Siapa Kau???

Hitam adalah malam, dimana dunia tak nyata mulai merayap, mengintai, siap memangsa dan memusnahkan apa saja. Sementara tubuhku sekumpulan jaringan tulang belulang tua berwarna gundah, rapuh berserakan, akan segera luruh menjadi serpihan-serpihan daun kering yang menguning, layu, jatuh, tertiup angin dingin.

Dan kau! Siapa kau? Selalu muncul dalam malam. Hitam telah membawamu dalam kesunyian. Ada segudang rahasia dalam matamu yang hitam terlarang. Lalu semesta hening saat kau datang. Tak ada sepatah kalimatpun meluncur dari bibirmu yang biru dan beku. Dan kau selalu muncul dimana saja kau suka. Kadang kulihat wajahmu menyelinap diantara pucuk-pucuk pepohonan, atau bertengger di langit-langit kamar. Semenit kemudian mengambang dalam bayangan bulan yang pucat terkena lampu kota dipinggir jalan.

Dan karena kau! Sepanjang malam tak bisa kuraih kantukku. Hingga langit di atas kepalaku menjadi hitam pekat, pucat lekat, selalu berubah-ubah. Berdentum-dentum mengikuti iringan detik jam. Aku mengangkat muka, menatap kedalaman matamu, ingin sekali aku menembus hitamnya bola matamu itu. Namun aku tak mendapatkan apa-apa. Kau tetap diam tanpa ekspresi. Sesaat aku melihat cercah cahaya dalam hitam matamu. Hingga aku dapat menangkap kesunyian yang bisu.

Semesta tetap hening sebisu batu. Sebisu dirimu yang tak bisa mengucap sepatah katapun untukku. Kau tahu? Malam tak benar-benar buta, sunyi tak benar-benar sunyi. Lebarkan daun telingamu, lalu rasakan. Adakah deruan nafasmu yang naik turun di sana? Lalu kau berdirilah dalam temaram bulan, kau akan menjumpai bayangmu sendiri yang lindap dan sesat. Atau kau tak punya bayang? Atau kau memilih serupa batu yang selalu diam dan bisu.

Tapi kau selalu membawaku ke tempat-tempat yang jauh yang belum pernah aku datangi. Betapa kau begitu dekat dengan intuisi. Kau juga begitu bersahabat dengan malam. Karena hanya pada malam kau sering menampakkan diri. Apa yang hendak kau katakan padaku? Kemaren kau mengajakku berkelana di pegunungan yang belum pernah aku daki. Hingga aku menemukan ladang berry liar yang berdaging tebal. Kemudian kau mengajakku terbang mengitari malam dengan sayap-sayapmu yang lebar.

Dulu aku tak pernah memperhatikanmu, hingga kau sering datang mengunjungiku. Kau selalu datang membawa pesan tak terucap. Aku selalu kesulitan mengeja bahasa yang kau kirimkan untukku. Karena kau memang bisu tak bisa berucap meskipun hanya satu kalimat. Duniamu memang indah, terlihat sempurna meskipun terkadang menakutkan. Dan kau hampir menjerumuskan aku dalam petaka panjang saat kau berusaha memeluk tubuhku dengan erat, dan kau enggan melepaskan. Aku meronta dalam cengkeraman tanganmu yang lebar dan besar. Kuku-kukumu terlalu runcing, hingga menyayat kulitku, ada darah yang memang darah, merah terang menyala. Kalaupun aku kalah, aku memang harus kalah. Ini adalah sebuah kesimpulan dari seluruh penghujung hidupku. Aku sudah seperti orang yang ditarik ke tepi jurang curam lalu kau akan mendorongku untuk jatuh ke bawah. Kau khianati aku dengan gelombang dan riak warna yang tak dapat dijabarkan dengan kata-kata. Aku kembali tenggelam dalam tarian penyiksaan.

