Dalam Belaian Tuhan

aku payah dalam lelah

tersayat sayat , perih menyakitkan

seperti berjalan dalam mimpi

melayang dan jasad telah mati

akar akar sisa hidupku telah sirna

dan kematianku telah tiba

atau koma?

melesat secepat cahaya

melayang-layang bagai kapas

terhempas…

pada padang rumput yang luas

langit membentang kesegala penjuru

awan-awan putih menari riang

mengangkat kabut kebingunganku

seperti tak ada malam

ke mana malam menghilang?

tak lagi ada awan hitam

yang biasa sembunyikan bintang-bintang

aku dalam cahaya

seperti KETIKA CAHAYA ITU ADA

cahaya terang benderang

jalan berkelok tanpa ujung

hamparan bunga indah memikat mata

ada seratus orang berwajah sama

dua diataranya mengiringi langkahku

membawaku pada sebuah tempat

terang dan indah…

seorang pemuda duduk pada kursi yang nyaman

wajahnya bersih bersinar

dia senyum, senyum yang indah

aku mengenalnya

iya…, aku mengenalnya

kupeluk, kucium tangannya

“Papa”

rinduku ada di sini

kerinduan abadi

air mataku tumpah

inilah kebahagiaan

tak terlukiskan

aku ingin tinggal

aku ingin temani

tapi dia bilang “jaga mama”

aku terhempas lagi

pada ruang yang sama terang

seorang pemuda melambaikan tangan

duhai sahabatku…

kutemukan engkau disini

sahabat terbaikku…

dalam belaian-Nya

kurasakan rindu…, sendu…

dalam belaian-Nya

kesejukan memasuki seluruh hati

dalam belaian-Nya

tak ingin aku kembali

begitu damai dan indah di sini

aku mendengar suara adzan

mengalun irama jiwaku

sejukkan kalbuku

aku tersentak

“aku belum sholat”

hingga kurasakan nafasku

This entry was posted in Prosa and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

37 Responses to Dalam Belaian Tuhan

  1. DC says:

    Wah,akhirnya kamu menulis lagi desya,kangen juga beberapa hari tidak membaca tulisanmu.

    kuucapkan dua selamat deh,selamat menulis kembali dan selamat berbahagia karena bisa melepas kerinduan dengan orang yg kita cintai”papa”,aku turut senang desya.

  2. DC says:

    pagi desya,lagi bingung neh,tadi koment ku masuk kemana ya?bentar ya ku cari dulu

  3. DC says:

    Yahh…tidak ketemu,koment lg deh,

    ahirnya desya menulis lagi.kangen juga lho beberapa hari tidak membaca tulisanmu

    kuucapkan dua selamat ya…
    selamat menulis kembali dan selamat berbahagia karena bisa melepaskan kerinduan dengan orang yang kamu sayangi dan kamu rindukan(papa).
    aku turut senang desya…

  4. AtA chan says:

    Ara buktikan ya, kalau mampu menjalankan apa yang dipinta papa..
    Tugas Ara belum selese disini..
    Jadi kamu musti kuat, oke 😉

  5. AtA chan says:

    Pengalaman yg luar biasa..
    Syukur deh masih inget jalan pulang..

  6. bener2 inspiratif banget nih

  7. shofiyah says:

    puisinya bagus..dek….

    ishbiri ya ukhtiy…..

    laa ba’sa tohurun insya Alloh…..

    SEMANGAT dek desya!!!!

  8. radesya says:

    @DC
    Pagi juga kak
    tadi masuk spam

    thx ya kak, coz dah luangkan waktu baca tulisan sampahku

    iya, aku juga senang bisa menulis lagi..

    @Ata
    iya, tenang ja, aku akan berusaha
    thx ya..

