Kejutan yang menyenangkan..

Ruangan ini serasa menghimpitku, meski terlihat nyaman, aku sudah bosan berada di sini. Aku ingin sekali cepat pulang. Rasanya ingin segera berlari keluar. Sayangnya aku tak bisa lakukan itu. Sesuatu telah mengikatku untuk tetap di sini. Waktu rasanya lambat sekali bergerak. Serasa lamaaaaaaaaaa sekali di sini. Cuma tiduran tanpa berbuat apa-apa. Huh…, membosankan sekali. Berulang kali aku ingin pulang. Tapi tubuh ini tak bisa bergerak. Rasanya payah sekali, sebenarnya aku tak mau seperti ini. Tapi harus sabar dan lakukan dengan senyum. Aku sudah merindukan teman-temanku, aku rindu putih, aku rindu teddy, aku juga rindu ikan-ikanku. Semoga mereka baik-baik saja.

Namanya adalah Raditya kumara c.r, seorang pemuda yang sangat hebat. Bertubuh tinggi dan tegap, mempunyai senyuman yang sangat manis. Dialah Criminal Cat,  dia yang menemaniku di sini, memberi semangat tiada henti. Orang yang baik hati dan penuh kasih meski terlihat cuek. Setiap malam hampir tak pernah tertidur, menjagaku dengan tulus. Sejak kecil dialah yang selalu melindungi aku. Mengajariku banyak hal, membimbingku, menasehatiku. Terkadang aku merasa amat bersalah padanya, karena sering bandel.

Aku jadi ingat saat itu. Saat dia ajari aku balap motor. Saat itu dia menyuruhku membawa dua kontak sepeda motor kami. Aku bawa motor sendiri, dan dia juga bawa motor sendiri. Aku memang belum punya SIM, sebenarnya heran juga kenapa dia suruh bawa dua kontak. Tapi saat tiba di lampu merah, ada polisi yang jaga di situ. Motor kita melebihi batas menerjang garis pembatas. Ternyata bukan aku saja yang melanggar, motor-motor di belakang aku juga. Kita semua dihentikan, motor aku, motor kakak, dan motor beberapa orang yang ada di belakangku juga dihentikan dan diambil semua kontak kami agar tak bisa melarikan diri. Nah ternyata inilah saat yang tepat. Ternyata inilah maksudnya agar aku membawa dua buah kontak. Saat polisi berjalan ke belakangku, kakak kasih aba-aba keluarkan kontak serep kami. Dengan secepat kilat, kami terus melaju tak hiraukan polisi itu. Tentu saja pak polisi tidak tinggal diam. Pak polisi mengejar kami, jadinya di jalanan kami saling kejar. Sebenarnya takut juga saat itu, sangat menegangkan. Tapi terasa asyik, padahal dalam hati aku sudah sangat panik.

Sungguh gila apa yang kami lakukan, beruntung sekali pak polisi tidak bisa mengejar kami, aku tak bisa bayangkan andai saja saat itu kami tertangkap. Tentunya aku akan digiring seperti kriminal. Ada pelajaran yang bisa aku ambil dari sini. Dalam keadaan terdesak kita bisa melakukan hal-hal gila. Dan saat kita ingin merasakan sesuatu yang lain, kita lakukan saja hal gila. Hihihi…, tapi jangan dicontoh ya…, ini perbuatan tidak baik dan sangat berbahaya. Setelah kejadian itu dia minta maaf, karena sudah bikin aku panik. Untung tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Tapi sungguh ini adalah pengalaman yang luar biasa bagiku. Kejar-kejaran di jalan raya.

Ah…., pikiranku jadi melayang kemana-mana, tapi begitulah dia selalu berusaha membuat hatiku senang, apapun akan dia lakukan agar aku bisa bahagia katanya. Aku merasa sangat beruntung sekali menjadi adiknya. Aku tak tega saat melihatnya bersedih, dia menungguiku dengan sabar. Dia tidak sekedar kakak bagiku, dia juga sudah seperti ayah dan sekaligus sahabat bagiku.

