Mengorek telinga dan mengorek hidung (baca: ngupil)

Aku ini suka sekali menjaga kebersihan, jadi tiap beberapa hari sekali aku suka membersihkan telinga dan hidung (maksudku membersihkan upilnya). Telinga suka terasa gatal kalau tidak dibersihkan, tentu saja aku membersihkannya dengan menggunakan cotton bud, secara hati-hati, karena kalau tidak dengan hati-hati ntar kapas di ujung cotton bud bisa tertinggal di dalamnya.  Dulu aku pernah ujung cotton bud tertinggal di telingaku. Terpaksa pergi ke dokter untuk mengambilnya. Padahal aku cuma membersihkan yang bagian pinggirnya saja, eh  malah nyangkut. Tapi entah kenapa ya.., aku koq suka banget membersihkan kotoran telinga gitu. Mama sering  jadi korban lho…, aku paksa gitu untuk aku bersihin telinganya, padahal udah bersih…, hihihihi……

Dan perlu diperhatikan juga, mengorek telinga harus berhati-hati, karena kalau tidak hati-hati, nanti gendang telinga kita bisa tertusuk lho, selain itu bisa mengakibatkan serumen (getah telinga) terdorong ke dalam. Makanya, usahakan jangan mengorek telinga terus-menerus. Ntar getah telingan yang terdorong ke dalam bisa menumpuk dan mengakibatkan pendengaran kita bisa menurun karena tersumbat kotoran itu. Nah untuk itu bersihin telinganya jangan sampai masuk ke liang telinga terlalu dalam. Atau cukup bersihin kotoran yang terlihat saja.

Selain membersihkan telinga, aku juga suka membersihkan hidung (baca: ngupil) ^^, mungkin setiap orang pasti pernah mengupil. Bahkan ada beberapa orang yang menjadikan mengupil sebagai rutinitas harian mereka lho….., tau mengupil kan? Mengupil itu memasukkan telunjuk jari kita untuk mencari kotoran yang ada dalam hidung kita. Dan parahnya lagi, ada orang yang gag bisa menghentikan kebiasaan mengupil ini.  Kelainan ini disebut rhinotillexomania .

Mengupil memang mengasikkan, namun juga bisa berbahaya lho…, apalagi jika jari kita kotor, kan bisa membawa kuman. Dan  harus dilakukan dengan hati-hati juga, jangan memasukkan jari kita dengan keras, ntar hidung kita bisa terluka. Bukan bersih lagi, tapi sakit yang didapat.

Sebenarnya aku tidak sering mengupil, cuma kalau hidungku terasa gatal saja. Terkadang kita ini tidak sadar kalau sedang mengupil. Pernah aku lihat seorang teman yang sedang asyik mengupil, sehingga tak sadar kalau banyak pasang mata yang sedang memperhatikannya. Pas kita sadar akan merasa malu. Banyak orang penting dan terkenal yang kedapatan mengupil lho ^^. Eh jangan lupa juga, ini sangat penting, setelah mengupil, cuci tangan kita dengan bersih. Jangan habis ngupil trus comot makanan lho, hihihi…., bisa-bisa ada sisa upil di makanan kita, aih…..

Owh iya, kenapa ya tiap habis ngupil aku pasti pilek? Padahal tanganku bersih lho…, apa karena bentuk hidung aku? Adakah yang seperti aku? Aku heran saja, aneh gitu. Masak hidungku gag boleh dibersihin sih? Adakah kakak dokter yang bisa menjelaskan padaku? Mungkinkah bentuk hidung itu bisa berpengaruh ya? Kan hidung kalau tidak dibersihin juga gag enak rasanya, ntar upilnya menumpuk dunk hehehe….

(sebenarnya aku malu menulis ini) ^^

(gambar from google)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

17 Responses to Mengorek telinga dan mengorek hidung (baca: ngupil)

  1. AtA says:

    ..
    Untung ngupilnya pake’ jari telunjuk, gak pake’ jempol..:-D
    ..
    Telunjuk dan upil emang bagaikan kekasih yg selalu saling merindu..:-)
    ..

  2. Desya, buka pelayanan utk ngupil dan ngorek kuping gak?
    kalau gitu, bunda boleh ya minta tolong, jangan cuma Mama aja yg jadi ”korban”mu
    salam

  3. edratna says:

    Waduhh Desya..jadi ketahuan rahasiamu
    Hati-hati lho ngorek-ngoreknya, apalagi jika sambil melamun….

  4. Lalang Senja says:

    Saya juga tanpa sadar suka ngupil😀

  5. ikkyu_san says:

    Desya, untung tidak setiap hari memakai cotton bud untuk membersihkan telinga, Kalau suamiku soalnya setiap hari sesudah mandi. Tapi dimarahin dokter, karena sesungguhnya tidak baik juga kalau terlalu sering. kotoran yang tidak terangkat krn sedikit, akan bertumpuk semakin dalam, yang tidak terjangkau cotton buds. Akibatnya pernah dia tidak bisa dengar. Setelah pergi ke THT, dimarahin dokter, katanya tidak boleh setiap hari. Kemudian kotoran yang terdorong ke dalam itu diambil dokter dengan alat khusus.

    Niatnya memang mau bersih, tapi justru jadi penyakit. Segala sesuatu yang terlalu itu tidak bagus loh
    EM

  6. tary says:

    heheheh yang jelas setiap ngorek kuping aku jadi batuk2, ketika ngupil aku jadi bersin2 aneh….

  7. nurrahman says:

    hihi, saya pernah tuh kapas korek kuping tertinggal di telinga, mesti ke rumah sakit buat ambilnya, jadi malu, heheh

  8. Didien® says:

    beruntunglah buat orang yg jarang ngorekin kuping hehehehe…biar kotor tp ga jadi sumbatan hahahaha…. *kidding*
    saya lebih suka ngupil dari pada dongkrakin telinga..rasanya maknyusss kalo ngupil sambil nonton film tegang wakakakkk…
    Rara pakabar?

    salam, ^_^

  9. ossmed says:

    hahaha.. hati-hati, ntar ke masuk ke dalam mulut tuh..

    salam kenal nihh
    sedang blogwalking dan ketemu blog menarik ini.. ditunggu kunjungan baliknya di http://www.ossmed.com

  10. Amy says:

    hahaha.. hati-hati, ntar ke masuk ke dalam mulut tuh..

    salam kenal nihh
    sedang blogwalking dan ketemu blog menarik ini.. ditunggu kunjungan baliknya di http://www.ossmed.com

  11. zulhaq says:

    kalo aku suka ngupil. tapi pas habis mandi aja
    kalo ngorek kuping, jarang. karena pengennya ada yang bersihin hahahah

    *ngarep*

  12. Simon says:

    hihi, saya pernah tuh kapas korek kuping tertinggal di telinga, mesti ke rumah sakit buat ambilnya, jadi malu, heheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s