Sajak Ramadan

Rantung Beach  by: Zia
Rantung Beach by: Zia

Semesta bahagia menyambutmu

Genderang cinta yang bertalu

Pijar kerinduan yang tak tertahankan

Menyeruak keseluruh aliran darahku

Mengiris kalbu kala mabuk rindu padamu

Dan letihku menunggu hadirmu

Kini telah sampai pada pengharapan


Engkaulah bulan yang penuh rahmat

Telah ditunggu berjuta umat


Aku luruh pada pancaran sinarmu

Aku tunduk pada kemilau hadirmu


Engkaulah bulan penuh berkah

Rinduku sampailah sudah

Marhabban Ya Ramadan

Inilah bulan yang aku tunggu-tunggu. Bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Aku merasa sangat bersykur masih diberi kesempatan berjumpa dengan ramadhan. Ada perasaan bahagia jika bulan ini tiba. Bahagia yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Tak bisa digambarkan dengan apapun juga. Semua jadi terasa indah. Mungkin seluruh alam semesta juga merasakan hal yang sama. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk bisa berbuat amal kebaikan sebanyak-banyaknya. Kesempatan bagi kita untuk bertaubat atas segala kesalahan dan khilaf. Karena di bulan ramadhan pintu surga terbuka selebar-lebarnya dan pintu neraka tertutup serapat-rapatnya. Puasa di bulan ramadhan itu wajib bagi umat islam, sesuai dengan firmanNya: “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa” (QS AL-Baqarah : 183)

dalam keheningan aku mencari

akarakar noda kehidupan yang telah terlewati

aku sujud mendamba ampunanMu

teriakkan tangisan dalam isi kepalaku

bersimbah jerih payah

merangkak ke relungrelung dekatMu


mataku merah bukan karena marah

mataku merah bukan karena darah


aku bisu dalam air mataku

menerungi, betapa besar dosa telah terbuat

aku tenggelam dalam Ramadan

-mendamba ampunan-

Di bulan Ramadan, kita mengharap ampunan dari Allah, berusaha menjalankannya dengan ikhlas meskipun masih banyak orang yang merasa keberatan menjalankannya. Padahal seperti sabda nabi Muhammad saw  “Allah mengampuni dosa-dosa orang yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan kesadarannya”, maka dari itu sebaiknya kita jalankan ibadah Ramadan dengan kesadaran dan keikhlasan.  Puasa ramadhan disyariatkan bertujuan untuk menyempurnakan ketaqwaan kita kepadaNya. Hati ini akan terasa damai jika mengerti makna berpuasa. Karena berpuasa itu bukan sekedar menahan makan dan minum semata. Tapi juga harus bisa menahan hawa nafsu. Dan ini yang paling berat.

langit bertasbih dalam rindu

semesta bersenandung bertahmid riuh

dan gemuruh tahlil getarkan bumi

gunung bertasbih dalam bisu

samuderapun bertakbir haru


bensimpuh aku dalam hening…

“malam seribu bulan”

malam yang selalu kurindukan

aku mengharap kedatanganmu…


duhai malam seribu bulan

temani aku yang dibuai helai kasmaran

cumbuilah kalbuku yang didesak sesak kerinduan

dan hadirlah pada takdirku

bersama malaikat dan ruh kehidupan


semua mahkluk menggelegar getar

cahaya pembeda menerjang gempar

dan tunas keagungan perlahan tumbuh membesar


aku khusyuk Sang Purnama

aku luruh padamu Sang Cahaya

bersahadad aku tertunduk

pada padang kemuliaan yang terketuk


biarkan aku larut dalam tafakur

memujaMu penuh syukur


pohon dan rimba belantara yang bersujud

pada kabut dan debur ombak

yang tak lelah…

haturkan sembah

Di bulan ramadhan yang penuh rahmah juga terdapat malam yang keutamaannya beramal di dalamnya lebih baik dari pada beramal seribu bulan lain yakni malam LAILATUL QADAR. Dan di bulan ramadhan setiap hari ada malaikat yang menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat maksiat agar menahan diri. Untuk itu, marilah kawan-kawan, kita jalankan bulan ramdhan ini dengan keikhlasan hati dan jiwa kita. Perbanyaklah berbuat amal kebaikan. Bertaubatlah atas dosa-dosa yang telah terbuat.

