Merenung

Aku tak tau harus mulai dari mana, akhir-akhir ini aku sering termenung. Aku merasa sangat bersyukur karena masih bisa menyapa kalian semua di sini. Memang hidup itu sebuah pertukaran yang adil ya…, kita sebagai manusia cuma bisa menjalaninya. Saat hati ini merasa suntuk aku biasa merenung. Merenung dalam artian bukan melamun lho…, biasanya merenung sambil berdoa disepertiga malam. Pernahkah kalian merasa tubuh kalian ada tapi jiwa kalian melayang entah kemana? Dan aku merasakan itu semua. Memang sungguh aneh, aku seperti gila, tapi aku masih ingat semuanya.

Kawan…, apa aku ini ada? benarkah aku nyata? Aku bisa menangis, aku juga bisa tertawa. Kadang air mata bisa mengalihkan duka. Tapi terkadang merenung bisa membuahkan air mata. Jika aku renungkan , ternyata selama ini aku merasa banyak berbuat salah. Aku sungguh takut pada neraka, jika waktunya tiba, aku ingin sekali Allah memasukkan aku ke dalam surga-Nya. Kita sudah tau kalau siksa neraka itu sangat pedih, tapi kenapa ya orang selalu saja mendekatinya.

Wah…., aku terlalu jauh merenung kali ini, tapi tak ada salahnya kita merenungi diri, siapa tau kita bisa memperbaiki diri. Hidup itu cuma sekali, maka dari itu kita harus bisa berbuat banyak amal kebaikan, kita akan menyesal nanti jika waktu itu datang pada kita. Ah…, kenapa aku sudah seperti daun-daun kering itu. Aku merasa segera jatuh tertiup angin. Atau malah akan diterbangkan angin? Aku merasa seperti buah mangga yang belum masak, tapi sudah banyak ulatnya, sehingga tak bisa lagi bertahan dalam dahan, tinggal menunggu jatuh saja. Tapi bukankah harapan itu selalu ada…, dan kita tak perlu berhenti berharap.

This entry was posted in Kehidupan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to Merenung

  1. Salam jumpa lagi!

    Kemana aja, Red!
    Melayang-layang angkasa?
    Merambat-rayap ke belakang dunia?

    Merenunglah sesekali, itu baik.
    Kerjakanlah renungan itu, semakin baik.
    Pikirkan cinta Allah itu lebih besar porsinya.

    Don’t worry too much!
    You are a special person,
    That;s why you were created.

    Salam Damai!

    • redesya says:

      Pak Maren, lama sekali nggak sapa ya.., Desya habis uas malah sakit, tapi sekarang dah lumayan baik, alhamdulillah๐Ÿ™‚

      iya Pak, thx ya pak

  2. aGHi 182 says:

    waduh bro pa kbr neh ..
    hehehehehe ..

    kaos couple murah RP 90rb sepasang di http://www.aghi182.wordpress.com

  3. accan says:

    aku, kamu, kami, kita.. ๐Ÿ™‚ hidup di dunia yang nyata,, ga di permainan game/PS. tapi kita di dunia hanya numpang saja.
    hidup jangan disia-siain… ๐Ÿ™‚

  4. @accan

    Aku, kamu dan kita,
    Hidup di dunia nyata,
    Bukan di PS2.

    Jangan sia-sia!
    (Gitu nendang!)

  5. redesya says:

    @accan
    iyalah, masak di dunia PS sih, btw aku memang suka maen game
    @Maren
    waduh! Nendang banget Pak..๐Ÿ˜€

  6. KangBoed says:

    hmm.. memang saatnya kita merenung tafakur diri.. menata diri.. mulai hidup Eling dan Waspada
    Salam Sayang

  7. eNgga says:

    yeahh , dengan merenung akan jadi lebih baikk kog …

  8. @enggak

    Yeah!
    Merenung itu ke dalam hati,
    Berpikir itu keluar kepala.
    Diem aja berarti sedang mati.

    Utk memperbaiki kedagingan kudu berpikir
    Utk memperbaiki kerohanian kudu merenung.
    Jiwa kudu tau mana yg utama pd saatnya.

    Salam Damai!

  9. angga chen says:

    merenung adalah sesuatu hal yang memang ada dan hadirnya tiada dipaksa

    harapan adalah arwah yang membuat kita hidup melalui mimpi akan kenyataan arti yang sebenarnya..! thanks

  10. fickry says:

    u know what..

    aku juga kerap merenung kyk gt.. apa benar aku ini nyata??? ngeri jg loh..hehe..

  11. Zulhaq says:

    hhhmmm, menyentuh bgt.
    merenung itu suatu keharusan keran dari perenungnan lah kita menyadari arti dan makna hidup yang sebenarnya. dan dengan merenungi, kita bisa mengetahui tolak ukur dari apa-apa yang telah kita perbuat. biak dan buruknya kita bisa memilah dan mempertimbangkan kembali, bagaiman kita menjalani segala sesuatunya dengan baik…

    Allah telah membuat skenario yang indah buat kita semua, tinggal bagaiman kita menyikapi dan menjalaninya sebaik mungkin.

    tetap semangat ra, masih banyak orang yang kurang beruntung dari dari kita. kita, siapapun yang ada didunia punya latarbelakang masin2, dan itu nyata adanya. tak ada kepalsuan yang di ciptakannya..semoga kita selalu dalam lundunganNYA..

    yang penting kita punya peganngan “Illahi anta maksudi, wa ridhka mathlubi”…”ya allah, engakulah yang aku tuju, ridhamu yang aku cari”. jiwa akan tenang, karena hati selalu tertuju pada ridho dan di ridhoinya amiennn….

    “TERSENYUM DALAM KESEDERHANAAN”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s