Menunggu

Bagi kalian mungkin menunggu itu suatu perbbuatan yang paling menjengkelkan atau mungkin menjenuhkan. Ada banyak imaginasi di kepala saat kita sedang menunggu. Ada banyak cerita saat kita sedang menunggu juga ada berbagai rasa yang silih berganti dalam hati kita. Menurutku menunggu itu suatu pekerjaan yang mengagumkan, karena itulah bentuk usaha tertinggi yang bisa dilakukan manusia.

Sadarka kalian bahwa seluruh dari kita ini tak lebih adalah kaum penunggu. Kita ini memang sedang menunggu. Aku menulis juga sedang menuggu, ya tentunya menuggu komentar-komentar dari kalian. Kita juga sedang menunggu saat-saat kematian itu datang pada kita. Dan kita tak pernah tau kapan saat itu datang pada kita. Maka di dalam caramu menunggu itulah terletak martabat hidupmu. Berbuat amal kebaikan itu yang mesti kita lakuakan dalam menuggu. Coba kalian perhatikan pedagang-pedagang di pasar tradisional. Pekerjaan mereka setiap hari juga menunggu. Tentunya mereka sedang menunggu para pembeli dagangan mereka. Aku pernah amati pedagang sayuran di sebuah pasar, seorang nenek tua yang masih giat bekerja, nenek yang tak pernah merasa lelah menunggu. Saat itu, kebetulan aku juga sedang menuggu, di dalam aku menunggu , aku mencoba mengamatinya.

Mungkin nenek ini sudah bertahun-tahun menjalani profesinya sebagai pedagang sayuran, aku lihat matanya menerawang jauh ke depan, tatapan mata yang kosong, kadang sesekali menoleh ke arah dagangannya. Entah apa yang ada dalam benaknya, mungkin dia sedang berharap ada pembeli yang membeli dagangannya. Tentu saja Alloh itu maha memberi rizki, setiap hari tentu ada yang membeli dagangannya. So…, menunggu itu menakjubkan bukan? Nenek itu hanya menunggu dan menunggu dengan tanpa lelah. Akan lain ceritanya jika nenek itu menunggu dengan disertai perbuatan yang tidak baik. Misalnya saja menunggu dengan menyebar gosip kalau sayuran yang ada di pasar itu mengandung racun dan Cuma sayuran dari sang nenek yang tidak, maka sudah tentu sang nenek sudah mendapat cap : kaum rendah perilaku. Demikian juga kita jika berbuat hal yang sama.

Betapa hebat nenek ini, betapa tangguh nenek ini pikirku, yang dilakukan hanya menunggu dan menunggu. Tak peduli pada apapun yang terjadi, dan di saat menuggu inilah terjadi dialog paling intensif antara manusia dan keterbatasannya. Aku juga merasakan hal yang sama, mungkin juga kalian semua juga merasakannya. Contoh kecil saja, saat kita sedang menunggu balasan SMS dari seseorang. Otak yang ada dalam kepala kita tentu sudah berputar-putar. “sedang apa ya, koq nggak di balas-balas” atau “apa sedang terjadi sesuatu”, pokoknya banyak sekali asumsi kita saat menunggu, dan inilah seni dalam menunggu. Maka menunggu, sesungguhnya adalah kegiatan yang harus dilakukan dengan perasaan gembira. Karena, itulah saat paling menguji mutu kita sebagai manusia. So, bagi siapa saja yang sedang menunggu (ada nggak ya yang menunggu aku?), lakukan dengan gembira dan bersemangat.

