Nama Panggilan / Nick Name

Kata Shakespere “What is in a name?”, Apakah arti sebuah nama?, bagiku nama itu sangatlah berarti, karena nama adalah sebutan panggilan bagi kita yang membedakan kita dari orang lain. Nama juga bisa menunjukkan identitas , latar belakang mungkin juga status sosial kita. Bisa juga menunjukkan dari mana kita berasal. Misalnya saja nama Bambang, nama itu sangat umum untuk sebutan orang Indonesia. Nama Paijo, Joko, Inem, Juminten, biasa untuk orang Jawa. Atau nama Ketut, Made, Nyoman sudah tentu nama itu berasal dari Bali. Teuku, Cut untuk sebutan bangsawan Aceh. Nama Muhammad biasa menunjukkan kalau dia Muslim, nama Eduardo biasanya menunjukkan kalau dia Kristen, dan masih banyak lagi contohnya. Bahkan binatang-pun sekarang tak kalah dengan manusia. Banyak pemilik binatang yang memberi nama untuk binatang peliharaannya. Kelinciku aku kasih nama “Putih”, kura-kuraku aku kasih nama “Edo”, bahkan boneka-boneka aku juga punya nama lho…

Dari setiap nama yang diberikan pasti selalu ada nama panggilan sebagai pengingat. Nama panggilan biasanya berasal dari sisa masa kecil, kadang nama panggilan ini akan terus terbawa hingga dewasa. Nama panggilan akan menjadi pengingat bahwa sesorang tidak selalu memiliki makna yang sama bagi orang lain. Dengan nama panggilan inilah kita dipuja, dimaki, disayang dan dirindukan. Bahkan aku punya banyak nama panggilan. Kawan-kawan pasti juga punya nama panggilan juga kan?

Kebanyakan orang memanggilku Rara, ada juga yang memanggilku Desya, tapi mamaku suka memanggilku Ajeng, kadang juga Dede, bahkan sering menyebutku Mentari Kecil. Sedang kakakku suka memanggilku Meong Kecil, pernah juga Tikus Kecil. Dan aku membalasnya dengan memanggil Criminal Cat dan biasanya setelah aku memanggil seperti itu kakak langsung kejar dan cubit idung aku (kak Radit peace!!!, emang kakak gitu kan?) Tapi kalau hatinya lagi baik dia memanggilku Dede sayang 🙂 …, teman-temanku suka memanggilku Ra, Re, Sya, kadang juga Dewa, ada juga yang memanggil Rades, huh….! ada yang memanggilku Red (my nick name). Yang paling lucu ada yang memanggilku mendut (tau cerita rara mendut kan?) trus rara jonggrang juga. (ada-ada saja ulah mereka….)😀

Sertiap orang pasti memiliki nama panggilan yang lucu-lucu di masa kecilnya. Temanku yang gendut namanya Dian, tapi dia lebih terkenal dengan sebutan ndut, sampai sekarang meskipun dia sudah tidak gendut lagi, tetap saja dia dipanggil ndut. Temanku yang satunya lagi sering dipanggil Ayam, karena dia suka sama ayam, padahal namanya bukan ayam. Dan justru orang sudah melupakan nama aslinya. Bahkan kalau kita mencarinya dengan sebutan nama aslinya, orang tidak ada yang mengenalnya. Nama panggilan lebih melekat di hati setiap orang ketimbang nama asli yang biasanya panjang. Ada yang dipanggil kudanil (hihihi….)😀 , padahal namanya Daniel lho…., trus ada juga yang di panggil Adhal, (bukan adal jepit lho…., hihihi….), padahal namanya Afdhal. Kadang nama panggilan juga nggak ada mirip-miripnya sama sekali dengan nama asli, temenku Edo, kalau di rumah dipanggil Mas, ayo kawan-kawan pasti punya nama panggilan yang lucu juga kan?

Setiap nama panggilan pasti berpasangan dengan nama baik. Nama baik ini biasanya sesuai dengan akte kelahiran yang biasa muncul pada ijazah atau absensi di sekolah. Nama baik ini menjadi nama resmi kita, menjadi identitas kita di lingkungan yang luas. Biasany orang tua selalu menamai anak-anaknya dengan nama yang memiliki arti yang baik. Aku juga baru tau kalau dari nama panjangku ini memilki arti yang sangat indah menurutku. Ini berkat bantuan kak Goenoeng dan kak Hesra (terima kasih kak…) Dari mereka kini aku tau kalau namaku itu berarti gadis ayu bagai dewi yang datang sebagai petunjuk atau pencerah . Mungkin harapan orang tuaku seperti itu.

