Air Mata Duka

tears

aku akan pergi tuan…

dan bumi akan menangiskan

laguku

tetesan air mata duka

perih sayatan luka

duniaku telah hilang tuan…

seiring terbenam matahari

karena senja telah mencabik cabik

isi kepala

bintang jatuh dalam kelam

bulan merangkak mencari cahaya

matahari yang hilang

seperti aku mencari jawaban pada dosa

yang telah terbuat

disana ada takdir dan hisab

bumi bernyanyi

menjeritkan nafas terakhir

ketika itu…, aku mati…

tenggelam dalam pembaringan abadi

diiringi isak getir penyesalan

dan riak perih lagu sukma

menyayat jiwa

aku akan pergi tuan

dengan kerlip air mata duka

sebagaimana tangis

pada awal…

pecah

menuju punah asa…

dalam tanah

*keterangan

pic diambil dari mana aku lupa, pokoqnya dari google deh

This entry was posted in Puisi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

51 Responses to Air Mata Duka

  1. depz says:

    nice

    luv itπŸ™‚

  2. XXX says:

    Postingan terjelek yang pernah aku lihat di blog ini….
    Postingan yang tercipta dari asa yang hilang, yang hanya dimiliki oleh seorang pecundang sejati…
    Dan aku sedih telah mengenalmu dalam keadaanmu yang seperti ini…

    • aji says:

      dude, that’s right to the spot… terkesan pecundang memang, takut akan hidup, tapi bukan karya yang jelek, terlepas dari isinya, yang satu ini cukup bagus alirannya.

      tapi well yeah, si penulis harus banyak belajar tentang the law of attraction. semakin waktu berjalan, semakin ku tidak mengenali penulis. beda sekali dengan penulis yang dulu kukenal.

      • radesya says:

        @xxx
        maaf telah bikin kakak kecewa, bukannya aku putus asa kak. aku juga bukan pecundang, aku akan banyak belajar. aku juga akan selalu dengarkan nasehat kakak, aku akan berusaha…

        @aji
        edo, kadang memang aku takut hidup seperti aku takut mati, tapi kita cuma bisa menjalani takdir kan?

        emang penulis yang kau kenal seperti apa?
        menulis ini membuatku selalu ingat akan kematian

      • aji says:

        Ooops yeah mungkin tidak begitu mengenal kamu juga coz terkadang kamu menutup diri. yang aku tahu, penulis gemar membaca buku (sudah ratusan buku mungkin) dan beruntungnya matanya belum ada masalah apa-apa.

        anggapanku adalah penulis adalah seorang bijak, seorang jernih, seorang yang betul-betul memaknai hidup ini. seseorang yang tidak seperti orang biasa.

        aku memang tidak sangat dekat dengan si penulis apalagi untuk mengetahui bagaimana ia berpikir. dia sejenis mereka yang berpikir secara misterius.

        yang tidak aku mengerti bahwa si penulis seakan tidak mendapat apapun dari sekian ratus buku yang sudah ia baca. anda semua bisa melihat dari tulisan2 yang sudah ia tulis. penulis ini menulis berdasarkan suasana hatinya, dan hal itu membuktikan penulis agaknya belum berani untuk berpikir besar. Apa buku-buku yang sudah ia baca itu sungguh menyimpan nilai positif untuk dirinya?

        dari dulu aku selalu menunggu si penulis untuk berjiwa besar, entah mungkin terpaan hidup yang tidak kecil itu menderu sehingga ia tunduk, atau apalah, ku ingin sekali mengajaknya untuk melihat hidp ini sebagai sebuah gambaran besar.

        hahaha kok aku jadi ceramah… oh ya, percaya deh hidup itu indah (apalagi ada aku di dunia ini hehehe ~ bercanda) kalau kamu memaknainya dengan benar. saya kira semua setuju dengan aku…

  3. Afdhal says:

    kayaknya rara harus Pergi liburan dulu deh
    hehehehe…sambil nunggu kompetisi mulai lagiπŸ™‚

  4. radesya says:

    @Aji
    Kau menyindirku rupanya, baiklah, aku akan terima nasehatmu. Aku akan berjiwa besar, memang badai itu begitu dahsyat menghantam, hampir-hampir tak bisa pegangan dan terhempas, tapi kini akan aku coba berpegang dengan erat agar tidak terhempaskan

    life is beautiful, aku setuju, thx atas ceramahnya ya…

  5. Ata chan says:

    Menulis yg penting independen dan jujur tanpa intervensi orang laen..
    Kritik memang membangun tapi jangan sampai mengubah karakter tulisan..
    Tetap semangat menulis Ra..

    Siapa sih xxx itu?
    Kok seenaknya menjelekkan tulisan orang
    Itu bukan kritik namanya..
    Alamat web nya gak ada, pengecut banget..

