Menghitung Bintang

Tiba-tiba saja HP-ku berdering, aku terlonjak kaget. Dari seberang terdengar suara seorang lelaki.

“aku udah di depan rumah, kamu turunlah!”

Siapa yang datang malam-malam begini pikirku. Aku segera beranjak dari tempatku dan berlari turun. Kudapati seorang lelaki dengan ransel dipunggungnya, kayaknya dia dari perjalanan yang jauh.

“Kau tidak nyasar datang kemari?” tanyaku
“Tidak”
“Naik apa tadi?”
“Naik kuda”
“Mana kudamu? ku tak lihat”
“Dodol! kau kira betulan?

Aku tertawa, dan lelaki itupun ikut tertawa. Ku persilahkan dia masuk , dan kita ngobrol banyak hal, tapi aku tak ingat apa yang kita bicarakan saat itu, aku bener-bener seperti amnesia, tak ingat sedikitpun. Yang ku ingat setelah itu adalah mengajakya menuju tempat favoritku.

“Ayo kita naik!”

Dia tampak ragu-ragu, tapi akhirnya mau juga mengikuti aku.

“Nah, ini tempatnya, di atap rumah”
“Hah?”, jawabnya terheran-heran
“Iya, aku suka sekali di sini”
“Kamu ngapain aja di sini?”
“Biasanya aku suka main gitar di sini, sambil lihat langit di atas sana, indah bukan?”
“Iya, indah sekali” jawabnya
“Kamu beruntung sekali, bidadari tidk sedang menangis hari ini, jadi kamu bisa melihat bulan dan bintang dari sini”
“Iya, dari kemaren hujan terus”
“Di tempatmu juga sering hujan?”
“Iya, kan lagi musimnya”
“Iya sih…”
“Mau kau kubacai cerita?” katanya
“Wah, senang sekali”

Kemudian lelaki itu mulutnya komat-kamit membaca cerita untukku. Aku mendengarkan dengan seksama.

“Eh…, tunggu, ku pernah baca tentang ini, The Old Man and The Sea kan?
“Iya, kau pernah baca ya?”
“Tentu saja, aku suka sekali, karya Hemingway kan? kapan-kapan ku mau tulis tentang dia”
“Owh ya?”

Lelaki itu tak lanjutkan ceritanya, dia menatap langit, dan aku mengikutinya.

“Kau suka pandangi langit dari sini? tanya dia
“Iya, hai… lihatlah bintang-bintang itu!” seruku
“Emang kenapa dengan bintang-bintang itu?”
“Aku suka hitung bintang-bintang itu tapi tak pernah berhasil”
“Hahaha” dia tertawa
“Kau tertawakan aku?, bagaimana kalau kita hitung bintang-bintang itu bersama-sama?”
“Boleh, kamu emang lucu”

Aku mulai komat-kamit mengitung bitang-bintang di atas sana, tapi lelaki itu hanya cengar-cengir. Aku tak tau apa yang dipikirkan.

“Nah, selalu saja seperti ini” ucapku
“Kenapa?, sudah selesai hitungnya? ada berapa?
“Aku tak pernah bisa selesaikan, di bagian itu aku sudah
hitung, tapi selalu muncul bintang-bintang yang lain”
“Hahaha…., kamu benar-benar lucu”
“Kau tertawakan aku lagi?”
“Karena kamu memang lucu”
“Ok, sekarang giliran kamu yang hitung bintang itu”

Dia tampak menghitung dengan suara yang keras, tapi hitungannya tak ada yang benar, karena memang disengaja seperti itu.

“Udah selesai?” tanyaku
“Belom”
“Aku juga hitung lagi”

Tiba-tiba saja aku merasakan ada sesuatu yang hangat di dahiku, sesuatu itu bergerak pelan, aku buka mataku dan..

“Kau udah tidak demam lagi nak” ucap mamaku

Waduh!! ternyata cumi…., cuma mimpi……, padahal ku belom tanya nama lelaki itu, tapi dah kebangun.

