Arti Perempuan (surat ke 1020 buat Ayah)

Ini adalah suratku buat papa yang aku publish, sebelumnya pernah aku publish juga di sini, maaf ini seperti diary saja. Tapi aku hanya ingin cerita, mohon dimaafkan. Tidak bermaksud apa-apa koq.

Dear papa…,

Papaku tersayang…, aku hanya ingin bercerita, cerita yang seperti biasanya. Banyak hal yang belum sempat papa ceritain padaku. Dan kini hanya aku yang bisa bercerita. Mungkin ini memang konyol, aku bercerita pada papa yang tak mungkin bisa membaca ini. Tapi biarlah, aku senang menulis ini buat papa. Sungguh rindu-rinduku padamu bisa terobati dengan ini.

Malam tadi aku bermimpi begitu indah. Seluruh sudut hatiku jadi berwarna. Ini mimpi tentang menjadi seorang perempuan. Dulu aku sering bertanya, bagaimana aku bisa disebut perempuan? Kenapa aku harus pakai rok? Dan seiring perjalanan waktu kini aku mengerti tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Meskipun di jaman sekarang ini banyak sekali laki-laki yang menjadi perempuan ataupun sebaliknya. Aku mulai senang memakai rok pa…, aku sudah banyak berubah. Meskipun aku masih suka bermain bola, aku juga masih suka bermain basket. Tapi aku sudah tidak lagi suka memanjat pohon, meskipun masih suka berada di loteng untuk pandangi langit. Tapi itu aku lakukan karena aku ingin lihat bintang biar terlihat lebih jelas. Aku berharap satu bintang itu adalah mata papa yang memandangku dari ketinggian sana.

Jiwaku bergelora pa…, aku sekarang bukan anak kecil lagi yang sering papa gendong, meskipun dalam mimpiku setiap berjumpa papa, aku masih kecil. Dan aku senang bisa menjadi perempuan. Meskipun menjadi seorang perempuan itu harus bisa menjaga diri dengan sangat baik. Karena dari seorang perempuanlah akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa. Dulu papa sering bilang,”ajeng harus bisa jaga diri”. Aku akan berusaha menjaga diri dengan baik pa…

Menjadi perempuan memang sangat berat, seperti yang pernah mama bilang sama aku. Ajeng jadi ingat cerita tentang ken arok dari kerajaan Singa Sari itu pa…, diceritakan disitu bahwa ken arok sangat terpesona pada kecantikan ken dedes. Saat itu ken dedes turun dari kereta kencana, angin bertiup agak kencang, sehingga tersingkaplah betisnya. Dan betis permaisuri akuwu tunggul ametung itu berpendar sangat terang. Hingga ken arok sangat terpukau dengan betis kendedes itu. Lalu ken arok berbuat apa saja demi mendapatkan ken dedes, hingga ia pun membunuh akuwu tunggul ametung. Sejak saat itu dendam dan prahara dimulai. Dari cerita ini bisa diambil hikmah kalau menjadi seorang perempuan tidak boleh mengumbar aurat sembarangan. Baru melihat betisnya saja, ken arok sudah bisa berbuat nekat seperti itu.

Kemudian aku juga ingat cerita Drupadi. Apa papa tau tentang cerita drupadi? Diceritakan bahwa drupadi itu memiliki suami lima. Ia yang telah membawa kehancuran kaum kuru. Dinasti terhebat yang pernah ada. Dia telah menyalahi aturan yang telah ada. Dalam kisah Mahabharata, suami drupadi, raja Yudhistira, diundang ke Hastinapura, untuk mengikuti turnamen judi. Sakuni paman Duryudhana membujuk Yudhistira untuk bertaruh sampai hilang semua hartanya, kerajaannya, bahkan istrinya (Drupadi) juga menjadi taruhan. Tentu saja Drupadi menolaknya. Disitu juga dikisahkan Drupadi ditarik rambutnya dan dipaksa oleh adik Duryudhana untuk melepas pakaiannya. Dia sudah menjadi hak kaum kuru dan harus melayani kaum kuru. Ini sangat mengerikan pa…, bagaimana seorang wanita harus melayani semua laki-laki kaum kuru. Tapi Drupadi terselamatkan, saat kain itu coba dilepaskan, ternyata kain itu tak pernah habis. Drupadi diselamtakan takdir, ia kemudian mengembara di hutan bersama suami-suaminya yang dikucilkan, ia tak pernah lupa penghinaan kepada dirinya. Ia membiarkan rambutnya tidak diikat dan disisir, selubung simpul-simpul untuk mengingatkan suami-suaminya tentang bagaimana mereka gagal dalam tugas mereka yang paling penting. Ia api di dalam paru-paru mereka, berkobar setiap kali mereka mnempertimbangkan kesabaran. Drupadi menaruh dendam pada kaum kuru. Hingga saat pertempuran besar di Kurushetra, semua dinasti kuru terbunuh. Hingga akhirnya Drupadi mengikat rambutnya yang dilapisi darah adik Duryudhana.