****

Kapan aku dibolehkan pulang, aku sudah tak sabar ingin melihat putih, tapi memang aku harus tinggal lagi di sini untuk beberapa hari lagi. Ingin rasanya aku memutar waktu dengan cepat, sehingga pas bangun aku sudah berada di kamarku sendiri. Tapi aku masih labil jadi masih butuh perawatan di sini. Mama dan kakak bergantian menjagaku, mereka berdua adalah orang-orang yang luar biasa. Perhatian dan kasih sayangnya tak akan pernah aku lupa meskipun ruh ini telah terpisah dari raga, meskipun nisan telah tertancap di pusara. Aku tak tau gimana cara membalasnya. Semoga suatu saat aku bisa bahagiakan mereka.

Tubuhku sangat lemah, rasanya nyeri sekali. Kebosananku sudah memuncak, tapi tetap saja aku tak diperbolehkan pulang. Hari ini kakak keluar agak lama, aku hanya sendirian , saat kakak masuk dia nampak senyum-senyum bahagia. Tak biasanya dia seperti ini, aku mulai curiga.

“Ada apa kak, tumben senyum-senyum gitu”

“Ada temen kamu tuh dari Bandung datang kemari”

“Siapa?”

yang tidak aku katakan : “hah, dari Bandung? “

“Ada deh….”

“Apa tante?”

“Tidak , dia teman kamu katanya”

yang tidak aku katakan : “Temen dari Bandung kan kakak , kok dia bisa tau sih, kemaren cuma bilang (syukurlah)”

“Jangan bikin penasaran deh kak”

“Iya deh, kakak suruh masuk sekarang”

Saat itu aku memang penasaran sekali, rasanya ingin segera liat siapa yang datang. Kemudian seorang pemuda masuk ke dalam ruangan, tinggi sekitar 178 cm, memakai jaket warna hitam, berambut ikal, dan tampak cengar-cengir gitu. Kalau liat rambut ikalnya jadi ingat temen yang ada di Jogja. Kebetulan rambutnya hampir sama.  Jadi aku memiliki empat sahabat berambut ikal.  Owh iya, pemuda itu melangkah mendekati tempatku terbaring. Tapi saat aku perhatikan ada yang aneh, tidak seperti biasanya.

“Ah…, dasar!! Jelek!!”

“Apa kabar?” ucapnya sambil tersenyum.

“Kok tau aku di sini? Kakak yang bilang ya?”

“Iya, dah baikan non?”

“Alhamdulillah udah, pingin pulang nih”

“Sabar…, sabar…”

“Kamu kok perutnya gendut gitu?

yang tidak aku katakan: “Dia makan apa ya selama ini, perasaan baru dua minggu nggak ketemu, udah buncit perutnya”

“Hahaha….”

“Kok ketawa?”

Kemudia dia mengambil sesuatu dari balik jaketnya, seekor makhluk yang sangat manis.

“Ini dia…”

“Oohh…., putih! “ ucapku tak percaya

“Ini ide abang lo”

“Ah, kok bisa? Emang tadi tidak ada yang liat? Ntar kalau ketauan gimana?”

“Makanya gue taroh jaket, biar tidak ada yang liat”

“Pantes perut kamu gendut”

yang tidak aku katakan: “Putih kok bisa nafas ya…, kan bau tuh…”

“Ha..ha…ha…”

“Ketawa lagi, untung saja putih tidak pingsan”

“Emang elo, pingsan mulu”

“Hihihi….”

Kejutan yang sangat menyenangkan, begitulah kakak, ada saja ide gilanya. Aku hampir tak percaya dengan yang aku liat. Dan sahabatku ini sungguh luar biasa baik. Dia juga rela bersusah payah menggendong putih dalam perutnya. Aku yakin, dia pasti menahan geli. Aku sangat berterima kasih padanya. Terima kasih Allah, atas limpahan rahmat yang Engkau berikan, ternyata masih banyak yang menyayangiku. Entah kejutan apa lagi yang akan dilakukan criminal cat aku ini. Kadang-kadang kita memang butuh kejutan, kadang juga kita butuh melakukan tindakan yang tidak biasa agar hidup terasa beda. Tapi jangan lakukan tindakan yang berbahaya ya….

