Ayahku Hebat

ini bukan papaku lho...

Kawan-kawan mungkin pernah mendengar atau bahkan melihat acara ini. Itu lho yang ditayangin di salah satu TV swasta, yang menceritakan kekaguman dan kebanggaan seorang anak kepada ayahnya. Aku pernah menonton acara ini, meskipun tidak sering sih, menurut aku ini tayangan yang bagus buat anak-anak. Ini bisa mendidik anak-anak agar bangga dan tidak merasa malu dengan pekerjaan orang tuanya. Aku sangat terharu melihatnya, bagaimana perjuangan seorang ayah agar bisa menghidupi keluarganya. Sungguh pengorbanan yang luar biasa. Tapi sayangnya aku tidak punya kesempatan seperti mereka, kebersamaanku dengan papa cukup singkat.

Aku jadi teringat kejadian waktu itu, saat itu aku kelas 4 SD mau naik ke kelas 5. Saat liburan kami diberi tugas menulis, temanya tentang membantu ayah. Saat itu aku bingung juga sih, kebetulan guru kami itu guru baru di sekolah. Jadi bu guru tidak tau kalau aku emang sudah tak punya ayah. Aku sempat minta dispensasi, bagaimana kalau membantu mama saja. Tapi tetap tidak boleh. Alasannya biar kita bisa dekat dengan ayah kita. Lha bagaimana aku bisa menulis seperti itu, papaku udah gag ada saat aku masih kecil. Sedih juga rasanya. Akhirnya aku mengingat-ingat saat bersama papaku. Apa saja yang aku ingat tentang papa aku tulis. Mungkin karangan aku waktu itu tidak sesuai dengan tema,  yang aku tulis bukan “membantu ayah”, tapi “mengingat papa”🙂

Dulu aku suka iri saat penerimaan rapor di sekolah. Kebanyakan teman-temanku di dampingi oleh orang tua mereka. Tapi tidak dengan aku dan kakak. Bahkan mama selalu datang terlambat ke sekolah. Hingga akhirnya aku mengenal seorang teman dari sebuah panti asuhan yang tak pernah, bahkan tidak tahu siapa orang tuanya. Ternyata aku lebih beruntung darinya. Alhamdulillah ya Allah…..

Ternyata banyak yang bernasib seperti aku, teman-teman kecilku juga banyak yang tidak memiliki orang tua. Tapi mereka bisa menjalani hidup dengan penuh semangat. Hidup akan terus berjalan walau tanpa kehadiran seorang ayah. Terkadang aku merasa heran dengan mereka, aku tak pernah mendengarkan mereka bercerita atau sekedar menanyakan ayah mereka. Apakah mereka benar-benar telah melupakan orang tuanya?

Meskipun aku tidak memiliki ayah, aku sangat bersyukur, karena masih memilki mama yang sangat baik. Mama adalah papa juga bagiku. Mungkin kalau waktu bisa berhenti sejenak, dan papa masih bisa berada di sampingku lagi. Aku akan bercerita betapa hebatnya ayahku. Betapa kerennya ayahku, mampu menakhlukkan angkasa. Bisa menerbangkan pesawat yang sangat besar. Setidaknya itu yang aku ingat tentang papa. Walaupun papa sudah pergi jauh, dia akan terus ada di hatiku. Tak akan tergantikan oleh siapapun. Meskipun kebersamaan kami sangat singkat.

Ayahku hebat, setidaknya itu juga pantas aku ucapkan untuk papaku. Bagiku papa tetap hebat selamanya. Semoga Allah selalu menjaga papa di sana, sampai kelak kita dipertemukan di surga-Nya amin…

This entry was posted in Kehidupan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

38 Responses to Ayahku Hebat

  1. rizal says:

    aku pun begitu,,
    tapi untungnya aku waktu sd gak ada tugas untuk membantu ayah..
    horeee,,,
    tapi aku tetap sabar sesabar ibu,,
    tiadanya ayah ku saat anak2nya masih kecil begitu pontang-pantingnya ibu
    dalam mengurus anak2nya yang ke 7 anaknya itu masih di bwah umur..
    jadi hingga ku pun punya berfikiran,,, ibu ku sudah susah dalam menghidupi anak2nya memberi makan memberi uang jajan,,, dan segalanya yang dia bisa… itu pun kakak merasakannya hingga ke 3 kakak ku yang belom cukup umur pun sudah bekerja keras demi adek2nya dan demi membahagiakan ibu ku,,
    jadi buat apa kita bersedih hati untuk kehilangan ayah,,, mending kita memikirkan yang masih hidup saja yaitu ibu dan kakak2ku,,,
    aku bukannya tidak bangga dengan ayah ku,, karena seingat aku aku hanya sekali melihat ayah yang sedang berjualan di pinggir laut,,
    tapi aku tetap bangga dengan ayah ku walau hanya sekali aku melihatnya dan aku pun lebih bangga dengan ibu ku….
    ingat jangan lebih mengenang yang sudah tidak ada lebih baik kita mengenang yang masih ada aja hingga kita pun bisa lebih bersyukur dan merasakan kenyataan perjuangan yang ibu..
    i love you mam..!!