Nama panggilan tidak mempunyai tujuan seperti itu, nama panggilan tidak akan dicatat sebagai nama resmi, hanya disebutkan dan diingat saja. Nama panggilan juga tidak bermakna, sengaja lucu bahkan ironis.

Tanpa kita sadari pada masa kecil kita dulu sering bereaksi atas berbagai nama panggilan, sampai akhirnya salah satu melekat pada kita hingga setelah dewasa. Kadang kita justru merasa asing kalau sudah terbiasa dipanggil dengan nama panggilan kita tapi kemudian ketika kita berada di lingkungan yang lain dipanggil dengan nama asli kita. Mungkin ini karena kebiasaan.

Lain ceritanya dengan teman kecilku. Dulu waktu aku tinggal di tempatku yang lama aku mempunyai teman kecil yang selalu mengeluh dengan nama pemberian orang tuanya. Dia bahkan sangat membenci nama itu. Aku kadang juga bingung mo panggil dia apa, karena dia tidak suka dengan namanya sendiri. Tau nggak namanya siapa? Orang tuanya memberi nama Staples, kalau orang jawa staples itu sebutan staplerr alat buat penjepret itu. Pernah aku coba datang ke rumahnya dan bertanya sama ayahnya.

“Om, kenapa kasih nama Staples?”

“Lho, rara nggak tau artinya?”

“Nggak tau”

“Artinya itu sangat bagus lho”

“Apa Om?”

“Stap itu artinya karyawan, dan ples itu artinya baik, jadi Staples itu karyawan yang baik”

hahahaha….. , aku ngakak dibuatnya, entah dari mana dapat kata itu, emang beneran artinya seperti itu? Dan Ayah teman kecilku ini memang humoris dan lucu. Tapi itu cerita ayahnya, lain juga ketika aku tanya sama ibunya, kata tante, saat Staples lahir diadakan semacam tasyakuran dan pemberian nama, saat itu mereka belum menemukan nama yang pas. Seperti biasa setiap ada tasyakuran pasti suasana jadi ribut, ayah staples ikut bantu njepret kardus buat tempat makanan. Nah saat menjepret itu tangannya kejepret gitu, dan bersamaan itu pula ada yang tanya “ini mau dikasih nama siapa?” tiba-tiba saja karena merasa sakit spontan bilang ” Satpleeeessss…….!!!!”, dan orang yang nanya itu mengira kalau bayi itu mau dikasih nama Staples, trus didoakan dengan nama Staples deh…, hihihi…., coba kalau saat itu lagi kegunting, namanya jadi gunting dunk….😀

Ia tidak tau, betapa anaknya sangat tidak suka dengan nama itu karena sering jadi bahan ledekan teman-temannya. Aku juga sering ngebayangin, jika suatu saat dia jadi presiden, pasti kita akan sangat aneh menyebutnya, “Presiden Staples”, atau kalau dia jadi dokter jadinya dokter Staples…, waduh!, maaf ya Staples……, bukan maksudku melecehkan lho….

Makanya, bagi para orang tua , namailah anak Anda dengan nama yang bagus-bagus, jangan sampai kalau anak itu besar dan dewasa merasa malu dengan namanya sendiri. Ini juga buat kak Aris yang baru saja menjadi Ayah, SELAMAT ya kak…., namai adik aku dengan nama yang bagus ya kak… , karena nama adalah harapan orang tuanya.

This entry was posted in Story of my life and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

54 Responses to Nama Panggilan / Nick Name

  1. aden says:

    untung lagi bukan aden kejawen ya rara ya?

    STAPLESSSSSS………….bukuku pada lpas tu!

