Dengarlah

images

kubaringkan letihku pada segudang tanya
berbantal jam dinding tak bernyawa
melihat wajah Ibu yang kuyu…
mungkin telah lelah menunggu…
munngkin juga ingin marah
namun hati dan rahimnya mencegah

dengarlah…
suaraku tercekat
pada dinding dinding dan sekat
tak pernah lagi bisa keluar dari bibirku…
yang kelu…

secangkir kolosi pahit menemaniku
aku sudah tak bisa lagi merasa
ujung lidahku telah mati rasa
hanya pahit itu yang ter-ecap
dan mataku hanya bisa mengerjap

lihatlah tubuhku…
bagai rumpun belulang tua berwarna gundah
dan otot liat yang menutup celah
ketika malam, aku menjadi ngengat
dengan sayap lebar, namun memilih diam
mataku tak bisa lagi terpejam

aku tak bisa…
aku lunglai…
kantung lelah lelah dan kesah makin bersemai

lihatlah…
aku sudah tanpa daya
hanya menunggu segera binasa
dan bakteri pengurai akan segera berpesta

This entry was posted in Puisi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

21 Responses to Dengarlah

  1. hilman says:

    “lihatlah…
    aku sudah tanpa daya
    hanya menunggu segera binasa
    dan bakteri pengurai akan segera berpesta…”

    ….terima kasih atas hentakan ini jeng…

  2. Arri says:

    sudah menjadi antrian yg pasti setiap diri menunggu panggilan ILLAHI

    Tiada rasa lelah,resah dan gundah akan diri dan hati tuk berusaha selalu berbakti dan mengabdi di jalanNYA yg suci…

    Walau rintangan dikehidupan ini sering datang menghujam dan menghadang

    Tetaplah tegar,menerjang dan terus melenggang…

    Menuju jalanNYA..
    Jalan yang suci untuk kembali pulang…

    ***

    Yang sabar dan tetap semangat ya dik!

    Dengan kesedihanlah kita bisa mendengarkan suara hati kita yg smakin lirih,yg slalu merindukan akan rasa syukur dan Hidayah serta Inayah dari NYA

    ***

    Tlng di Mfkan ya dik,jika ada banyak kesalahan kak ari selama ini
    dalam ber UCAP dan ber SIKAP

    Bersinarlah Mentari..!,jgn takut tertutup oleh awan,teruslah sinari awan itu,maka dia akan menjadi hujan yg dibutuhkan!

  3. waduh waduh puisi lagi puisi lagi…. aku selalu saja tidak bisa mengerti yang kayak ginian…. oh ya, kelupaan nanya dari dulu… kalo buat puisi itu apa kamu liat kamus gitu? soalnya ada kata-kata yang sama sekali belom pernah aku dengar… gak tau pula apa artinya…

    btw, aku tarik kata-kataku soal yang dulu aku pengen mati aja, coz ternyata pekerjaanku di ladang Tuhan di dunia ini belum beres. ntar di dunia selanjutnya aku gak diterima lagi di rumah Tuhan. jadi aku mau bertobat dan jadi orang baik dulu untuk beberapa saat sebelum nanti dipanggil Tuhan

  4. HERU says:

    Hijau daun melambai sunyi hati
    Embun meneteskan senyum bak intan kejujuran
    Enyah dari sebuah mimpi sunyi
    Membuka mata untuk melihat kilaunya mentari.
    Selamat pagi…

  5. kahfinyster says:

    hmmm,,gue ga bisa ngomong apa2,,

    cuma bisa bilang kalo puisinya keren,,

    hhehehehe,,

  6. tandud says:

    waduh,,

    mnusuk banget,,,

    wahay pngurai,, biarkanlah mayatku tenang,,,
    jgn makan mayatku,,

    tandud ini penuh dosa,,,
    hmmm,,,,

  7. Shofiyah says:

    Subhanalloh!
    Hanya bs bergumam Dahsyat..,;-)
    Kerenz dek!
    *dan bwt muhasabah sudah cukupkah bekal yg qt bawa?!