Dari cerita ini,perempuan sering diperlakukan semena-mena pa…, banyak yang tidak menghormati perempuan. Para perempuan sering diperlakukan beda dari kaum laki-laki. Kenapa selalu saja perempuan yang jadi pihak yang kalah? Ajeng tidak ingin menjadi seperti itu. Perempuan juga harus memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Tetapi tetap masih dalam kodratnya menjadi seorang perempuan. Dan yang paling penting harus bisa menjaga kehormatannya.

Papa…, ajeng akan berusaha menjadi perempuan yang baik pa…, bisa bikin papa dan mama bangga. Doaku akan selalu tercurah buat papa. Semoga papa di sana bahagia. Salam rindu dan sayang ajeng buat papa.

Wahai Jibril…., sampaikanlah ini buat papaku di sana…

Mentari kecil

This entry was posted in Story of my life and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

43 Responses to Arti Perempuan (surat ke 1020 buat Ayah)

  1. nakjaDimande says:

    desya, tentu saja suratnya sampai pada papa.. karena Allah sudah berjanji takkan pernah dipisahkan jiwa-jiwa yang saling mencintai karenaNYA.. tak dipisahkan di bumi dan di akhirat..

    sesungguhnya desya dan papa tak pernah berpisah..

  2. kaka says:

    Ah…Jadi inget Abah deh…..

    “gak bisa komen banyak kalo ginih ya ” Sorry ntar ajah di next post

  3. Zulhaq says:

    surat ke 1020? ada maknanya atau memang jumlahnya dah mencapai angka itu ra???

    Subhanallah…
    begitu indahnya rara merangkai kata yang tersurat buat papa, rangkaian kata yang penuh makna, lahir dari hati yang paling lembut. rindu akan sosoknya, memberi warna tersendiri untuk mencurahkan segala sesuatu yang hendak disampaikan!!!

    “surat ini memberi isyarat tentang sebuah pengakuan proses tumbuh kembang sang buah hati yang tak henti mengharapkan kebahagiaan tuk papa dan mama. pengakuan yang menyatakan “ingin menjadi perempuan yang sebenarnya, perempuan yang bisa di banggakan, perempuan yang mandiri tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan”…

    Dengan ini semua, beliau pasti bangga ra…”karena rara telah berjanji pada diri sendiri untuk menjaga segala apa yang seharusnya dijaga, tak perlu ada pengawasan atau sesuatu hal lain, melainkan keinginan tulus yang tak pernah dipaksakan!!!🙂

    bermain bola, bermain basket, bukanlah sesuatu yang tak boleh dilakukan oleh seorang perempuan, karena itu adalah olahraga yang tidak terbatasi oleh jenis kelamin.

    …rara sangatlah paham, bagaimana perempuan itu seharusnya, bagaimana perempuan itu harus bertahan, bagaimana perempuan itu harus bersikap, bagaimana perempuan itu menjalani kodratnya…”hal itu, tercermin dari kisah ken arok dan kisah drupadi yang rara kisahkan dengan sempurna”. semua pembelajaran itu telah di maknai dengan segala pemahaman ^_^

    “memang, banyak kasus yang terjadi pada kaum perempuan, yang dimana mereka diperlakukan dengan semestinya, dierlakukan dengan coretan kekerasan, bahkan diperlakukan secara tidak manusiawi. tapi, semua tak akan pernah terjadi apabila seorang perempuan mampu melahirkan sebuah keindahan yang damai dalam suasana dan ruang apapun itu!!!

    dan yakinlah akan ayat suci tuhan semesta alam “perempuan yang baik, untuk laki-laki yang baik”, janji tuhan tak ada yang bisa menyangkali. dan percayalah akan ketentuanNYA itu. tuhan telah membuat suatu skenario besar untuk setiap hambanya, tak ada yang perlu di takuti kecuali takdirnya. selama hambanya menginginkan kebaikan dalam wujud usaha dan do’a, tuhan tak akan pernah menolak permohonan itu…

    papa sedang tersenyum mendengar rangkaian demi rangkaian kata yang lahir dari hati sang mentari kecilnya, yang tak pernah melewatinya tanpa senyuman. dalam ayat sucinya, allah-pun berkata “sesungguhnya, orang-orang yang telah mati, mengetahui tentang keadaan orang-orang yang masih hidup atau di tinggalkannya”, kurang lebih begitu bunyinya.

    tetap semangat, tetap tersenyum, tetap menjadi perempuan yang apa adanya🙂

  4. quinie says:

    hola radesya. Mampir di marih ya… dari tempatnya abang mu😀.
    Hm.. sungguh tulisan yang indah & cerdas. Sayah salut dengan penceritaan kembali kisah2 di atas, karena saya emang ga tau😀 *oww.. ternyata begitu ceritanya*

    hm… tentang menjadi seorang perempuan, saya pun masih belajar. Ada banyak hal yang akan kita lalui untuk menjadi seorang perempuan sejati. Tentang bagaimana caranya, tentunya itu sudah dituangkan dalam Al qur’an ribuan tahun lalu.
    Perjalanan seorang wanita masih jauh dan pasti kamu bisa menceritakan kembali semuanya kepada alm. papamu suatu saat nanti.

