Karena Aku adalah Ilalang

Twilight by radesya http://radesya.deviantart.com

Twilight by radesya http://radesya.deviantart.com

Aku tak pernah tau kapan kau datang. Aku tak pernah tahu bagaimana kau berbentuk, kau hanya bisa aku rasa, hingga aku tau kau ada. Kau begitu terpana melihatku. Saat senja turun remang semburat jingga terang. Kau sentuh aku dengan lembut, selembut sutera nirmala. Aku terbuai oleh belaianmu. Aku bergoyang pelan. Kau sentuh aku agak keras, tapi aku tetap bergoyang pelan, hingga kau meradang garang. Belaianmu semakin bertubi-tubi, kau susuri setiap lekuk tubuhku hingga mataku memerah panas. Kau tak berhenti sampai di situ, kau hempaskan aku dengan sekuat tenagamu. Tapi aku tetap bertahan. Terus mencengkeram tanah dengan kuat, hingga bumi terasa panas, berasap, bergulungan , bergerak naik menyentuh awan. Mata langit terasa perih dan pedih tak tertahan, hingga buliran-buliran air matanya merintik, menderas di mana-mana.

Bumi basah, tetes-tetes air meluncur berloncatan dari tubuhku yang meliuk menebar mantera . Hingga kurasakan sinar matamu serupa nyala api berpendaran, dan kau siap menerjangku lagi. Kau hempaskan aku berkali-kali hingga aku patah tak terarah. Serbuk putih seputih kapas meliar terlepas jatuh beterbangan entah ke mana. Semesta berbisik agar aku tetap bertahan. Kau terus bersekutu dengan hujan untuk menumbangkan aku dalam remang, nafasku terasa patah-patah.

Gerak terjang tubuhmu semakin mengendur, kunikmati setiap lekuk sunyi, aku membisu, terpaku. Semesta hening…., begitu hening yang terlalu indah untuk kau kejami dengan riuh gaduhmu yang terdengar nyalang mendera gendang telinga. Aku meliuk ke belakang, menatapmu dengan seringai atau senyuman. Kau hembuskan nafasmu dengan pelan, menjelma bisik ,

mendesir….,

mendesau….,

mendesis….,

bergerak dengan alur tak jelas.

Hujan mereda, aroma tanah basah bercampur rempah wangi tercium ke udara. Kuhisap tetesan sebening kristal yang terecap manis,madu,susu,protein,mineral, semua masuk ke tubuhku. Aku tengadahkan kepala memandang langit pekat berawan, merasai sisa-sisa hujan setetes demi setetes. Gelap mulai memupus oleh sinar remang bulan. Siluet siluet tubuhku saling bersentuhan, saat kau sentuh aku dengan lembut. Kusarakan kesejukan yang terus menjalar sampai ke pori-pori.

Aku tau, kau tak akan pernah meninggalkan aku, sebagaimana tanah yang dengan setia menemaniku. Seperti langit yang tak henti mengirim hujan padaku. Karena kalian sumber kehidupanku, semua membaur, bergerak meledak menjadi semesta. Begitulan hidupku menjelma. Malam indah yang tak pernah bisa aku namai. Malam disaat kau tebarkan benih-benihku yang akan terus menjalar liar.

Meski kau kerahkan seluruh kemampuanmu untuk menumbangkan aku, lihatlah…, aku tetap berdiri kokoh dan tegar. Meski kau datangkan badai yang mengamuk garang, aku masih bisa bertahan. Karena aku adalah ilalang, akar-akarku bercokol kuat dalam tanah. Aku hidup dengan cepat. Menjalar, mengombak di padang rumput luas, di pinggir sungai, di tanah tandus atau di sekitar pohon-pohon besar. Aku hidup tanpa aku minta, karena aku tak pernah meminta menjadi ilalang. Dan engkaulah angin, aku tak akan bisa lepas darimu, meskipun ribuan kali kau menderaku, aku tetap di sini, berdiri kokoh tak tergoyahkan.

ilalang

*Ilalang*

Ilalang benama latin Imperara Cylindrika L, sejenis rumput yang berdaun tajam, memiliki bunga yang menguncup berwarna putih dan memiliki biji-biji yang sangat kecil. Bunga dan bijinya berambut halus sehingga mudah diterbangkan angin. Bisa berkembang biak secara cepat, baik secara generatif maupun vegetatif (melalui biji maupun rimpangnya). Dapat tumbuh pada lahan terbuka yang mendapat sinar matahari cukup.

Ilalang mengingatkan aku pada nasehat mama yang telah aku tulis menghias kamarku :

-Jadilah engkau seperti ilalang, kuat, tegar mengahadapi apapun, sederhana, tenang dan selalu mandiri

This entry was posted in cerpen and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Karena Aku adalah Ilalang

  1. hanhan says:

    Ilalang memang sangat kuat, ia dapat hidup di tempat apapun yang belum tentu tanaman lain dapat hidup di tempat tersebut.

    kata-kata yang indah dalam tulisan ini serta nasihat yang sangat bijak dari seorang ibu akan terkenang selamanya….

    Selamat malam Rara….

  2. AtA chan says:


    Ilalang itu hama lho, bagi petani..
    He..he..
    Mending jd pohon bambu kuat dan banyak gunanya..😉
    ..

    • radesya says:

      siapa bilang hama, gag koq, justru ilalang itu gag bisa tumbuh dengan pohon lain ata…, ilalang juga bisa jadi obat banyak penyakit🙂

      kita ambil nilai filosofis dari ilalang gt maksud aku…., jadi bambu juga boleh koq…

  3. cah ndeso says:

    selamat pagi terucap lirih namun tegas dari Cah Ndeso di Lereng Muria. Mencoba menyapa di pagi hari di tengah aktifitas rutin harian.

    Salam sukses buat Radesya😉

  4. Copet sejati says:

    Indah sekali,,,
    Ahirnya bisa membaca cerpen u lagi,biasanya cm bisa baca cerpen di http://www.cerpen.net

  5. in a moment: kadang gw pengen bisa nulis indah dan puitis kayak gini… tapi gak pernah bisa…

  6. achoey says:

    dik, kau masih seperti ilalang
    yang tangguh
    yg tegar
    kuat, cerdas dan penyabar🙂

  7. abrus says:

    Ilalang yang hilang dari kebon dibelakang rumah kakek-ku … kenapa? Habis dibakar penduduk …😦

  8. kikakirana says:

    hmm,,, semoga bisa menjadi ilalang,, seperti nasehat mama😉

    HIDUP!!! ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s