Kata-kata dalam Otakku

Dahiku mulai ber-embun, seperti bunga yang merekah di waktu subuh. Ada desir dalam otakku, atau cairan dalam otakku yang ber-embun sebelum mengugun? atau sudah beku seperti salju, atau sudah berkarat karena mau sekarat. Aku dengar lagi kepalaku berdesir…, menyisir…, seperti angin yang mendesau, kemudian sunyi …, sepi…, seperti dangau senyap…, di tengah hutan yang gelap.

Tak ada lagi kata-kata, kemana mereka pergi? semua hilang, semua memori telah terhapus. Kosong. Kemudian satu persatu mereka datang. Satu kata di setiap mimpiku. Aku mencatat tiap kata dan menyatukannya lagi. Aku merajutnya sangat kuat, biar ia merekat di otakku. Biar mereka mendiami di setiap labirin kosong itu. Biar mereka terpenjara selamanya dalam sel abu-abu. Tak akan ada lagi huruf-huruf yang jatuh dan saling menimpa, karena otakku telah bekerja, mengumpulkan tiap huruf menjadi kata.

Kusaksikan otakku mencair, menderas seperti lava pijar terkena hujan. Bukan putih susu kekuning-kuningan, melainkan merah oranye menjijikkan. Kemudian mereka berpusar liar, menelusup di sela-sela angan. Aku terbangun dari tepi mimpiku. Aku periksa setiap kata dalam otakku yang telah menjadi ladang kata-kata. Semua masih tersimpan rapi.

Aku tak ingin sepi seperti hutan di malam gelap. Hutan sunyi tanpa kata-kata. Hanya berisi riuhan angin ataupun siulan burung hantu…, gemerisik daun ataupun serpihan abu.

Otakku terlihat gelap, memupus semua angan, kemudian bayang menyusul satu persatu menjadi ribuan bayang. Mereka saling berkejaran. Saling mengajukan sebuah kata untuk disimpan. Hingga otakku menggeliat…, ribuan daftar kata tak tersirat. Lalu menjadi bumerang dan mengerang. Kata-kata itu hampir jatuh, semua huruf hampir patah, hancur tinggal kerangka. Namun tiap detik otakku selalu mengeja kata, seperti merapal mantra. Hingga semua tetap terjaga.

Bisikan datang berulang, serupa gerimis menderas di penghujung musim hujan. Otakku mulai merekam, menyerap, erat, meski semua tak patut untuk diingat. seperti sampah humus yang menguap. Hingga semua mengumpul dan membumbung. Pembendung otakku mulai retak. Tiap susunan kata menerjang bebas, tumpah ruah, tertuang dalam susunan huruf pada layar. Huruf-huruf hitam, berwarna-warni, atau putih tak berupa. Semua kata meneriak, menjelma baik dalam kalimat. Susunan tiap huruf rapi tertata, tak lagi menumpuk saling timpa.

Semua telah mengalir, dari tiap dinding labirin otakku menuju jariku. Syaraf-syaraf mulai bekerja. Menekan tiap balok huruf di papan keyboard berirama. Telah lama aku menelantarkan kata-kata. Hingga ia membalas mencurahkan hujan kata-kata. Aku terhimpit dalam ribuan kata yang kadang kutak menginginkannya.

This entry was posted in kisah and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

77 Responses to Kata-kata dalam Otakku

  1. Nisa says:

    Subhanallah… indah nian kata-katamu, rara ^^

  2. hanhan says:

    Dibalik semua hujatan kata yang tertuang akan tetap terdapat makna indah yang kadang tersimpan di sela2 himpitan kata tersebut.

    Salam…

  3. kata-kata itu memang nakal
    dia suka berlarian dalam otak
    atau kadang bermain petak umpet
    dan kadang kita harus licik dengannya
    sehingga kita tidak kalah bermain

    kelihatannya desya amat suka bermain dengan kata-kata
    bagaikan lego yang kadang terburai tanpa bentuk
    tapi dia dapat indah di tangan si pemain
    dan kali ini dapat kulihat bentuk dan warna yang indah di sini

    EM

    • radesya says:

      Kata memang nakal tante, kadang dia muncul memenuhi kepala kita, memenuhi setiap sudut pikiran kita..

      Bermain kata-kata itu sangat menyenangkan, apalagi kalau mengerti arti dari kata-kata yang kita mainkan🙂

  4. aji says:

    eee? ini apa maksudnya?