  2. ata chan says:

    kalau di dunia nyata nama memang penting..
    tapi di luna maya sembarang aja, suka2..
    kadang buat alibi ehehe..

    bukan begitu rara mendut…😛

    • radesya says:

      iya sih, tapi yang aku maksud ini di dunia nyata koq, yang aku sebutkan itu asli di dunia nyata. Emang sih kalau di dunia maya orang bisa sesuka hati memilih nick name mereka

      eit…, jangan ikutan panggil rara mendhut dunk🙂

  3. mal says:

    Negative Football hancur oleh hukuman menit 93.
    ah aku tau, Red kan gara2 ngefans ma The Red xixixiixix.
    nick ya. aku dipanggil james yg artinya JAga MESs kekekkeke.

    • radesya says:

      aku pilih Red itu, karena mengandung banyak arti Om…, bukan karena aku pecinta the reds aja, tapi masih banyak lagi….
      hihihi…, Om james? ok deh….

  4. Afdhal says:

    lho..lho..
    kok namaku dibawa-bawa nih..
    hehehehe

    betul tuh…kasih nama ama anak jangan aneh2 dan jangan yang berat…
    kasih nama Eto’o kan kerenn
    atau Iniesta hehehehe
    Viva Barca

  5. alberto says:

    Salam kenal…

    wah topik yg kita angkat sama neh…nama panggilan. Di tempatku aku beri judul paraban (http://albertobroneo.blogspot.com/2009/05/paraban.html)

    Kalo temenku, “protes” ke ortu-nya, krn adiknya (cowok) diberi nama Zakaria. Temenku itu bingung mo panggil apa. Zak*r… ntar kena UU Pornografi, kalo dipangil Ria… kok cowok, dipanggil Kari… ntar kayak makanan… he…he…

    • radesya says:

      Salam kenal juga….
      owh ya? hmmmmm…, kala namanya Zakaria itu sebenarnya nama yang bagus koq, sama seperti nama nabi, so…., jangan sedih n bingung karena nama itu.
      aku usl ya, gimana kalau dipanggil Aria aja? keren kan? Sampaikan pada temannya ya…🙂

  6. Ouw-ouw, rupanya selain Meong Kecil, ada pula istilah Tikus Kecil. Baiklah…
    *mengingat-ingat dengan cermat*

    Kalau Daniel Mahendra, kira-kira dari mana asalnya? Hehehe. Kebanyakan temanku memanggil dengan panggilan DM. Lebih simpel, praktis, dan tak terkesan murahan :p

    Gitu deh, Miauuuwww…

    • mal says:

      Daniel Mahendra atau Daniel Chandra Mahendra …
      jadi DM atau DCM
      *berpikir keras, Mikir apa yah ?? xixixiix *

    • radesya says:

      @DM
      eit…., nggak boleh di inget-inget meong besar….
      tapi sekarang punya nama baru “meong besar” hihihi…

      owh…., jadi DM itu tidak terkesan murahan ya? aku baru tau harga sebuah nama lho…, emang yang murahan itu seperti apa coba?

      @Om Mal
      hihihi…, jangan berpikir keras-keras Om. DCM juga boleh tuh…😉

  7. itmam says:

    nick name… waktu kecil hingga sekarang aku ga suka dengan nama panggilan (terlebih yang bersifat menjelekkan), aku selalu ngambek kalo dipanggil ini dan itu, makanya teman kecilku tak pernah manggil aku dengan sebutan lain… *egois mode on*

    • radesya says:

      wah…, kakak ngambekan ya? berarti nggak berkesan ya kak…, dari kecil sampai sekarang masih Itmam ja ya…
      (emang mau ganti apa coba?)😀

      tung!

  8. itmam says:

    saat remaja, aku punya teman yang akrab dipanggil dengan “grandong”, hingga sekarang kamipun memanggilnya dengan sebutan itu, adik2 kelas kami sampai ga’ tau nama aslinya, adik2 kelas manggil dia dengan “kak grandong” hihihi… panggilan penghormatan kali yah… cuz dibubuhi kata “kak”🙂

  9. shavaat says:

    ha3, staples. itu ga kreatif atau kelewat kelewat kreatif ya ortunya.
    tapi, nama lucu begitu juga jadi bikin erat pertemanan. kawan2 sy (u know lah, klo anak PA…) nama panggilannya: semut, kadal, edelweis, bantal, pat kay, go kong, codot, grandong, tongki… dll yang aneh2. ha3.
    jadi sering melanggar ajaran Sang Nabi; untuk memanggil nama yang baik dan nama yang disukai untuk teman2 kita. tapi, ini serba salah. nama2nya jelek, tap0 merekai senang pula dipanggil pakai nama itu. he3.