  8. kezedot says:

    tidak!
    ujung lidahmu tak terasa mati jika selalu saja kau sebut nama Tuhanmu dan engkau,duhai pemilik wajah dan hati yang serumpun dengan embunnya pagi hari .
    Dan engkau tak akan terkena bakteri saat engkau menyapa sang harimu dengan penuh keikhlasan dan tentu saja memanggil……………..blue! (nama yg ini kagak penting x.)
    Selalu senang yrasanya blue menerima segala postingan yg beda dari biasanya
    salam hangat dalam dua musimnya blue

  9. geRrilyawan says:

    jangan menunggu untuk binasa…
    isi waktu dengan blogwalking ria.

  10. itmam says:

    kelihatannya tragis…😀
    ato aku yang salah mengerti???

  11. bokers says:

    waw,,,

    benar benar menyentuh,,,

    keren euy,,,

    salam kenal,,,,

    mampir jugak ya k blog boker,,,

  12. radesya says:

    @Hilman
    terimakasih juga kak, dah baca hentakannya

    @Arri
    iya, thx ya..
    dimaafin apa ya? nggak ngerti deh
    tapi kalau ada kesalahan udah pasti sesama manusia saling memaafkan

    @Bukancowosejati
    hehehe, aku nggak pernah pakai kamus untuk bikin puisi, Mungkin harus banyak baca ja biar kaya kosakata. Puisi itu lahir dari hati sesuai apa yang kita rasakan

    Iya syukur deh, semoga kamu bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi ya, aku turut seneng koq
    bertaubatlah dengan sungguh-sungguh ya

    @HERU
    met malem kak
    mentari di pagi hari memang indah ya

    @Kahfinyster
    terima kasih, ini kamu dah bisa ngomong kan?

    @Tandud
    apa merasa tertusuk?
    semoga kamu panjang umur dan berbuatlah yang baik ya

    @Shofiyah
    thx kak, ini masih belajar
    aku merasa masih banyak dosa kak, mungkin bekalku belom cukup. tapi kalau dah saatnya mesti dipanggil aku ikhlas koq

    @Kezedot
    Thx ya Blue sahabatku..
    kamu orang baik, semoga akan tetap menjadi orang baik
    disetiap tarikan nafasku, selalu ku sebut nama Tuhanku…

    @GerRilyawan
    yup kak..

    @Itmam
    memang tragis kak…

    @Bokers
    terima kasih

    salam kenal juga ya…
    iya ntar ku mampir..

  13. goenoeng says:

    aha, siapa bilang Desya tak pandai merangkai kata ?

  14. depz says:

    manusia memang mahkluk lemah
    hanya karena DIA yang menguatkan

    *btw, ini toh puisi yg km blg kemaren?
    Geniuss!!!🙂

  15. kezedot says:

    sore sahabat…………
    menyenangkan dan selalu indah harimu di setiap tarikan nafasmu……..amien!
    salam hnagatd alam dua musimnya blue

  16. Keren.
    Saya suka diksinnya, terutama pada permainan rimanya.

    ~tragis bener nasib si aku: tanpa semangat.

  17. malam……..semoga menyenangkan waktunya
    datang ke gardu blue yah meski u sedang sibuk jadi tak ke gardu….hehehe.

  18. Hejis says:

    Wah bagus ya rangkaian kata-katanya sampai menikmati baca ulang. Kok ya bagus. Kok ya cantik….

  19. radesya says:

    @Goenoeng
    apa aku pandai merangkai kata?

    @Depz
    iya kak, hanya Dia yang bisa menguatkan kita
    thx ya kak…

    @Daniel Mahendra
    yup…

    @Kezedot
    sore juga…
    Thx ya blue sahabatku

    @Agung Firmansyah
    Thx kak Agung.., masih belajar kak
    iya, aku memang tragis

    @Dobleh Yang Malang
    malem juga Blue..
    Iya, tunggu ya..

    @Hejis
    Thx Pak…
    Masih belajar koq, tapi rangkaian kata Bapak lebih bagus lagi lho🙂

  20. nisa says:

    nisa jadi merenung mode on niyh..😀 SEMANGAT!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s