Rahasia Memberi

Masih teringat olehku, saat itu aku pulang sekolah, matahari yang tak letih bersinar membuat udara kotaku semakin panas. Karena mungkin sudah seharian otak kami bekerja, rasa lapar mendera kami. Dan itu membuat kami jadi ingin cepat-cepat sampai rumah. Tapi karena aku harus menunggu kakak yang jemput aku biasanya aku hanya berdiri di depan jalan atau sekedar memendang lurus ke depan memperhatikan anak-anak lain yang pada pulang. Satu persatu mereka meninggalkan sekolah, tapi kakak belum juga kelihatan batang hidungnya, rasanya saat itu ingin sekali marah, untung saja aku bukan tipe pemarah (baca: penyabar).

Kini suasana jadi agak sepi masih tinggal beberapa anak termasuk aku yang menunggu jemputan. Padahal cacing dalam perut aku sudah pada berteriak, mereka melengking-lengking sampai kedengaran dari luar (baca: keroncongan) tapi aku masih bisa bertahan sih. Tapi tiba-tiba saja terdengar suara benturan keras sekali, braaakkk!!!, apa yang terlihat olehku selanjutnya sangat mengerikan, ternyata ada salah satu teman aku ada yang tertabrak sepeda motor, dan orang yang menabrak langsung kabur tidak bertanggung jawab, beberapa orang ada yang mengejar tapi tidak berhasil. Buru-buru aku dan seorang teman membawanya ke rumah sakit, saat itu aku benar-benar panik melihat darah yang mengucur dari tangan dan pelipisnya.

Saat itu ternyata di rumah sakit harus membayar DP dulu baru bisa di rawat, jadi harus urus administrasi dulu gitu. Kalau semua rumah sakit seperti ini, wah bisa-bisa orangnya meninggal dulu baru dirawat, menyebalkan! Pikirku saat itu, mana uangku tinggal lima puluh lima ribu saja, aku tanya temanku yang satunya cuma punya tiga puluh ribu, sementara kami harus membayarar sekitar empat ratus lima puluh ribu, jadi masih kurang, buru-buru aku ke ATM, untung saja masih ada uangnya, yang ternyata pas banget, saldoku tinggal empat ratus delapan puluh ribu saja. Aku langsung mengambilnya tentunya yang bisa aku ambil cuma empat ratus ribu dan di tambah uangku yang tadi plus uang teman akhirnya kami bisa menyelesaikan administrasinya.

Setelah urusan beres baru kami menghubungi keluarganya, tentu tak lupa aku kasih tau kakak aku. Kalau aku sedang berada di rumah sakit lagi tunggu teman. Aku suruh temanku yang satu itu pulang dan aku menjaga temanku ini sendirian sambil menunggu keluarganya datang, sebenarnya aku nggak begitu kenal dengan temanku yang sakit ini, karena dia itu kakak kelas aku. Jadi kita kenalan setelah dia sadar. Dan aku juga tidak mengenal dengan temanku yang ikut membantu itu, tapi dia mengenal aku yang akhirnya kita bisa berteman samapai sekarang.

Perutku saat itu memang sudah lapar sekali, tapi sudah tidak ada uang yang tersisa lagi. Tiba-tiba di sebelahku itu ada ibu-ibu yang sedang makan, dan dia memberiku satu bungkus nasi padaku, aku sebenarnya malu, tapi aku juga lapar, dan ibu itu memaksaku untuk makan, mungkin dia tau kalau aku kelaperan, dan masih memakai seragam sekolah. Ternyata Tuhan membantu aku lewat ibu itu, sungguh aku sangat berterima kasih sekali pada ibu itu, akhirnya cacing dalam perutku bisa menikmati rizki yang aku dapat.

Setelah keluarganya datang, aku berpamitan sama mereka, dan mereka menanyakan siapa yang membayar administrasi rumah sakit, aku sama temanku itu sudah sepakat tidak akan kasih tau, jadi aku tidak kasih tau sama mereka kalau aku telah membayar DP itu dan mereka hanya bilang berterima kasih sekali dan mendoakan orang yang telah membayar administrasi itu, aku masih ingat ibu temanku itu berdoa “semoga Allah melimpahkan rizki padanya”, ternyata dia mendoakan aku. Dalam hati aku hanya berkata “Amien, amien” saja. Semoga mereka tidak membaca ini.