    @Bisnis Online
    thx dah mampir🙂

    @kak Vee
    thx kak, semoga ja bisa kak

  9. dan ketika cahaya itu ada blue akan selalu menantikan sinar kehebatan postinganmu sahabatku!
    sukses selalu
    salam hangat selalu

  10. Afdhal says:

    oke akhirnya ditulis juga…
    ingat pesan kita waktu chatting ya dek…
    jaga kesehatan🙂

  11. mal says:

    Pengalaman batin yang luar biasa.
    semoga memberikan pencerahan yang positif.

    Tetep Semangat
    Tetep Sehat
    untuk tetep nulis
    *lo kok mirip pak bondan maknyus*

  12. depz says:

    apapun yang terjadi, aku percaya kamu bisa melewatinya
    keep fight
    keep smile
    semangat

  13. kawanlama95 says:

    jadi intinya belum sholat neeh, kenapa de . kok tersayat-sayat.apa yang membuatmu perih, dan siapa yang membuatmu seperti itu

  14. goenoeng says:

    sepertinya aku pernah di tempat yang sama, perasaan yang sama, tapi dalam kesendirian yang tak sunyi.

    kamu baik2 saja kan, Desya ?🙂

    • radesya says:

      Owh ya? Sendiri yang tak sunyi? Berarti meskipun sendiri kak goen tidak merasa sunyi gitu?

      Alhamdulillah, sekarang dah baik-baik saja kak🙂

  15. Indah judulnya, isinya juga.
    Kangen papa ya?
    Duuuh gue bingung mo komen apa😀

  16. Zulhaq says:

    wedewww, indah dan dalam bgt.
    orang sinting jadi termenung hi hi hi

  17. Zulhaq says:

    gila…dalam bener!!!
    bw, papanya kemana bu???
    kok di suruh jagain mama?

  18. Zulhaq says:

    semoga tuhan memberikan hidayah untuk hari ini dan selanjutnya

    • radesya says:

      *ikut termenung…
      *dalam? Emang sumur.., hihih., papa pergi sangat jauh kak, dan tak akan kembali
      *Amien.., thx ya kak

      • Zulhaq says:

        bukan sumur tapi goa hira yang digabung sama lubang buaya hi hi hi….

        oh, papa tercinta dah pergi dan tak kembali??
        turut berduka ya Ra, semoga kamu bisa mengambil hikmah atas semua yang dihadapi. dan semoga semua cobaan itu bisa memberikan kamu semangat yang lebih…seneng bisa kenal sama rara!!!

        salam sahabat dari orang sinting hi hi hi…
        keep smile rara ^_^

      • radesya says:

        iya kak

        thx ya, tetap semangat
        selalu senyum juga🙂

  19. adams says:

    alo salam kenal… nice poetry.

  20. akhir2 ini banyak banget yg berpuisi. ada apakah dunia?

    Oh iya, sekali-kali bikin pantun donk. Puisi aseli Indonesia.😀

    • radesya says:

      hihih, dunia ada banyak hal kak

      iya deh, aku buat pantun nih
      special buat kak Agung

      burung camar pake bandana
      apa kabar kakak di sana

      sepeda balap dari baja
      aku harap baik-baik saja

      ayo berpantun…… 🙂

  21. anakilang says:

    Baca postingan ini jadi langsung pingin pulang dan memeluk kedua orang tua dan mengatakan bahwa aku sangat mencintai dan beruntung memiliki mereka.
    Makasih buat inspirasinya…

  22. narpen says:

    ceritanya mimpi ketemu papa ya dik..
    yang sabar ya..🙂

  23. Michael says:

    Hey, have you seen this news article?
    New details about Michael Jackson’s Death Emerge
    I was wondering if you were going to blog about this…

  24. racheedus says:

    Semoga sang papa mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya.

    Oh, ya, diksinya mungkin bisa dipercantik lagi. Ada pengulangan dua kata semakna pada kata “payah” dan “lelah”. Mungkin salah satunya bisa diganti dengan kata lain, misalnya, “gundah”. Maaf, jadi sok tahu, deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s