Delapan belas tahun sudah…..

delapanbelassudah

Waktu….  ku ingin kau sabar menunggu. Hingga hitungan detik sampai padaku. Hingga angka mendekati waktuku. Namun sayang sekali, tak ada yang bisa menghalangimu untuk terus melaju. Tak kau hiraukan seruanku, kau terus berdetak. Hingga semua terasa sesak.

Waktu…. Angka telah sampai pada hari ke delapan, di bulan penghabisan. Coba kau mau menunggu dua puluh tiga hari lagi, tentunya aku akan terlahir di angka pertama pada bulan yang pertama . Namun tak seorangpun bisa membujukmu. Dan ini sudah menjadi ketetapan-Nya. Delapan belas tahun sudah aku ada, delapan belas hanyalah deretan angka.

Waktu….  semalaman aku menunggu tiap detikmu, kurasakan dadaku yang berdebar, tubuhku bergetar, saat aku mulai tidak sabar. Hingga inilah waktumu, ulang tahunku. Dulu saat kecilku yang ada dibenakku saat ulang tahun adalah kue ulang tahun, tiupan lilin, ciuman, pelukan juga kado yang menumpuk. Tapi apa arti itu semua? Kenapa harus meniup lilin? aku tak pernah mengeri artinya sampai sekarang.

Waktu, kini kau telah mengambil satu lagi dari yang kau berikan untukku. Hari ini umurku telah kembali berkurang satu. Kenapa kita mesti berpesta? Bukannya umur kita telah berkurang? Apa itu yang perlu dirayakan? Satu hal yang aku lakukan hanyalah bersyukur atas semua yang telah diberikanNya untukku. Aku masih bisa merasakan nafasku.

Begitu banyak ucapan selamat dan doa untukku. Seharusnya itu semua diberikan pada mamaku. Karena beliau yang pantas menerimanya. Tau kenapa? Delapan belas tahun yang lalu, mama telah pertaruhkan hidupnya untuk aku. Diantara hujan yang mengguyur begitu deras. Diantara nyalak petir yang berdentum keras. Diantara rasa sakit dan kepayahan. Semua demi melihat tangisanku. Hanya mama yang pantas menerimanya, karena beliau yang telah korbankan semua demi aku.

Delapan belas tahun sudah aku berada di dunia ini, aku bukan anak kecil lagi seperti dulu. Kini aku baru sadari akan satu hal. Tak perlu ada perayaan, tak perlu ada pesta. Cukuplah perenungan panjang yang ku lakukan. Kemanakah delapan belas tahun waktuku aku gunakan selama ini? Aku tertumpuk oleh beribu dosa dan kesalahan. Waktupun tersia-sia. Tak bisa lagi aku merangkai waktu yang lalu. Tak akan kubiarkan waktuku tergadai dengan penyesalan. Semoga aku bisa gunakan waktuku ini dengan lebih baik lagi. Amin…

This entry was posted in Story of my life and tagged , , . Bookmark the permalink.

34 Responses to Delapan belas tahun sudah…..

  1. DM says:

    Hanya ada tiga pertanyaan, Radesya, yang cukup Desya jawab dalam hati saja:
    Apa yang sudah kau lakukan, apa yang sedang kau lakukan, dan apa yang akan kau lakukan.

    Sekali lagi selamat ya…

    Iya, Radesya udah gede. Ayoh tetap tersenyum. Untuk mama, dan untukmu juga🙂

  2. a says:

    18 tahun ya…. dah punya cowo blum???

  3. Pengelana says:

    9,18,27,34 dst adalah deret angka yang tak bermakna, jika tanpa ada pemikiran dan perbuatan yg mamaknainya.

    Selamat Ulanga Tahun.

  4. AtA chan says:

    ..
    Wew..
    Ngeri juga lahirnya pas ujan petir..
    ..

  5. nakjaDimande says:

    Selamat Ulang Tahun Desya.. semoga menjadi gadis shalihah yang selalu bisa mendoakan papa dan mama. amin

  6. zulhaq says:

    selamat ulang tahun ya ra
    semoga apa yang di cita cintakan, terwujud seiring bertambahnya usia amien…

  7. Didien® says:

    met ulang tahun mbak..semoga hidupnya semakin berkah dan bermanfaat amin…
    ingin berbagi info Coin IBSN Peduli Keadilan

    salam, ^_^

  8. Caride™ says:

    ooohhh 18 tahun…semoga sdh banyak yg di lakukan utk kebaikan ya…

  9. d-Gadget™ says:

    semoga semakin dewasa dna barokah ya mbak…

  10. MathLover says:

    Sugeng Ambal Warsa mbak Radesya…
    Smoga makin tmbh bijak dan taqwa pada-NYA
    Amin

  11. Saya tidak bermaksud genderis atau seksis, tapi sungguh, saya jarang melihat atau membaca tulisan kaum blogger perempuan yang benar-benar bagus dan membuat saya ingin membacanya sampai piksel terakhir.

    Dan perempuan ini, adalah salah satu dari “yang jarang-jarang itu.” Baca saja paragraf terakhirnya saat ia menceritakan ibunya yang mempertaruhkan nyawa demi kelahirannya. Dahsyat. Kuberikan kata itu untuk paragraf terakhirmu, jeune fille.

  12. dasir says:

    Selamat Ulang Tahun ya desya, smg engkau makin dewasa dan makin rajin ibadah dan belajar. Salam hangat selalu

  13. RenXe says:

    ra, met ultah ya… ^^
    wish u all the best!!!

    kebetulan banget nih…dalam rangka ultahnya rara, aku putuskan tuk mulai aktif nulis blog lagi ^^

    oh ya, tanggal 6 kemarin adikku jg ultah. umurnya sama ky kamu ra😀

    • radesya says:

      makasih kak🙂

      iya, kebetulan ya.., senang kakak aktif lagi…

      owh iya.., bilang sama Galih ya kak, Met ulang tahun buat dia…, semoga kebaikan selalu menyertainya

      coba dulu ibu mau nunggu mama, kan bisa melahirkan bareng gitu. Jadi aku ma Galih ultahnya bareng gitu, cuma beda 2 hari ja ya…🙂

  14. Selamat Ulang Tahun, Desya.
    semoga apa 2 yg diinginkan dan dicita2kan akan tercapai,
    semoga tetap menjadi gadis sholehah harapan mama dan papa, amin.
    salam.

  15. Semoga tambah dewasa, lebih dewasa dan makin dewasa ^^

  16. achoey says:

    Met Milad ya
    Kau tumbuh dengan cinta
    untuk cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s