Tabungan Kebahagiaan

happy_face

Kenapa sih selalu ada kesedihan? Padahal aku tak pernah meminta kesedihan. Mungkin semua orang juga tak menginginkan kesedihan. Setiap hari kita selalu berdoa agar selalu di beri kebahagiaan. Pernahkah Anda mengitung, berapa besar kebahagiaan yang Anda dapatkan setiap harinya? Lalu seberapa besar kesedihan yang Anda miliki setiap harinya? Kemudian bandingkan jumlahnya. Lebih banyak kebahagiaan atau kesedihan.

Tuhan memberikan banyak kesedihan, tapi percayalah, Tuhan juga memberikan berjuta-juta kebahagiaan sebagai penggantinya. Dan kita bisa menciptakan kebahagiaan kita sendiri. Begitu banyak cara yang bisa kita tempuh untuk mendapatkan kebahagiaan. Dan aku sering melakukannya. Saat aku sedih, aku berusaha menghibur diri sendiri agar kesedihan itu bisa hilang. Menulis dan membaca tanggapan Anda atas tulisanku juga bisa memberikan kebahagiaan tersendiri. Menggambar dan melihat hasilnya bisa juga membeikan rasa bahagia. Berbagi dengan orang lain juga bisa memberikan rasa bahagia. Coba deh Anda membantu teman yang sedang kesusahan, setelahnya pastilah Anda akan merasakan kebahagiaan yang tak terkira.

Seringkali aku berpikir, andai saja ada Bank Kebahagiaan, aku akan menabung sebanyak-banyaknya kebahagiaan. Kemudian saat aku sedih, aku bisa mengambil tabungan kebahagiaanku. Atau saat melihat orang sedih, aku bisa mengambil tabungan kebahagiaanku kemudian aku akan berikan padanya. Tapi sayang sekali, itu cuma ada dalam pikiranku saja. Karena di dunia ini tidak ada Bank Kebahagiaan.

Tapi setidaknya kita bisa menabung amal kebaikan sebagai Tabungan Kebahagiaan besok kalau kita di akherat tentunya. Tapi kenapa ya…, kita justru sering menabung kesalahan. Terkadang kita juga sering mengulang kesalahan yang sama. Bahkan sudah banyak contoh akibat dari kesalahan yang kita lakukan, namun demikian kita tetap saja tak pernah jera. Apa karena kita berada pada lingkungan yang pemaaf? Kalau dipikir-pikir kita ini hidup di negeri yang pemaaf. Berapa banyak orang-orang yang berbuat salah, berapa banyak orang yang membuat kerusakan alam. Tapi toh kita selalu memaafkan.

Saat aku tinggal di kota S, aku sering mendengar curhat dari seorang kakak, yang suaminya sering selingkuh dan jarang pulang. Namun tetap saja dimaafkan. Bahkan aku pernah membaca surat kabar tentang orang tua yang menganiaya anaknya. Tetap saja dimaafkan. Tapi kenapa kesalahan-kesalahan itu selalu terulang dan terulang lagi. Apakah karena cadangan maaf kita masih begitu banyak? Tak bisakah kita kurangi tabungan kesalahan kita lalu menggantinya dengan tabungan kebahagiaan? Kalau kesalahan-kesalahan yang kita perbuat tak bisa kita jadikan pelajaran dan selalu mengulangi kesalahan yang sama ini sungguh ter-la-lu! (coba ucapakan dengan logat Rhoma Irama biar mantap) ^^

Karena aku lagi malas bicara, so…, aku tulis saja di sini. Entah kenapa aku malas sekali bicara , ada kekecewaan yang terakumulasi dan itu membuatku jadi malas. Bagaimanapun juga aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa. Ya sudahlah…..toh semua telah terjadi. Nasi sudah menjadi bubur, semua masih bisa diperbaiki. Yang penting masih bisa selamat. Aku akan berusaha menjadi orang yang pemaaf. Meskipun kesalahan itu selalu terulang. Tapi tetap saja aku selalu memaafkan. Dan aku beruntung sekali lahir di tengah-tengah orang pemaaf, sehingga akupun bisa menjadi pemaaf. Dan cadangan maaf yang aku miliki masih sangat besar. Semoga aku bisa menambah Tabungan Kebahagiaanku dengan ini.

This entry was posted in Kehidupan. Bookmark the permalink.

19 Responses to Tabungan Kebahagiaan

  1. Tulisan yang bagus….

  2. Semoga ALLAH senantiasa memberi kita kebahagiaan dan menghilangkan kesedihan kita..

  3. Dekat pada ALLAH dengan Taat kepada-Nya adalah Sumber Kebahagiaan di dunia, dan Tabungan Kebahagiaan nanti..

  4. edratna says:

    Bukankah kita terkadang memang dicoba? Dan siapa yang lulus dari cobaan itu akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih besar, jika kita percaya penuh kepada Nya.

    • radesya says:

      iya bunda…, semoga kita dimudahkan dan diberi ketabahan dalam menghadapi setiap cobaan hidup, biar kita bisa mendapatkan kebahagiaan…, kalau kita bisa melalui cobaan dengan baik, kita akan naik kelas ya bun… ^^

  5. achoey says:

    Jika kelak kita telah memiliki pasangan hidup, semoga sosok itu bisa senantiasa membuat kita bahagia saat sedih๐Ÿ™‚

    DIk, maaf nih kakak jarang BW.

  6. AtA chan says:

    ..
    Kalo harry potter sih pake’ mantra patronus untuk mengusir dementor yg menghisap kebahagiaan he..he..
    ..

  7. Pasti tabungan kebahagiaan Desya lebih banyak daripada kesedihan, karena Desya begitu penuh maaf pd siapa saja.
    Memaafkan dgn ikhlas bisa membuat kita lebih bahagia ya Desya.
    Semoga selalu sehat dan bahagia Desya.
    salam.

  8. Semoga Allah selalu menolong kita tuk menambah Tabungan Kebaikan kita.

    Dan Pamit Dulu Entah Sampai Kapan

  9. zulhaq says:

    apakah gerangan kekecewaan yang berakumulasi itu ra?
    apakah bisa dishare, dibagi, sapa tau akumulasi itu bisa berkurang

    pemikiran yang dewasa ra…
    terlampau banyak orang yang termasuk aku, yang terlalu muadh mengulangi kesalahan yang sama. yang terlalu mudah memaafkan, sehingga hal yang di,maafkan itu jadi manja dan terus berulang

    semoga kita senantiasa bisa menanamkan kebahagiaan buat diri kita dan orang orang disekitar kita

    **ambil gitar, nyanyiin lagu mentari kecil*๐Ÿ™‚

    oh ya, rara bisa aja ngelucu ala bang rhoma. teeerrrlaaaluuu…!!!

    • radesya says:

      kekecewaan yang gag bisa dijelasin kak…

      nah itu dia kak.., dah tau salah, tapi masih selalu terulang…

      wah suaranya kedengeran nyampai sini๐Ÿ™‚

      hihihih…

  10. Ide bagus ra.. sebenernya kita udah punya kok, siapkan aja kapasitas yang besar (unlimited space) di hati yaitu berjiwa besar, dan kesabaran dalam menghadapi masalah dan cobaan ^^

  11. Shaquille says:

    Tulisan yang sungguh menyejukkan. Aku senang membacanya tante…๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s