  10. shavaat says:

    ha3, staples. itu ga kreatif atau kelewat kelewat kreatif ya ortunya.
    tapi, nama lucu begitu juga jadi bikin erat pertemanan. kawan2 sy (u know lah, klo anak PA…) nama panggilannya: semut, kadal, edelweis, bantal, pat kay, go kong, codot, grandong, tongki… dll yang aneh2. ha3.
    jadi sering melanggar ajaran Sang Nabi; untuk memanggil nama yang baik dan nama yang disukai untuk teman2 kita. tapi, ini serba salah. nama2nya jelek, tapi mereka senang pula dipanggil pakai nama itu. he3. untuk keakraban, katanya.

    • radesya says:

      kakak koq baru kelihatan sih?

      iya kak, ortu temenku itu memang lucu orangnya

      karena kita sama-sama anak PA jadi tau juga tentang panggilan itu, kalau kakak dipanggil apa ya?

      nama-nama lucu memang bisa bikin kita tambah akrab kak…, ada kesan tersendiri gitu…, tapi kalau buat nama resmi sebaiknya pilih nama yang bagus ja ya…

  11. geRrilyawan says:

    jaman sekarang orangtua banyak yang kasih nama aneh-aneh….semakin aneh semakin bangga.

  12. depz says:

    ahh trnyata ini toh postingannya🙂

    btw ajeng pnya banyak bgt nickname ya?
    kucing kecil lucu juga
    hehe

  13. mascayo says:

    wah .. staples itu nama yang bagus lho
    coba dibuat domain .. staples dot com .. keren kan?
    atau kalau bikin bisnis ngga usah pusing lagi
    staples production … tuh kan .. menjual banget
    pasti hoki deh
    btw satpam saya namanya pitun .. dia yg milih sendiri sedari kecil karena suka sama jagoan betawa bang pitun,
    jadi semua orang taunya namanya pitun
    padahal aslinya supardi🙂

    • radesya says:

      waduh…., tapi itu usl yang bagus Om…
      ntar aku bilang staples deh, bikin domain gitu..

      lho, bukannya jagoan betawi itu namanya pitung? apa pitun sih?

  14. ceznez says:

    rara mendhut.. cucok toh.. hahah.. daripada rara hati😀

  15. This blog very nice..
    keren banget deh, kembangkan terus dan salut buat Anda.
    Oh iyah di tempat saya ada daftar sponsor free hosting dan free domain silahkan di cek, khusus untuk Anda.

    Salam Sukses..!!

  16. kezedot says:

    kalau di dunia nyata u panggil akublue juga tidak?
    salam hangat selalu

  17. kezedot says:

    wah…itu berarti u sahabatnya blue banget.trimz
    semoga indah harimu minggu ini ya
    salam hangat dalam dimensinya blue

  18. racheedus says:

    Nama Juminten ternyata diabadikan juga, ya. Never mind.

    Memberi nama yang baik untuk sang anak adalah kewajiban orang tua. Nama yang baik merupakan doa orang tua agar sang anak kelak menjadi orang yang sesuai dengan namanya. Saat orang lain memanggil dengan nama yang baik, terselip doa agar yang punya nama bisa menjadi sesuai dengan namanya. Jadi, saya sangat tidak setuju dengan perkataan Shakespeare itu jika dilepas dari konteks cerita Romeo dan Juliet yang ia karang. Dalam konteks cerita itu, memang wajar jika Romeo berujar, “What is in a name?”

    • radesya says:

      Hehehe, iya Om.., Juminten ada di mana-mana…

      Dan setiap orang tua yang baik pasti akan memberi nama yang baik pada anaknya, tapi kadang memang ada orang tua yang ingin beda gitu Om..