    • aji says:

      boleh ku jawab aja gak nih, gpp to mas, itu kan cuma komen, siapa tau aja gak ada webnya emang… btw, xxx bukan aku. xxx kasih komen itu kan berarti xxx peduli dengan tulisan2 radesya… let it be lah, lagipula kurasa the comment is just fine…

      • radesya says:

        @Ata
        tentu, aku akan semangat
        mungkin apa yang dikatakan aji benar, xxx sangat peduli padaku karena tau makna dari tulisan aku, xxx cuma tidak ingin aku lemah karena dia terlalu memperhatikan aku gitu, btw thx banget ya dah mo kasih semangat ma akuπŸ™‚

  6. mal says:

    Mencintai mati sebagaimana mencintai hidup

  7. lenna says:

    saya suka baca tulisan Red. Pemilihan kata – katanya.. juga cara Red merangkai kata – kata tadi dalam sebuah kalimat atau baris dalam bait puisi.

    Terlepas dari konten / isi dari puisi tadi.

    Setiap orang pastinya berhak memiliki cara pandang terhadap hidup atau apapun berkaitan dengan hidupnya. Termasuk Red. Seorang sahabat tentu akan memberi masukan atau pendapat atau -bahkan- nasehat, karena mereka sayang.

    chu.. *

    • radesya says:

      Terima kasih kak Lenna, aku masih belajar menulis..

      Benar sekali kak, aku akan terima semua nasehat, masih mau memberi nasehat berarti masih sayang ma aku

  8. shofiyah says:

    Subhanallohh..,
    bagusnya..,
    mbak suka dek.., ^_^

  9. achoey says:

    Dik
    A kagum pada kemampuan kau menyibak kuat makna lewat kata

  10. Tadi pagi sang air mata menyapa pipiku
    Mengelusnya lembut walau deras ia mengalir
    Menuju hati yang sendu karena tak kuasa melihat kenyataan ibunda.

    Kemanakah air mata duka mu mengalir wahai Rara?

  11. goenoeng says:

    wuiih… puisimu bagus banget, Des.
    membacanya serasa diseret ke tengah arusnya.
    aku membayangkanmu membawakannya dengan gaya yang santai, lembut, tapi serius. suer !

    • radesya says:

      Terima kasih kak Goen, tapi tetap kak goen masternya
      sebenarnya itu bukan sekedar puisi, tapi ungkapan jiwa kak..

      Aku masih harus banyak belajar dari kakak

      • goenoeng says:

        master ? hahaha… terlalu tinggi buatku itu, Desya.πŸ™‚
        ya itulah puisi menurutku juga, Des. puisi = tulisan hati.

  12. DC says:

    Blog Kau ibaratkan rmh,tmpt brkeluh kesah,senang dan duka,brcnda dan tertawa semua kau tuangkan di dalam blog.kau menulis bukan untuk sebuah buku yg akan diterbitkan,tp kau menulis dirumahmu sendiri,memberikan kabar tentangmu hari ini kepada temanmu yg sdg berkunjung,dgn tulisanmu ini mereka akan tau apa yg sdg kau rasakan,mengalirlah suport berupa nasehat yg membangun dan mendukung agar kau tetap semangat

    kau penulis jujur
    yg tidak menutup-nutupi apa yg sdg kau rasakan lwt tlsn.

    kau bkan pcundang…

    kaulah penulis yg sebenarnya… Dan satu hal deSyA…

    “Duniamu belum hilang,dia masih ada untukmu,percayalah!”

    TETAP SEMANGAT YA!!!

  13. Arri says:

    Lama g kunjung,kangen,numpang istirahat ya,q lelah…

    “tetap semangat menulis”

  14. yoan says:

    ah, desya…
    puisimu mudah disukai…
    πŸ™‚

  15. DM says:

    Jangan pergi dulu.
    Nanti mama sama siapa…

  16. mataharipagi says:

    Tak ada gading yang tak retak. Yang penting, jangan pernah meretakkan gading sendiri. Hahaha…. Salam.

    • radesya says:

      Wah, senengnya, Om daktur mo berkunjung ke tempat desya

      benar om, semoga ja bisa coz kalau meretakkan gading sendiri konyol namanya ya om?
      Salam..

  17. DC says:

    @arri…

    maS Ari aKU mAU Tanya dunk..

    mas Ari nE TemaNyA mbAK DD nuraini ma desi bukaN?nE aKU Mas,
    Desi…

  18. muhamaze says:

    setelah air mata duka, moga ada tawa…

  19. icha says:

    bukan cuma bumi yang akan menangis..purnama juga akan kehilangan pendarnya..

    jangan pergi dulu karena kita baru saja berkenalan..heheh salam kenal, Radesya..:)

  20. joeymanoke says:

    salam kenal semua . mba radesya ,pintar ya buat puisi

  21. Senja says:

    Indah sekali, tapi aku sedih membacanya

    salam kenal

  22. XXX says:

    Please… jangan pergi…
    :((

  23. kezedot says:

    kalau mas goenoeng mengomantari seperti itu mau apalagi.
    kenyataannya emang nice banget u punya karya senimu sahabat!
    salam hangat selalu

  24. ichanx says:

    *mencoba menghayati*πŸ˜€

  25. Andaikan manusia benar-benar bisa berpuisi seperti ini tepat sebelum mati, maka manusia bisa jadi sombong.

    ~puisi yang indah.πŸ˜€

  26. pagi sahabat
    salam hangat selalu
    pa cabarnya?

  27. mal says:

    Welcome Back Desya

  28. Zulhaq says:

    *ikut meneteskan air mata penyesalan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s