  5. kaka says:

    Blog walking,eh balik kesini lagi.Eh ada atu ama Om zulhaq ,jadi pengen komen lagi :

    Aduh mbak…saya balik kesini mau minta boleh gak sayah pinjeum kata-katanya buat Almarhum abah sayah,saya gak pernah bisa nulis buat almarhum sebagus inih.

    Rgds

    -kaka-

    @ Zulhaq : Om-om kok posting disini ?
    @ Atu : Lu juga posting ko di blog orang seh ?

  6. depz says:

    sebelum komen mo hug hug dulu
    sama adek kecilku ini ah🙂

    papa ajeng pasti bangga sama ajeng
    apalagi kalo ajeng bisa kuliah dengan baik n nyenengin mama ajeng
    *kayak nasehat org tua ya*
    hehehe

    kita ga punya siapa2 lagi untuk disenangkan kecuali mama
    mentari kecil, bersinarlah di keluarga kecilmu

    GBU

    • radesya says:

      Kakakku yang baik hati, makasih nasehatnya ya🙂

      iya, aku akan berusaha, doakan ya kak..

      Mentari kecil akan selalu bersinar meskipun mendung datang menghalang

  7. AtA chan says:

    Perempuan gak musti pake’ rok kan Ra..🙂

    Makin dewasa nih, semoga menjadi perempuan yg sabar, tawakal dan ikhlas…

  8. abrus says:

    ajeng … do’a anak yg berbakti pasti sampai pada alm orang tuanya… dus surat ajeng pasti sampai… Insya Allah.

    ajeng : “perempuan harus bisa MENJAGA DIRI dan laki-laki sebaliknya harus mampu MENAHAN DIRI…!!!

  9. Pejalan says:

    Mak, banyak perempuan ga bisa masak seperti njenengan mak.
    Mak, banyak perempuan dijaga kehormatannya malah menolak, mereka malah merendahkan diri mak.
    Mak, banyak anak besar ditangan pembantu mak.
    Mak, banyak bayi besar dari susu sapi mak, jadi jangan heran kalau susah diberitahu, persis sapi.

    ah.. emak sudah tenang dan nyaman bercinta dengan gusti allah. semoga kerinduan emak pada kanjeng pengeran terobati.

  10. Afdhal says:

    aihhh…kata2nya TOP BGT
    yang penting anak perempuannya papa ini TETEPP suka NONTON BOLA n dukung MIlan dan liverpool kan
    *tosssssssss*

  11. Mackeran says:

    Are you a professional journalist? You write very well.

  12. racheedus says:

    Desya, rindumu amat dalam untuk sang ayahanda yang sudah dipanggil-Nya. Pasrahkan saja pada Sang Pemilik alam semesta. Kerinduanmu pasti didengar oleh-Nya, karena Ia memang Maha Mendengar.

    Mudahan Desya tak mengikuti jejak Ken Dedes yang mengumbar aurat atau pun Drupadi yang berpoliandri.

  13. yoan says:

    desya… aku yakin papa desya bangga punya anak sholihah seperti desya…

    tetap sabar dan tabah ya de…

  14. geRrilyawan says:

    perempuan itu tiang negara…perempuan baik, maka negara baik. katanya sih begitu.

    baru sempat mampir untuk mengucap maaf lahir batin🙂

  15. hanhan says:

    Papa akan sangat bangga melihat putrinya dapat tumbuh dan dewasa, semua surat yang Ra kirimkan pasti akan selalu disimpan dan diterima oleh papa….
    Salam..

  16. frozzy says:

    fiuh…i envy you for creating such beautiful words, i wish I could do the same for my dad. yang bisa gue lakuin cuma memeluknya untuk nunjukin kalau gue sayang sama dia.😀

  17. Armakusumah says:

    Berbahagia seorang Ayah mendapatkan surat dari seorang anak yang bertutur sebuah hikmah…

  18. GaSelaluSendiri says:

    Desya,sbar yah..
    Nampak rindu yg dalam pd ayahanda…
    Pasti ayah bangga pny perempuan yg kuat kya desya ini..

    Aq bru bca dsni..keren bgt…
    Slm knal..

  19. lenna says:

    maaf, baru sempet baca yang ini sayang..

    Rara meski kau menyebut dirimu “mentari kecil”.. kamu dewasa sekali dalam posting ini. Dalam surat yang kau tulis untuk Papa..
    Tentu papa sangat mensyukurinya.

    Luv

  20. dasir says:

    Menyentuh dan indah Ra, aku tidak salah paham kan kalau goresan mentari kecil ini untuk papa rara yang sedang duduk di surga sana, semoga engkau menjadi perempuan yang sholehah ya ra, doa anak yang sholehah seperti rara akan membuat papa rara bahagia di sana.
    “sudah banyak sekali suratnya ra, dari tahun berapa ra?”

    • radesya says:

      iya kak, amin…., makasih atas doanya kak🙂

      iya dah banyak sekali, aku menulis sejak SD, dulu mama bilang, kalau lagi rindu sama papa, disuruh bikin surat gitu🙂

  21. mbaknya membuat bidadari surga cemburu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s