  19. Nama juga sekaligus doa dari si pemberi nama.
    Jadi memang harus hati2.
    Apalagi pernah denger teori air?
    Nah air itu selalu merespon kata2.
    Kalo kita bicara pada air kata2 yang bagus.. maka air menjadi jernih tapi kalo kata2 kita buruk, air berubah keruh.
    Nah manusia terdiri dari 80% air (termasuk darah)
    terbayang dunk kalo kita manggil yang jelek2…

    heeem nama adl doa🙂

    • radesya says:

      Benar kak..
      Aku pernah baca buku Dr.Masaru Emoto yang judulnya “The Hidden Message in Water”, yang menguraikan bahwa air bisa mendengar kata-kata, bisa membaca tulisan dan bisa mengerti pesan, dan tubuh manusia memang 75 % terdiri atas air, otak 74,5% air, darah 82% air,tulang keraspun mengandung 22% air, karena itu, saat kita memanggil nama keseseorang ibarat doa, karena air dalam tubuh kita akan meresponnya..
      Demikian kak Eka…🙂

  20. 'Adi says:

    Hmm…
    Bagaimana dengan nama “Muhammad Fatih Shaquille Al Atsary”?
    Bagus tidak ya…?!

  21. achoey says:

    ayahku malah panggil aku achoey
    ngikut2 teman2ku😀

    pa kabar dik?

  22. goenoeng says:

    namaku itu malah dikira bukan nama sebenarnya, atau paling parah kalo telepon dikira nama perusahaan, hahaha…

    • mal says:

      Kan emang nama Perusahaan Oto Bus Mas heheheheheheheh
      *naik bus Rosalia … Dikejar pake bus Goenoeng Moelyo*

      • radesya says:

        @goenoeng
        hihihi…, nama kak goen kayak nama perusahaan sih..
        tapi nama yang bagus kak. Goenoeng Mulya, mungkin ortu kak goen ingin kak goen setegar gunung dan hidup penuh kemuliaan…

        @Om James
        Rosalia? apa itu istri kak goen? hihihi…, koq bisa cocok ya om?

  23. hanhan says:

    hahaha memang benar nama itu bisa bermacam macam, seperti namaku ini juga nama pangilan hehehe

  24. pipiet says:

    kalo kata orang tua ku sich…
    nama adalah doa..
    tapi orang tua ku g pernah panggil nama asli ku
    aq selalu di panggil pesek *karna idung ku pesek*🙂
    hhuuuffff…
    sebel dech..😦

    • radesya says:

      hihihi, koq gitu sih? seharusnya kamu protes saja, masak di panggil gitu, btw hidungnya nggak pesek-pesek amat koq…
      entar kalau dipanggil gitu lagi jangan tengok ya? Apalagi yang panggil ortu, apa yang diucapkan ortu adalah ungkapan doa lho…

  25. zee says:

    Soal nama memang penting, tapi saya berpendapat bahwa memberi nama haruslah yg baik, tp jg jangan terlalu berat maknanya, kasian klo nanti anak da besar ternyata ga bisa selaras dgn nama.

    Trus soal nama di dunia maya, boleh saja klo mo ganti, namanya jg dunia maya, banyak intrik2… **halahh…😀

  26. Jnr says:

    Yupz………..Setuju BanGet..

    Emang NAma I2 Punya Banyak ArtI Bg Hidup Qt,….

    Klo Q si HmPir Smua tMn” Q manggil Q AVRil…..

    ya karNA Q Ngefans Bget Ama AVRil….
    ampe” KAmar Q dipenuhi poster,n smua pernak-pernik avril,yahoo,blog n smuanya hrs ada nama aVril….hahahhahaha

    I LOVE AVRIL…………..N RocK n ROLL not Die

  27. Aneh tuh yang staples:mrgreen: . Untung teriaknya bukan “Jepretaaaaan….!!!!”😆

    Jadi, ente enaknya dipanggil apa? Meoong? Pus….? :p

    Temen saya, nama depannya Firman. Gara2 pernah potong dundul, jadinya dipanggil gundul. Terus, lama2 panggilan itu berubah jadi firman gundul. Akhirnya, evolusi terakhirnya jadi mandul. Sampe sekarang dia dipanggil begitu. Kasian….

    • radesya says:

      ah iya kak Asdos…, kalau jepretan ntar aku panggilnya gimana ya…, masak Jep seh..😀

      eit…., kak Agung nggak boleh ikutan panggil meong ya…😀

      waduh!! koq jadi mandul ya.., hihihih….

  28. Dharma says:

    Sebetulnya nama itu penting, coba ditengah kerumunan byk orang dikau mau panggil teman, panggil dengan nick name yg noleh banyak kali…
    makanya perlu nama lengkap.
    di dunia maya nama itu identitas jg kan…

  29. Hahaha lucu bgt staples, ada ada aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s