This entry was posted in Story of my life and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

36 Responses to Kejutan yang menyenangkan..

  1. depz says:

    ahhh…kangennya baca tulisan-tulisan adekku ini
    kamu beruntung punya kakak dan sahabat2 yang luar biasa
    itu adalah anugerah
    so, jadilah yang terbaik buat mereka
    moga cepet pulih ya dek
    GBU

  2. AL says:

    Smoga cepet sembuh, Desya..🙂

  3. AtA chan says:

    ich..! So sweet..

  4. mal says:

    si putih oh si putih ooowwww hehehehhe

  5. bayu200687 says:

    anak muda seringkali mencoba sesuatu yg berbahaya (dan bahkan tak terpuji) hanya untuk menguji adrenalin. sangat disayangkan. tapi jika darinya bisa diambil pelajaran, maka itulah yang diharapkan.

    Rara bener2 akrab ya ma kakak rara…

  6. achoey says:

    dik, kamu sakit
    ya A kok baru tau
    Moga lekas sembuh ya
    Semangat!

  7. Afdhal says:

    lho sakit lagi…
    kan udah dibilang jangan balap motor…balap mobil aja
    cepat sembuh ya ra🙂

    • radesya says:

      hahaha…., balap mobil? boleh juga tuh…
      gimana kalau kita balapan kak? setuju?

      udah baikan kok, ni dah bisa lompat-lompat kak
      thx ya kak Adhal…

  8. RenXe says:

    halo rara….
    wah cerita saat dirawat kemarin ya.
    coba klo yg dibawa temenmu tu kucing, pasti bakalan ribut seisi rumah sakit trus perut temenmu habis dicakar2in😀

    cerita liburannya mana ra?😀

    • radesya says:

      halo juga kak….
      iya…
      wah, kalau yang dibawa kucing, pasti abis tuh perutnya, apalagi kalau si meong kakak, kan galak tuh, suka cakar ya kan?

      ntar aku cerita deh🙂

  9. narpen says:

    Des.. sakit apa? Semoga cepat sembuh ya..
    Gila ngeri banget kejar2an sama polisi.. Untung gpp. Klo aku sih takut jatoh aja klo lagi buru2 gtu, hehe.. Maklum, panikan orangnya..

    • radesya says:

      sakit biasa ja kok, thx ya kak…, ini dah baikan…

      sebenarnya saat itu aku juga panik gitu,tapi asyik juga… , tapi bukan takut jatuh, takut ketangkap pak polisi🙂

  10. T_T

    saya g punya kakak.
    Tp gpp😀 .

  11. Zulhaq says:

    gimana keadaannya sekarang ra???
    mudah2an dah sembuh amieeeeeeeeennnnn

  12. hanhan says:

    Sungguh indah mempunyai kakak yang sangat sayang dengan adiknya….

    salam buat si putih ya……😀

  13. Adi says:

    BTW ciputnya udah dikasih jodoh belum? Kasihan kan sendirian teyus🙂

  14. Udh sembuhkah skr ra?
    semoga sudah ya🙂

    kalo kebut2an gue suka banget
    tapi kejar2an ama polisi?
    waaaaaaah enggak ada nyali hahha

  15. aih iri sekali punya kakak laki-laki… kapan ya aku bisa punya? (ngga mungkin lah mel hihihi)

    manusia memang harus punya pengalaman thrilling seperti itu, yang pastinya tidak bisa terlupakan seumur hidup.

    EM

  16. kawanlama95 says:

    wah pengalaman menarik neeh , aku juga pernah punya pengalaman sama kawanku. ketika sudah distop karena bablas lampu merah. kami akhirnya berbalik arah dan melawan arus kendaraan kaya di film2 . wah setiap ada motor polisi waktu itu terasa ngeri en takut. ya tapi itu dulu. sekarang ya harus baik-baik mengendarai motor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s