  5. muhamaze says:

    aku taunya otak-otak hmm enak😆

  6. kawanlama95 says:

    ketika kata tergiang ataupun memikirkan sesuatu. maka sebuah obsesi ingin dilakukan apakah proses terjadinya kata berawal dari sebuah kehenda?

    Salam hangat , selamat siang

  7. adams says:

    kebanyakan kata memang kadang bikin bingung, bagaimana tuk merangkainya… menjadi sesuatu yang berarti dan menyejukkan😀

  8. Afdhal says:

    Kepengen deh bisa merangkai kata2 seperti ini🙂

  9. Jamal eL Ahdi says:

    bebaskan
    lepaskan
    muntahkan

  10. Zulhaq says:

    kata kata akan selalu indah bila tersimpan rapi dalam otak
    dan jauh lebih indah lagi bila di tuangkan dalam sebuah coretan
    sebab dengan coretan, semua indera akan menikmatinya
    mata berbinar menyaksikannya, telinga pun riang mendengarnya, bulu bulu merinding bersama sang kulit di kala keindahan itu sedang di resapi…hembusan napasmu menikmati desiran kata kata itu…selamat siang rara :p

  11. angga chen says:

    wow untaian kata katanya keren banget sampai sampai aku nggak ngerti…wakakak ! thanks ya

  12. rigih says:

    ini nih yang aku sebut dg ‘Izukalizu’. http://celotehbayu200687.wordpress.com/2008/10/21/28/
    kerentz sist…

  13. ageleng says:

    keren skali kata2nya…😦

  14. berarti saya bersiap menantikan rangkain kata yang lain🙂 yang akan tercipta
    kan lagi terhimpit hujan kata2🙂

  15. AtA chan says:

    dalem banget Ra..
    teruslah berkarya..
    menulis, melukis..
    tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya🙂

  16. aliyah says:

    speechless…

  17. Pett says:

    Hi,
    Amazing! Not clear for me, how offen you updating your radesya.com.
    Have a nice day

  18. edratna says:

    Kita harus pandai-pandai mengatur otak, agar kata-kata atau pikiran yang berkeliaran bisa direfleksikan untuk hal yang baik…bukan untuk menambah kemumetan

  19. depz says:

    belajar dimana sih dek
    bisa nulis gini
    *ngiri*

  20. Mr. Handsome says:

    waduh, puitis banget ya? seneng puisi bukan?? gw agak-agak gimanaa gitu kalo sama puisi… hehe.

    thanks udah maen ke blog gw. maen lagi juga boleehh😀
    salam ganteng dari diazhandsome

  21. RenXe says:

    hmmmm…kata2 ya…selalu menunggu untuk ditangkap tapi kadang sulit untuk dikejar. sekali waktu dia melintas, melenggak-lenggok pelan bagai berjalan diatas catwalk, di waktu yang lain dia bersembunyi di sudut ruang yang sunyi dan tak sedikitpun dapat tersentuh…

    keep writing ya ra ^^

  22. anakilang says:

    Hhmm…. rasa nya seperti kegelapan ini menelanku. Kira-kira seperti itu kah?

  23. yoan says:

    desya memang pujangga…

    *berdecakkagum*

  24. Adi says:

    Mbak, aku boleh kasih award ga? Tolong diambil ya..
    Makasih d^_^b

  25. racheedus says:

    Kata-kata adalah pedang para pujangga.

    Sudah letih berkata-kata, Desya?

  26. D3pd says:

    Hai red, salam D3pd…otak-otak yang sangat berarti, ^_^…V chayoo

  27. Zulhaq says:

    hi rara…..
    apa kabar???

  28. achoey says:

    Dik ……

    makasih atas doanya selama ini
    Insyaallah ini hari terakhir saya tuk bedrest
    Dan esok bisa kembali beraktifitas🙂

  29. KangBoed says:

    SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG

    Woooowww keeerrrreeeeennnnxxxxzzzzz

  30. Thank’s sharingnya salam kenal dulu ah

  31. Prasetyo Muchlas says:

    Duh Rara.. ^^
    apakah semua kata-kata dalam otakmu telah tertata?
    hingga menulis saja kamu bermakna..

  32. narpen says:

    wah iya betul..
    disalurkan aja desya, kata2 dalam otakmu, biar tidak menumpuk..🙂
    lebih lega juga ko rasanya..

  33. shofiyah says:

    Subhanalloh indahnya….

    *tears*

  34. febri sihombing says:

    keren bgt kata2 yg di atas
    klo bisa ajarin donk?
    please!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s