Di bulan Ramadan kita juga seharusnya membuang jauh sikap egoisme dengan meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama. Bukankah nabi kita Muhammad sering mengajarkan bahwa yang terbaik dari manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi sesama. Berbagi itu memang tak pernah rugi, apalagi berbagi di bulan Ramadan. Dalam khotbah menyambut Ramadan nabi Muhhamad menyampaikan kalimat indah :

“Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa pada bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu”.

Dengan niat hati yang tulus hanya kepada Allah, kita jadikan Ramadan bulan yang penuh rahmat berkah dan ampunan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kita menjadi manusia yang lebih mulia di mata Allah… amien..

Mohon maaf lahir dan bathin, selamat menuaikan ibadah puasa


This entry was posted in sajak and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

28 Responses to Sajak Ramadan

  1. Zulhaq says:

    pertamaxxxxx…

    seisi bumi bersujud tunduk padanya
    seisi bumi bertasbih tunduk akannya
    seisi bumi merenung dan membisu
    seisi bumi hanya bisa pasrah menghadap keharibaannya

  2. Zulhaq says:

    keduaxxxxxx
    puisinya begitu mendalam, membangkitkan segala hati yang keruh
    mengembalikan kelam menjadi sinar terang, seterang cahaya ramadhan🙂

  3. Zulhaq says:

    ketigaxxxx….

    segala ampunan adalah harapan semua umat, maka dari itu, sangatlah diharapkan segala ibadah yang dijalankan selama bulan ramadhan dan diwaktu2 lainnya di terima olehNYA…

  4. Zulhaq says:

    keempatxxxxxx…

    semoga kita bisa memaknai bulan suci yang penuh barokah ini dengan baik, dan mudah2an kita mendapakan rahmat lailatul qadhar amien….

  5. Zulhaq says:

    kelimaxxxxx…

    selamat menjalankan ibadah puasa, semoga selalu diberi kekuatan oleh tuhan YME…mohon maaf lahir dan bathin🙂

  6. AtA chan says:

    Pantai rantung itu dimana Ra…?

    Selamat menunaikan ibadah puasa..

  7. rasyid says:

    Selamat menunaikan ibadah puasa. jangan sampai gara gara ngeblog puasanya bolong kawan

    • radesya says:

      sama-sama…

      antara ngeblog ma bolong puasa kayaknya nggak ada hubungannya kawan…, itu tergantung niat kita, apapun kondisinya asal niat kita dah bulat inyaAllah bisa kok…🙂

  8. nakjaDimande says:

    puisi yang indah, radesya.. puisi untuk Sang Maha Cinta memang selalu memukau..

  9. geRrilyawan says:

    selamat menjalankan ibadah puasa ra…
    semoga kita tidak cuma mendapatkan lapar dan dahaga saja selama menjalani puasa ya…amin.

  10. vee says:

    Semoga ramadhan kali ini lebih baik dari kemarin dan semoga tahun depan masih dipertemukan dengan ramadhan sebelumnya..^^

  11. adams says:

    selamat menunaikan ibadah puasa jeng….

  12. Jamal eL Ahdi says:

    Semoga Mendapat gelar takwa

  13. Afdhal says:

    puisi yang indah
    apa kabar ra??
    selamat puasa yah
    mohon maaf lahir dan bathin

  14. morishige says:

    langit dan bumi tersenyum sepuluh senti ketika bertemu lagi dengan bulan penuh rahmat ini..:mrgreen:

    selamat menunaikan ibadah puasa..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s