***

Tiga hari sudah berlalu sejak peristiwa itu, aku sangat senang bisa sedikit membantu, ada perasaan bahagia kalau kita bisa membantu orang lain, meskipun bantuan kita itu nilainya sangat kecil. Pagi itu sebelum berangkat ke sekolah seseorang telah menelpon aku dan mengatakan kalau komisi aku telah ditransfer ke rekening aku, waduh! Aku sangat bingung saat itu, komisi apa pikirku, perasaan aku tidak berbuat apa-apa. Setelah aku tanya, ternyata yang menelpon aku adalah pialang saham, kebetulan aku mengenalkannya pada seseorang yang akhirnya mau menanamkan modal yang cukup besar. Dan pialang itu berjanji akan memberikan komisi padaku . Saat itu memang aku belajar tentang saham gitu, meskipun aku cuma membeli beberapa lot saja untuk belajar.

Sungguh diluar dugaan, ternyata setelah aku cek rekening aku yang sebelumnya tinggal delapanpuluh ribu saja kini sudah menjadi beberapa juta, aduh sungguh aku sangat senang waktu itu, aku belum pernah mimiliki uang sebanyak itu. Dan ternyata doa ibu temanku itu telah dikabulkan. Ternyata benar, jika kita memberi sesuatu dengan ikhlas maka Tuhan akan melipat gandakan pemberian kita itu.

Ini salah satu rahasia memberi dan memberi itu tidak selalu harus berwujud uang, materi tapi bisa juga dengan cara lain. Misalnya memberi salam pada setiap orang yang kita jumpai, memberi salam pada teman-teman kita, pada saudara-saudara kita. Atau kita bisa juga memberi makan, memberi makan pada seseorang yang sedang kelaparan pahalanya sangat besar. Dan aku pernah setelah memberi makan pada seorang kakek di sini, tanpa di sangka –sangka setelah itu aku jadi belimpah makanan, setiap hari teman-teman aku mentraktir aku, dan ini kenyataan. Jadi kalau kalian memiliki makanan yang berlimpah, dari pada tidak kemakan mendingan kita memberikan kepada orang yang sedang membutuhkan, jangan sampai terbuang-buang dengan sia-sia.Jangan pernah berpikir dua kali untuk membantu seseorang , dan ingat juga kita harus tulus saat membantunya. Dan kalau kita memang benar-benar tidak memiliki sesuatu untuk memberi, kita bisa memberi senyuman, memberi senyuman juga termasuk ibadah lho.

Sekali lagi aku tidak bermaksud riya, aku hanya ingin berbagi cerita saja, bahwa dengan memberi dan berbagi itu kita tak akan pernah rugi. Dan aku juga ingin berbagi dengan kalian semua, meskipun cuma berbagi cerita saja. Sekali lagi, berbagi itu tak pernah rugi.

This entry was posted in kisah and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to Rahasia Memberi

  1. thevemo™ says:

    Berbagi tak pernah rugi…

    yup

  2. omoshiroi says:

    berbagi cerita melalui blog..
    itu juga yg sdang kita lakukan kan.,

    iya, kita memang sedang berbagi cerita kak..

  3. omoshiroi says:

    memberi dg tulus..tanpa mengharapkan balasan..memberi hanya karena kita ini adalah manusia..

    yup…
    aku setuju..

  4. septa says:

    kayak motonya IBSN berbagi tak pernah rugi🙂

    berbagi gak hanya tentang kebahagiaan, kadang kita juga bisa berbagi kesedihan,rasa sakit dan derita…

    iya sep….
    aku juga sering berbagi kesedihan koq

  5. omiyan says:

    orang berbagi sesungguhnya menabung…dan yang penting adalah ikhlas yang utama..sayang banget ketika kita memberi tapi dengan embel-embel sebuah pujian atau dukungan

    benar Om, menabung untuk di akherat nanti
    aku tidak ingin dipuji siapapun, semoga bisa menjadi contoh yang baik