Saat-saat terberat dalam hidupku adalah saat aku sedang menunggu pengumuman ujian saat SMA kemaren. Ada ketakutan yang teramat sangat, gelisah tiada menentu. Aku takut sekali kalau-kalau tidak lulus ujian, atau saat aku ikut UMB, ketakutan yang sama. Takut tidak lolos gitu. Tapi waktu saatnya tiba dan ternyata aku bisa menjadi…, ah tidak usah diteruskan. Ada perasaan bahagia, gembira tiada tara. Mungkin kegembiraanku saat itu melebihi gembiranya Presiden Amerika Serikat Barrack Obama. Sekali lagi, betapa menunggu itu sangat menakjubkan sekali, lebih menakjubkan dari apapun yang ada di dunia ini. Selamat menunggu😉

This entry was posted in Kehidupan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

28 Responses to Menunggu

  1. menunggu komen? ni aku komen ^^ ku juga sering nunggu…. bahkan kayak dicuekin hahaha. aku termasuk orang sabar kok, apalagi soal menunggu. pernah aku menunggu lamaaaa banget, duduk2 kayak orang bego… ya menunggu itu emang pasif sih…

    aku juga orangnya gak enakan, kalo ada yang rebutan apa gitu aku gak enak nyerobot… aku malah nunggu sampai orang-orangnya dah habis baru giliranku. kenapa sih di sini gak ada budaya antri gitu? menyebalkan!

  2. itmam says:

    hanya sedikit orang yang menganggap “menunggu adalah pekerjaan yang menyenangkan”.
    aku termasuk kebanyakan orang…😀 yang menganggap menunggu adalah hal yang paling menyebalkan… tapi… lihat dulu konteksnya seperti apa? kalo menunggu sesuatu hal yang belum [atau bahkan tidak] pasti, itu yang membuat jenuh, apalagi kaitannya dengan orang lain, hhmmmm… paling menyebalkan jika harus bergantung pada orang lain😀
    tapi kalo menunggu sesuatu yang pasti… [contohnya banyak] mungkin harus bersabar, namanya juga pasti, jadi pasti dapet giliran dong..😀

  3. itmam says:

    @ bukancowoksejati
    untung ditempatku [cairo] ada budaya antri [walaupun terkadang banyak yang suka nyerobot gitu], bahkan orang asia [terlebih indonesia] terkenal paling tertib dalam menunggu giliran, baik itu untuk ngedapetin diktat kuliah, ambil kartu mahasiswa, pokoknya wong indo paling tartib jika dibanding penduduk sini😀

    • masa sih… temenku itu lho, nyebelin…. kami kan lagi ngantri, pas aku dah mau dapet, eh dia nyerobot! ya ampun…. kayak gak berperasaan aja, apa dia gak liat aku karena terlalu gelap kulitku?

  4. depz says:

    menunggu…
    hmm sepertinya tidak semuanya suka
    yang pasti itu ujian kesabaran
    buat aku sendiri, aku sepertinya belum lulus “ujian” ini

  5. kezedot says:

    blue akan selalu menanti kehadiran serta hangatnya persahabatan kita……………
    salam hangat dalam dua musimnya blue ya

  6. Raffaell says:

    Menunggu, aku pernah menunggu berjam jam di stasiun cman untuk menunggu kedatangan cewe mengambil bocoran soal ujian nya, trus aku ga jadi deketin tu ce dan ce itu ga enak sendiri akhirnya

  7. RenXe says:

    ya, memang, menunggu itu hal yang paling menyebalkan.

    tapi ada kalanya menunggu lebih menyenangkan daripada saat menerima kedatangannya. misalnya, menunggu datangnya tugas baru. saat tugas bener2 diberikan, ternyata susah banget untuk dikerjakan…nah kalo udah gitu mending aku nunggu aja selama2nya..

    hihihi….😀

  8. septa says:

    menunggu kedatangan rara di rumah septa🙂

    gimana hasilnya Ra wah kayaknya bagus yah….

    ikut bahagia deh 😛

    -smiley man-

  9. masih ku nanti hadirmu disini,sahabat
    salam hnagat dalam dua musimnya blue

  10. han han says:

    menunggu….?

    tergantung dari sisi mana kita melihatnya dan tidak semua “menunggu” itu tidak baik / jelek kok. malah bisa menyenangkan seperti saat kita menunggu gaji hahaha….