This entry was posted in kisah and tagged , , , . Bookmark the permalink.

31 Responses to Menghitung Bintang

  1. Huaaaaaaaaaaaa…………….

    hap! mingkem!

  2. Salam kenal mbak…

    salam kenal juga…

  3. Tak urung aku tersenyum-senyum sembari membayangkan apa yang ada di kepala Desya saat menuliskan postingan ini.

    Tak terlepas dari itu semua, cara penulisannya aku suka sekali. Hidup! Sangat hidup! Tampak sekali Desya suka membaca. Detail.

    ah, iya kelihatan dari sini, kakak lagi senyum-senyum🙂

    thx kak, tapi tak sebagus tulisan kakak
    aku memang suka baca kak..

  4. depz says:

    hah?
    cumi toh
    hmmm korban iklan nih😛

    iya, cumi-cumi😀

  5. anto84 says:

    salam kenal aja ya..salam balik

    salam kenal juga..

  6. tuyi says:

    Sungguh saya penasaran baca postinganmu…
    Ternyata kamu suka iklan juga ya…?

    sekarang dah nggak penasaran kak Pak?
    hihihi, cumi(cuma ikutan)

  7. RenXe says:

    emm….pantesan tas ranselku kucari ngga ada…
    ternyata masih ketinggalan di rumahmu ra, pas lagi ngitung2 bintang di atap tiba2 kamu pergi trus pintu rumahmu dikunci jadi ga bisa kuambil😀

    hahaha…
    wah iya kak…

    kapan diambil ke rumah?

  8. shofiyah says:

    Assalamu’alaykum
    Adek.., kangen.., kangen.., kangen
    tambah dek kesamaan kita suka lihat bintang di loteng (tapi klo aku ga pake hitung segala)

    Alaikumussalam kak…

    aku juga kangen ma kak Sofi

    owh ya? suka naik loteng juga? wah kita banyak kesamaan ya kak..

  9. casual cutie says:

    hitung bintang bintang di langit…1…2…3…4…5…. ……. …… ZZzzzzzZzzZZzzz

    hihihi….

    yang keras mbak hitungnya

  10. cantigi™ says:

    when a thousands starlight on the skynight burning your heart, he will stand beside you, everywhere you are. ciieeee..

    cieeeeeee, nice word…

  11. achoey says:

    Dik, sudah berapa banyak bintang yang berhasil kau hitung
    Pilihkan saja satu untukku
    Itu sudah cukup kok🙂

    Semangat!

    Iya kak, ntar aku pilih satu buat kakak
    tunggu ja kak…, aku akan meraihnya🙂

    yup!

  12. Rian Xavier says:

    Menghitung bintang? Dulu sudah pernah hitung tapi ga bisa. Hehehe.

    nah! itu dia ku nggak bisa juga

  13. Hejis says:

    Oh! Ternyata hobi naik ke atap… pantes aja banyak genting yang bocor… ha…ha…
    Salam kenal mbak, semoga sehat kembali…:mrgreen:

    hihihi, iya pak…, wah maaf kalau gentingnya jadi pada bocor, ku nggak sengaja…

    salam kenal pak…, semoga sehat selalu juga

  14. anto84 says:

    Wah kalau gentingnya bocor bisa dmrhn ma bokap lo

    hihihi, nggak koq…

  15. shofiyah says:

    hi hi iya dek banyak…,
    semangat yah ^_^

    wah, kita sejalan ya…
    yup semangat!

  16. omoshiroi says:

    mungkin lain kali ngitungnya pake kalkulator, sapa tau kelar tuh ngitungnya..hoho,,
    ^kaya yg d pilem mr.bean,ktk dy gbsa tdr..trus ngitung domba pke kalkultor,tdr dh dya^

    hihihi…., boleh juga tuh..

    kakak dah pernah coba belum?