Dengarlah, kini aku akan lebih sering memperhatikanmu, aku akan berusaha menjabarkan tiap bahasa yang kau kirim padaku. Ini semua kulakukan karena kau rajin mengunjungiku. Dan disaat kau sering datang apadaku, maka semua jadi lebih jelas dan terang. Terkadang ada yang terlupa olehku, hingga dalam kegelapan aku akan mencatat semua yang ingin kau katakan padaku. Meski dengan mata terpejam, aku berusaha menjabarkan apapun yang kau isyaratkan padaku. Hingga terkadang saat terang, aku tertawa sendiri. Menertawakan apa yang aku tulis. Karena semua tak bisa terbaca dengan jelas. Semua bayangan kabur, semua kata hancur saling tabrak. Tak bisa lagi aku kenali. Aku tak bisa mengingat apa yang aku lupa. Karena tiap kata itu tiada terbaca. Terkadang aku berusaha mengingatnya. Namun bayanganmu kabur tak jelas. Setelah itu biasanya kepalaku berderak-derak , otakku kusut kelabu, syarafku meradang kepayahan.

Lalu siapa kau? Tahukah kau…., kalau kau dirindui dari seluruh mahkluk yang bernama manusia. Karena aku tak pernah tau apa kau juga datang mengunjungi mahkluk selain kaumku. Kau juga selalu dirindui oleh mareka yang sedang jatuh cinta. Kadang mereka selalu berharap agar kau datang membawa pesan baginya.

Aku adalah angan, hitam adalah temanku. Dalam hitam aku bisa merindu. Dalam hitam aku menjadi semu. Dalam hitam dan gelap aku menyatu. Aku adalah intuisi dari sunyi. Aku adalah bayangan dari setiap bayangan. Aku adalah maya. Aku adalah nyanyian malam. Aku adalah bunga dalam kegelapan. Aku adalah setiap inci dari jiwa-jiwa yang resah. Aku juga harapan dari segala penantian. Aku adalah selimut malam. Dan kau tau siapa aku, karena aku adalah “mimpi”.

This entry was posted in kisah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

48 Responses to Siapa Kau???

  1. hmmm mimpi ya?
    bukan si setan toh?

    EM

  2. lena says:

    menatap hitam mata sang mimpi…
    knp mimpi dlm kisah ini terasa hitam dan gelap dek…? mimpi tidak selalu begitu kan..? kadang ia indah, terang dan berwarna warni…πŸ™‚

    • radesya says:

      memang kak, mimpi tak selamanya hitam, tapi kita bisa mimpi dengan mata yang terpejam, saat mata kita terpejam itulah semua kelihatan hitam…, itu maksud aku kak

  3. nisa says:

    hmm.. ruang petang tak berbayang. tiada bayang tanpa cahaya..

  4. AtA chan says:

    Sama keq emi chan, kirain jin atau setan..
    Ternyata mimpi tho..
    Serem amat mimpimu, berdoa dulu dong sebelum bobo’..πŸ™‚

    -keep in smile-πŸ™‚

  5. Muda bentara says:

    Keren Ra, mantap kali bahasanya, saluttt … terpesona aku dengan bahasamu itu …deskripsi mimpi yang indah …

  6. narpen says:

    Ah, masa des? Aku tidak merindui mimpi kok, apalagi mimpi buruk. Hehehe.
    Ngomong2 bener juga ya des, klo selain kaum kita (halah, maksudnya manusia), bisa bermimpi juga ga ya?

  7. marshmallow says:

    belakangan mimpiku selalu seru, sya, sampe malas bangun. abis seperti nonton film thriller dengan aku sebagai tokoh utamanya. terkadang ada adegan lucu yang bikin mimpiku lebih bewarna.

    hm… mimpi memang harus dinikmati. apalagi kalau ada si dia di dalamnya ikut menemani. deuu… ada nggak, sya?πŸ˜‰

    • radesya says:

      waduh!!, seru dunk kak…

      hihihi…, beberapa hari ini desya mimpi masuk ke dunia zaman dulu, naik kuda dengan pakaian seperti di film” itu kak, kayak Zaman kerajaan gitu. mimpinya juga seperti menyambung gitu. Aku seperti jadi prajurit ….