  11. pagi sahabat.
    semoga indah harimu
    salam hangat dalam dua musimnya blue

  12. yakhanu says:

    ada menunggu yang tidah menyebalkan..
    menunggu kedatangan si kecil ,ya kan?? hehehe

  13. anny says:

    Menunggu pekerjaan yg semua orang gak suka, tapi kalo kita ditunggu juga gak enak ya?
    Jadi kita harus tepat waktu jika ada acara , usahakan

  14. Hejis says:

    Lagi menunggu aku ya mbak? Gak usah. Ini aku dah datang..he..he…
    Maaph telat datangnya😀

  15. an9el says:

    menunggu adalah sesuatu yang surprise 😀

    tetaplah menunggu dan menunggu hingga akhir waktu😀

    salam

  16. meski abang sedang sibuk hingga tak bisa gabung
    namun blue harap abang mau ke gardunya blue yah………
    salam hangat selalu

  17. genial says:

    apanya yg gk bisa kang😦 ???
    btw… thnx for comin’,…

  18. kahfinyster says:

    sekarang aja kita semua lg nunggu,,

    nunggu ajal,,hhe,,

  19. bedh says:

    huhuhu saya seneng dengan kalimat kaum penunggu itu.
    keren.

    menunggu memang merupakan kegiatan yang selalu kita lakukan kadang seneng kadang juga nggak enak banget palagi kalo gi nungguin sendirian. saya suka nelp kalo gi nunggu. biar nggak terlalu ngebosenin.

  20. shofiyah says:

    Subhanalloh kalimat adek selalu menyentuh.,
    selalu indah
    ^_^

  21. tandud says:

    hehehe,,,,

    mnunggu ntu emang hal mmbosankn,,,

    males banget dah kalo dah d suruh nunggu ssuatu,,,
    hehehe,,,,

    maen yahh k blog tandud,,,
    ada yg baru,,,

  22. kezedot says:

    bang.
    met malam
    semoga malamnya menyenangkan heheh….
    salam hangat dalam dua musimnya blue

  23. radesya says:

    @bukancowosejati
    wah, kamu penyabar juga ya…, orang yang sabar itu bagus lho…
    hahaha, kayak orang bego?

    budayakan antri mulai dari diri kamua ya..

    @Itmam
    iya kak, menunggu yang pasti lah, kalua yang nggak pasti itu namanya sia-sia ja…
    tapi kita ini memang sedang menunggu koq..🙂

    @Depz
    belom lulus ya kak? tapi udah lulus ujian SIm belom?😀
    *kagak nyambung ya*😀

    @kezedot
    iya blue, sahabatku…

    @Raffael
    lho kenapa nggak jadi?

    @Renxe
    hihihi…., banyakan tugas ya kak? kalau menunggu gaji mau?

    @Septa
    lho, kemaren aku ke rumahmu, tapi kamu nggak da sep…

    @Dobleh Yang Malang
    iya sobat…

    @Han Han
    hehehe…
    ini yang kakak nantikan ya?

    @Dobleh Yang Malang
    malam eh, pagi.., eh malem😀
    thx sobat…

    @Yakhanu
    aih…, kakak koq baru kelihatan, apa kabar? lagi nunggu si kecil ya?

    @Anny
    yup…, setuju!🙂

    @Hejis
    iya Pak…, thx ya dah dateng

    @An9el
    menunggulah ya.., kita sama-sama menunggu.

    @Kahfinyster
    yup, betul, aku juga nunggu itu koq

    @Bedh
    iya kak, kita ini memang kaum penunggu. Bener tuh, lakukan dengan gembira salah satunya ya dengan nelpon itu

    @Shofiyah
    Aduh kak, thx banget ya kak

    @Tandud
    tunggulah, aku akan datang ke tempatmu..

    @Kezedot
    koq bang sih
    aih…., selamat malam blue…

  24. geRrilyawan says:

    nunggu sambil nyambi pasti nggak membosankan…

  25. Mr. Momod says:

    Menunggu itu teteup membosankan…….. 😦
    tapi….. yang menyenangkan adalah pada saat ‘akhirnya’

  26. kaka says:

    menunggu memang menjemukan… cewekku juga gitu, katanya menunngu itu memang tidak menyenangkan. jadi ditinggalin dech aku…hahahaha…

    wah kamu sih…, makanya yogi jangan gitu lagi…
    btw masih banyak cewek lain koq, kamu jangan patah semangat ya
    ganbatte kudasai!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s