  17. itmam says:

    he,,he,,he,, red pinter banget bikin postingan… kmu lucu… [ikutan kaya lelaki yang ada di dalam mimpi😉 ]

    yah…., kakak ikutan juga bilang aku lucu…, btw banyak yang bilang aku lucu sih😉

  18. tandud says:

    hehehe,,,,

    kok jadi iklan yah???

    Hohoho,,,,

    Maen yahh ke blog tandud,,,,

    hehehe, heran deh, koq pada bilang iklan semua sih

    iya, ntar ku maen ya..

  19. jah, iklan terselubung nih…😆

    bukan iklan koq…

  20. setelah dihitung, diulang lagi, dihitung lagi, terus menghitung……bintangnya cuman 7 ya? ngaburrrrr……

    hihihi, Bapak mesti hitung ulang deh, masak cuma 7 sih?

  21. bedh says:

    bintangnya banyak banget yah?
    jadi nggak usah takut kehabisan
    huhuhuhuhu

    iya, sampai bingung hitungnya

  22. INDAH REPHI says:

    menghitung bintang itu sm spt menghitung jerawat diwajah:mrgreen:

    masak sih mbak? nggak juga coz ku belom pernah berjerawat😉

  23. q juga suka menghitung bintang bila kesal…………..nikmat bnaget apalagi saat tiduran diatas gebting.
    sennag rasanya.
    salam hangat selalu

    wah, kamu juga suka hitung bintang? ah iya, temapat favorit aku memang di atap gitu, dekat dengan jemuran. Kalau malem suka lihat langit dari atap, seneng banget rasanya

    salam hangat juga

  24. goenoeng says:

    belakangan ini, jangankan menghitungnya, melihatnya pun sepertinya agak susah. soalnya, selalu tertutup mendung, habis itu hujan. yaaah…

    iya kak Goen
    memang lagi musimnya

  25. septa says:

    wah bisa maen gitar juga Ra ?

    baru tahu kalo hujan tuh air matanya bidadari
    jadi bayangin segede apa mata tuh bidadari🙂

    aku gak suka mengitung bintang, tapi
    SENYUM ku selalu merekah saat melihat bintang🙂

    makanya kalo minum es jangan banyak2 masak abis
    3 mangkok, jd demam kan hihihi

    eh iya aku abis 4 mangkok yah, sory deh wikikiki

    salam hangat dan SENYUM terindah🙂

    hihihi, nggak begitu bagus maen gitarnya koq

    wah, baru tau ya?

    iya, kulihat senyummu itu telah menghiasi blog aku

    eit…, bukan banyakan minum es koq, tapi maen ujan, jadi demam deh

    salam hangat juga sep🙂

  26. Shofiyah says:

    Hmm..,
    Bintang..,
    Aku ingin melihatnya sekarang..,
    Sinarny yg berpendar..,
    Dek ap anti goldar O?!
    Penasaran mode on

    kakak, keluarlah sekarang
    lihat di atas sana! ada bintang yang berpendar sangat terang

    aku goldar-nya B kak

  27. cerita yang bagus… kebanyakan nonton tv ya? hahaha

  28. marshmallow says:

    walaupun belum sepmpat menanyakan nama, tapi wajahnya masih ingat kan? ahuhu…

    desya, kamu kirim email ke alamatku di sini aja tentang sirkumsisi itu, ntar aku usahakan membalasnya.
    saat ini aku sedang perjalanan ke luar kota, kalau aku sempat akan kutulis jawaban pertanyaan-pertanyaan desya.

    hihihi, kakak tau aja, iya sih masih ingat wajahnya😉

    iya kak, thx banget ya kak

  29. wahhh .. saat membaca awal saja aku sudah bisa menebak siapa penunggang “kuda” itu … siapa lagi petualang dg kata dodol hahhahahahahahhahaha …
    bener kan desya …???
    mas dodol gi dimana yah ? setelah surabaya kemana yah ? hahahhahaahhah

  30. nafisa says:

    ah sayang cumi
    cuma iklan……. he he he
    salam kenal yah mba…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s