Rasa

Lama sekali tidak menulis, rasanya kangen sekali untuk menulis. Ternyata aku nggak bisa berhenti untuk menulis. Ada kerinduan untuk selalu berbagi meski cuma lewat tulisan saja.

Angin berhembus sepoi-sepoi dalam petang, tak ada lagi yang tinggal kecuali berkas-berkas cahaya yang terang menerobos celah-celah awan. Setitik cahaya melintas di atas pusaran biru langit yang mulai menghitam berganti cahaya bintang gemerlap bertaburan. Butuh beberapa saat untuk bisa mengenali setiap nama bintang. Angkasa begitu luas tak bertepi. Menawarkan berjuta keindahannya.

Planet-planet berputar dalam orbitnya, lalu entah dari mana datangnya ada cahaya lain yang berpendar lebih terang dengan ukuran lebih besar bergerak sangat cepat seperti keluar dari orbitnya, melesak dan jatuh entah dimana. Mungkinkah itu yang disebut bintang jatuh? Dari cerita yang pernah aku dengar, jika melihat bintang jatuh maka kita bisa mengucapkan sebuah permohonan kepada Tuhan, dan Tuhan akan mengabulkan permohonan kita. Entahlah cerita itu benar atau cuma mitos saja. Yang pasti aku juga mengucapkan sebuah permohonan, lebih tepatnya berdoa. Tak ada salahnya jika aku berdoa, meskipun berdoa itu dilakukan tidak saja saat melihat bintang jatuh. Dan semoga Tuhan mengabulkan doaku malam itu.

Malam terasa lebih indah, mungkin aku tak akan bisa melewati malam yang indah seperti malam ini, karena dalam kegelapan, bintang nampak bersinar lebih terang. Aku merenung ditepian malam, mempelajari setiap bait hidup yang telah aku lalui. Seperti bintang-bintang yang belajar berpendar, seperti anak burung yang belajar untuk terbang, kadang jatuh kemudian mencoba terbang kembali. Begitulah hidupku yang tujuh belas tahun sudah aku lalui. Kadang aku tersenyum bahagia, kadang juga menitikkan air mata. Seperti pagi tanpa rona senja. Ada siang dan juga malam yang selalu beriringan. Semua kembali dan bermuara pada kehidupan.

Hidup itu terasa indah karena kita mempunyai rasa, ada sedih dan gembira karena kita mempunyai rasa. Aku bisa menulis juga karena memiliki rasa, apa yang aku tuang semua dari rasa. Dan rasa yang paling indah itulah yang disebut cinta. Ada juga yang bilang kalau cinta itu sangat manis, seperti kalau kita sedang makan coklat. Saat coklat itu melelah akan meninggalkan rasa manis sehingga kau tak akan bisa membedakannya dari kegetiran. Dan cinta itulah yang bisa memberi semangat dalam kehidupan tapi cinta juga bisa membuat hidup jadi binasa. Semua tetap bermuara pada rasa. Memang seperti itulah rasa. Ada manis, pahit, getir, asam juga asin. Ada bahagia, ada sedih, ada tawa dan ada tangis. Kadang rasa itu bercampur jadi satu.

Saat rasa itu terjalin dengan orang yang kita sayangi, maka kita bisa merasakan apa yang dirasa oleh orang yang kita sayangi. Seorang ibu akan merasa gundah gulana saat buah hatinya sakit padahal buah hatinya berada sangat jauh darinya. Seorang kekasih akan merasa sedih saat kekasihnya mengalami sesuatu. Semua itu terjadi karana ada jalinan rasa yang di sebut cinta, kasih sayang. Rasa itu tumbuh dari hati, jadi semua orang yang memiliki rasa pastilah berhati. Dan jika kita telah mati rasa, maka itu tandanya kematian telah menghampiri kita.

Dan aku tak tau dengan apa yang aku rasa saat ini. Ada kebahagiaan dan sekaligus kesedihan dalam rasaku. Mungkin inilah hidup, semua ada rasa yang berbeda dalam setiap detiknya. Dan setiap hembusan udara yang masuk dalam tubuh kita juga bisa memberi rasa yang berbeda pula. Kadang aku merasa rindu, benci, kadang juga merasa sayang dan penuh kasih.

This entry was posted in Kehidupan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

49 Responses to Rasa

  1. wah tulisannya menarik… aku jadi terbawa bayangan saat membaca tulisan ini. ada kalimat yang mengajak kita mengenali situasi yang kamu rasakan. hmm… apa sih permintaanmu? ^^

  2. shofiyah says:

    kita berpeluk kata
    tulis tiap kata
    tiap makna
    agar resah tak lagi mendera..,
    kita semakin seirama dek,, ^_^

  3. Ra bakat menulisnya bagus, kembangkan terus…
    Rasa sayang akan lebih lekat dikala kita saling mengenal satu sama lain (“,)

    • radesya says:

      Terima kasih kak, aku masih belajar mengungkapkan lewat tulisan saja..
      Iya, benar kak.. rasa sayang tak akan tumbuh kalau kita tidak saling mengenal. Bukankah ada istilah ‘tak kenal maka tak sayang’🙂

  4. berdo’anya ga usah nunggu bintang jatuh ra.. ^^
    Dia (Alloh) maha mendengar lagi maha mengetahui..