  6. RenXe says:

    wah benar2 jadi nyata ya…siapa sangka pengorbananmu yang sampai menguras saldo itu berbalik jadi berlipat2…

    ketika ditanya siapa yang bayar, kamu ngga ngasih tau. apa waktu itu ngga sayang kehilangan duit sebanyak itu? kalo aku sih jujur aja, masih terbersit “sedikit” rasa sayang ^^ hehehe….


    yah, itu mungkin uang jatah makan aku gitu kak, saat itu yang ada bukan perasaan seperti itu kak, ingin temanku segera tertolong gitu…, dan aku ikhlas koq

  7. memang sahabatku.memberi itu tak akan pernah merugi.
    hmm…postingannya yang bikin kita tuk merenungkan
    salam hangat selalu

    bener blue….
    semoga bisa bermafaat ya…
    salam hangat juga

  8. achoey says:

    subhanallah

    itulah kuncinya
    ikhlas maka kita kan bahagia🙂

    iya kak
    semoga kita selalu ikhlas

  9. itmam says:

    red… kmu begitu tulus dalam menolong sesama,, tanpa melihat siapa yang ditolong… (cerita diatas, kmu bilang tidak begitu kenal dengan korban)… intinya nurani untuk berbuat baik sudah melekat pada dirimu, biarpun cacing perut sudah berteriak-teriak,,, tapi tak kau hiraukan itu semua…
    semoga amal baikmu selalu mendapat balasan yang berlipat ganda dari Sang Kholiq…
    ini sama sekali bukan riya… cerita tadi adalah “tahadduts bin ni’mah”, yang mana perlu untuk dicontoh oleh orang2 disekitar kita.

    amien…
    semoga saja pembaca ngerti kak, so aku tidak dibilang

    riya

  10. hanhan says:

    saatnya berbagi untuk sesama di mulai dari hari ini…. selamat berbagi dan tak akan pernah rugi….

    yup, bener banget tuh

  11. Hei, Radesya. Ceritamu indah sekali. Inspiratif. Kamu mengalaminya langsung. Tidak sekadar menceritakan. Dahsyat, Desya! Dahsyat!

    cerita kakak jauh lebih indah, aku sekedar menceritakan saja kak
    kak… te-ri-ma-ka-sih😉

  12. geRrilyawan says:

    berbagi atau memebri emang nggak pernah rugi…
    kita juga harus ingat dan bersyukur akan segala pemberian-Nya….dengan memberi tentunya.

    yup…
    berbagi tak pernah rugi , dan mensyukuri nikmat-Nya itu sangat penting bagi kita kak, bisa memberi sesuatu pada orang lain itu sangat menyenangkan kak

  13. star says:

    Hi friend.. Nice cool post.. gud work.. Do visit my blog and post your comments.. take care mate.. Cheers!!!

    Hi, friend…
    thanks you visited my blog…

  14. sahabat…..blue bangga banget bersahabat denganmu jadinya. dan kamu tidak meriakan dirimu sendiri koq.
    met malam mingguan yach
    salam hangat selalu

    aku juga bangga bisa bersahabat denganmu blue…

  15. mel says:

    memberi dengan diniati dan ikhlas.akan membawa berkah.bener kan???

    yup…., bener banget

  16. depz says:

    teladan yg patut ditiru ya des🙂 GBU

    semoga kak…

  17. Ha bagus! bagus! hebat juga… kalo kebaikan selalu seperti ini aku juga mau.. kalo smua orang anggap kebaikan itu sebgai investasi dunia bakal jadi lebih baik.

  18. JIKA KITA INGIN SUKSES,TAUKAH RAHASIANYA??
    PERCAYA ATAU TIDAK,YAKIN ATAU TIDAK,BAHWA RAHASIA TERBESAR UNTK SUKSES ADALAH MEMBERI!!
    website yg sy rekomendasikan untk mendukung hal ini silahkan buka http://www.suksestotal.com
    Dan sy akan mengajak tmn2 semua untk membuktikan RAHASIA MEMBERI dgn gabung di PROGRAM SOSIAL SALING MEMBERI DAN MENERIMA.Silahkn kirim NAMA&ALMT LGKP ke 085793591694.
    Subhanallah..10 kali lipat minimal blsan dr apa yg sdh kt brikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s