  8. Zulhaq says:

    hitam tak berarti gelap, sunyi tak berarti kosong
    mimpi itu datang dengan sejuta warna tanpa kata
    yang kadang tak percaya akan kehadirannya…
    aku adalah aku, yang tak pernah tau apa yang akan muncul ketika terjaga

    Rindu….serasa hitam dikala kerinduan tak jelas arah sinarnya
    oh mimpi…datanglah dalam wujud yang nyata, yang memberi senyuman indah bagi siapa saja yang membutuhkan itu….

    Selamat malam rara, kata2 indah itu mewakilkan sejuta mimpi indah ^_^

    Salam,

  9. Zulhaq says:

    Selamat pagi ra…
    semoga cerahanya mentari pagi ini, mewujudkan mimpi yang terlewati menjadi nyata adanya…

  10. RenXe says:

    kenapa kau selalu menjabarkan mimpi seolah sesuatu yang berat dan memiliki makna? mimpi tidak selalu bermakna apa-apa ra. kadang mimpi itu datang karena otakmu terlalu lelah memikirkan sesuatu. kadang orang yang sering bermimpi menandakan orang itu penuh ide dan kreatif. so…biarlah mimpi datang, dan pergi sesuka hatinya… ^^

    • radesya says:

      iya kak, kadang mimpi cuma bunga tidur yang tak bermakna apa”, benar sekali kak, aku juga berpikiran seperti itu, kubiarkan mimpi itu datang dan pergi sesuka hati

  11. nakjaDimande says:

    salam kenal radesya..
    semoga bersedia ajak bundo dalam mimpi berwarnamu..πŸ™‚

  12. Yoan says:

    humm… mimpi ya? saya sudah lama dilewati mimpi, desya. terkadang ia mungkin datang tapi tak bisa saya panggil lagi memori tentangnya selepas terjaga…

    btw, desya pintar sekali merangkai kata. salut! =D

  13. geRrilyawan says:

    tak kirain batman lho….hitam, gelap, malam. ternyata mimpi yaπŸ™‚
    susah deh saya kalo menjabarkan mimpi, kalo menjatengkan mungkin bisaπŸ˜€ (garink)

    • radesya says:

      hihihi.., kok bisa nebak batman sih..
      iya kak, menjabarkannya memang sangat sulit, menjatengkannnya bisa ya, coz kita sama-sama dari jateng, hihihi…

  14. racheedus says:

    Saya kira kelelawar atau burung hantu. Welah! Ternyata mimpi, to.

    Btw, saat mata terpejam, tak selalu berada dalam gelap. Mata batin yang terasah dengan baik justru lebih tajam.

    • radesya says:

      iya Om.., tapi mimpi selalu datang saat mata kita terpejam ya kan? memang mata hati kita tak gelap, tapi datang bermula dari gelap

      bener banget Om..

  15. hanhan says:

    Hitam tak akan selamanya hitam
    Kala cahaya kembali mulai menapak naik
    Semua mimpi kan menjadi nyata
    Dan Hitam akan kembali tersenyum dalam buaian mimpi

    Kata2 yang indah tentang mimpi….

    Selamat malam Rara….

  16. frozzy says:

    two thumbs up. tulisannya mantap.πŸ˜€
    salam kenal. first time maen ke sini.

  17. Tembang Pejalan says:

    Aku Adalah Nocturno sang angin malam
    berjuta malam telah aku lewati, menghembus
    Berjuta kelam hidup telah aku nikmati
    dan berjuta kenikmatan gelap telah aku reguk.

  18. Pingback: Panah Pasopati Award « FAITES COMME CHEZ VOUS

  19. Zulhaq says:

    selamat menjalankan ibadah puasa ra, maaf lahir bathin…
    tetap semangat…

  20. vee says:

    selamat bersapa dengan mimpi..tapi adek tahu??
    Entah kenapa sulit membagi mimpi.,,atau itu alasan kenapa pemimpi selalu sendiri..?

  21. rismaka says:

    Aku rismaka…πŸ™„

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s