  5. achoey says:

    rasa memang abstrak
    sulit diungkapkan,apalagi dituliskan

    tapi yang kutahu
    kau adalah sosok pandai memanaj rasa

    adikku
    salam semangat selalu

    A baru gadang nih🙂

  6. itmam says:

    beginilah kalau tulisan terlahir dari hati,
    bahasanya mengalir indah.
    tetap semangat ra!! ^_^

  7. itmam says:

    hmm.. pada alinea terakhir… rara merasa rindu, benci dan kadang penuh kasih sayang.
    rara lagi rindu gunung?🙂
    kasih sayang untuk mama kan?
    nah kalo benci gmn tuh ra?
    atau benci pada diri sendiri, karena selalu tidak bisa menjadi yang sempurna? sudahlah, manusia hanya bisa berusaha kok!

    • radesya says:

      Rindu gunung sudah pasti. Aku selalu rindu pada alam..
      Kasih sayangku tercurah untuk mama dan pada semua orang yang telah sayang ma aku..

      Benci? Hmm.., aku benci sama orang yang patut dibenci. Tapi benci termasuk penyakit hati, so.. aku berusaha untuk tidak membenci…

      Hee..,tak ada niat aku untuk menjadi sempurna kak. Kesempurnaan hanya milik Alloh. Aku sadar betul itu..

  8. fanz says:

    rasa itu memang bikin hidup kita lebih indah
    tapi juga bisa bikin kesel😀

  9. geRrilyawan says:

    rasa bikin hidup makin lengkap…dan itu yang bikin kita hidup. boleh me”rasa”kan apapun ra…cuma nggak boleh terlalu lama sampe tenggelam di dalamnya. sedih nggak boleh lama-lama, seneng-pun juga jangan kelewatan …

    stuju opo ora?

  10. depz says:

    yang pasti aku ga suka rasa pedas dek😀

  11. Alex says:

    dekatilah DIA Sang Pemilik rasa itu….niscaya kita akan bahagia…….

  12. septa says:

    Saat rasa itu terjalin dengan orang yang kita sayangi, maka kita bisa merasakan apa yang dirasa oleh orang yang kita sayangi.

    aku banget🙂

  13. Aden Kejawen says:

    KLARIFIKASI MONEY POLITIK PKS

  14. DIAJENG says:

    Assalamualaikum🙂 ada bingkisan khusus buatmu di blog diajeng..tolong diambil ya ra🙂

  15. untuk mengetahui apa rasa dari “rasa”, maka satu-satunya cara adalah dengan merasakan “rasa” itu sendiri..
    selamat ber-rasa rasa ria..
    ^_^

  16. aRai says:

    bacanya sambil menganga ne …. *busyet*

  17. hanhan says:

    Rasa akan dapat dirasakan bila telah menyentuh hati manusia

    Selamat malam Radesya…..

  18. malam.
    karena rasa itulsh ysng bikin blue ingin selalu menanti postinganmu………dan RASAkan semua bintang emanggil namamu terbang ke awan………………..
    selamat malam
    selamat tidur
    mimpi indah ya malam ini
    salam hangat selalu

  19. ArtaSastra says:

    Wew..
    Hidup memang penuh..
    Dgn masalah yang menyenangkan..
    Bukan begitu bro..😉

  20. kawanlama95 says:

    blog yang mempunyai rasa ,ya rasa yang sejuk, indah dipandang,wah kalo ada musik yang lembut tambah enak nih.oke salam kenal ya .Ini aku yang baru pertama kali datang kesini.Moga selalu punya rasa yang sejuk.Thanks ya

  21. HERU says:

    _SELAMAT PAGI TEMAN LAMA… MAAF YA JARANG OL SKARANG. TAPI TE2P AE PUISIMU CAKEP2… CIYE2… HE3X… UDAH MANDI BLUM? CPETAN MNDI YA… UDAH SIANG…

  22. nenyok says:

    Salam
    Ya rasa akan sangat menentukan suasana hati kan Ra, so rasa apapun itu nikmati dengan hati yang lapang dan akan ada damai disana.

  23. mahardhika says:

    alhamdulillah aku masi punya rasa……
    Pagi rara, semoga cerah hari mu🙂 …….

  24. Mal says:

    Rasa hanya diujung lidah setelah masuk tenggorokan semua sama.
    rasa adalah syukur dan ikhlas maka rasa begitu indah.

    • radesya says:

      Iya Om, rasa memang diujung lidah. Tapi itu kalau kita memang sedang makan sesuatu, tapi rasa yang sebenarnya ada di hati kita..
      Iya, dengan bersyukur dan ikhlas kita bisa merasakan keindahan

  25. Dan aku tak tau dengan apa yang aku rasa saat ini. Ada kebahagiaan dan sekaligus kesedihan dalam rasaku. Kadang aku merasa rindu, benci, kadang juga merasa sayang dan penuh kasih.

    Mengapa begitu? Gerangan rasa apakah yang sedang kau kandung, duhai Meong Kecil?
    Jika melahirkan kebahagiaan tiada tara, namun sekaligus duka nestapa di dalamnya…

  26. Afdhal says:

    yahh…gara2 baca ini, aku jadi gak punya rasa deh…
    terhanyut : mode on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s