota dari gunung!!!
    keren!!!!

  17. radesya says:

    @septa

    stop global warming🙂

    tapi kalau nggak pakai tisyu, tetap ja pabrik tisyu berproduksi kan?

    @Heru

    wah, pindah juga ya?

    thx ya dah mampir

    @ghani

    yup ghan, sangat indah sekali..

  18. immoz says:

    cm mau bilang aja, alo ada yang percaya sama ramalannya jucelino sih, tentang yang GURUNISASI itu bumi gak bakalan hijau lagi

  19. Shofiyah says:

    Ummmm
    Hijau tu..,
    Syurga!
    Hijau tu..,
    Rinjani yg hany mimpi
    Hijau tu..,
    Daun yg br tmbh dg air d atasny
    Hijau tu indah..,

  20. Rindu says:

    Rumah saya nuansanya hijau … cat, gordyn, sprey dan sarung bantal juga hijau, main yok kekamar saya, mau?

  21. Shofiyah says:

    Belum dek..,
    Makany hanya mimpi he3
    Cm dpt crita dr tmn dUnram fay bintu kong haji dulloh tu..,
    Miz her

  22. Pemandangan blog yang indah… hmm.. Nice blog…

    Salam kenal…😉

  23. Dulu, waktu aku SD dan SMP, guru Bahasa Indonesia di sekolah memberi tugas mengarang.

    “Buatlah sebuah karangan dengan tema: berlibur ke rumah nenek!” tukas guru tersebut.

    Guru itu tak menyadari sama sekali, bahwa:
    1) Ada banyak anak yang tak mempunyai nenek lagi (mungkin sudah meninggal).
    2) Ada banyak anak di mana neneknya tinggal satu kota dengannya.
    3) Ada banyak anak yang justru tinggal satu rumah bersama neneknya.

    Anak-anak itu bingung: bagamana mungkin membuat sebuah karangan berupa liburan ke rumah nenek?
    Guru-guru itu tidak mengerti. Yang dia mengerti: melihat segala sesuatu dengan dengan tolak ukur dirinya sendiri.

    Sama halnya frame berpikirnya bahwa semua daun adalah hijau!

    • radesya says:

      Iya kak bener banget
      waktu aku SD pernah disuruh mengarang dgn tema membantu Ayah, padahal ku kan nggak punya😦

      jadi sangat sulit mendiskripsikannya

  24. Shofiyah says:

    @dek desya
    Y dek hiks:-(, katany bnyk tenyomny yg suka cr makanan.,oh msh mw ksn?tp adek sm kakak kan?sebisany jgn sndrian.,

  25. Shofiyah says:

    Dek..,hey msh bnyk yg syg adek kan?da ibu,kakak,qt smw..,
    Qt dcoba sesuai kmampuan qt lho.,
    Dek kul dmn?pngn knl lbh dkt..,

  26. Shofiyah says:

    @daniel mahe
    Yg plg q ingt.,dsrh gmbr pmandangn eh gmbr gunung smw..,
    Hey gmn rbh paradigma?dskusi?kl tmn dskusi g mudeng blas?

  27. aku suka warna hijau…………..dan itu berarti kamu harus segera posting kembali sahabatku
    salam hangat selalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s