    • radesya says:

      kak izal bener koq…, aku hanya ingin menulis tentang ayah saja…, tentu saja aku bangga juga sama mama, meskipun mama masih muda dan cantik, tapi tetap setia sama papa, memilih ,mengurus kami sendirian, itulah hebatnya mama, bekerja banting tulang demi kami…

      saat rindu sama papa, aku cuma bisa mengenang dan berdoa buat beliau kak…, owh iya, aku merasa papa masih ada di sini, di hatiku…, gag pergi ke mana-mana🙂

      luv you mom…, luv you dad… too

  2. rizal says:

    luv you too rara
    :))

  3. Pingback: Tweets that mention Ayahku Hebat « Radesya -- Topsy.com

  4. raraaaa… maap saya hiatusnya kelamaan.

    salam hangat buat papa di sana, ya. (kalau bisa saya berjabat tangan dengan beliau sekarang, seorang lelaki yang telah melahirkan anak sehebat rara.)

    • radesya says:

      kak Algiiiiii…., lagi sibuk ya kak?

      sayangnya gag bisa sampaiin ke papa kak, papa dah di jaga Allah di sana kak, di surgaNya…

      makasih ya kak🙂

  5. delia says:

    Mengingat papa dan mendoakannya adalah hal yang terbaik yang bisa kita lakukan..
    Dia pasti Bangga melihat mu dari sama …🙂

  6. zulhaq says:

    Papamu memang hebat, karena selain apa yang kamu sebut diatas, dia memiliki mentari kecil yang hebat. yang terus menyinari….

    Beliau pasti bangga disana ra

  7. achoey says:

    Adikku
    Kau anak yg baik dan berbakti

  8. AtA says:


    Aku juga akan menjadi ayah hebat bagi anak-anak ku..
    *tzah..!!*
    Punya istri aja belom😀
    ..

  9. julie says:

    jadi inget rico
    suatu hari dia akan bingung juga menulis tentang papa ya dek?

  10. mengingat papa dengan memperbanyak doa untuk beliau, akan menjadikan rindu di hatimu terobati Desya sayang.
    Tetaplah bangga dengan papa, walau hanya sempat mengenalnya sebentar saja.
    karena papa dan mamamu bangga sekali mempunyai anak yg sholeh,cantik dan cerdas juga penuh kasih sayang sepertimu Desya🙂
    salam

    • radesya says:

      makasih bunda cay…
      desya bangga dengan papa, akan terus mendoakan papa, selama nafas ini masih ada bunda, akan terus berdoa buat papa hingga kita nanti dipertemukan di surgaNya, amin🙂

  11. virman says:

    aku rindu pada bapakQu…kapan bapak pulang….

  12. ikkyu_san says:

    Aku yakin papamu bangga padamu desya,
    sama spt kamu bangga pada papamu

    EM

  13. Kika says:

    Papamu pasti bangga melihatmu dari sana. Sungguh bangga.

  14. edratna says:

    Terkadang guru agak kurang sensitif, seharusnya bisa digantikan dengan tokoh panutan anak, entah kakak laki-laki, paman atau yang lain.
    Syukurlah Desya bisa melewati masa itu, bahkan dapat mengambil berkahnya dari teman yang lebih tidak beruntung.

  15. depz says:

    papamu hebat
    mamamu juga tak kalah hebat

    dengan papa dan mama yg hebat, anaknya pasti pun hebat

    semangad, ajeng🙂

  16. Lalang Senja says:

    papamu memang hebat dek..

    Mbak jadi terharu

  17. kikakirana says:

    mungkin bukan hanya papa nya saja yang hebat… tapi anak”nya, istrinya juga hebat😉

    papamu pasti juga bangga punya anak seperti kalian ya🙂 kamu dan kakakmu

    HIDUP!!! ^_^

  18. yui says:

    Amin, semoga doa tulus sang anak dikabulkan…

    semua tahu siapapun Papa atau ayah atau bapak setiap orang adalah seseorang yang patutu dibanggakan oleh keluarganya,, begitu juga dengan Papamu..

  19. DM says:

    Aku tidak ingin mengomentari tentang ayah atau papa Radesya. Betapa pun barangkali cerita di atas itu betul. Tapi aku sedang ingin mengomentari tentang bu guru baru tersebut.

    Dulu, waktu SD, atau mungkin juga SMP, guru bahasa Indonesia di sekolah seringkali memberi tugas mengarang dengan tema: BERLIBUR KE RUMAH NENEK.

    Ketika dewasa, baru kusadari: betapa konyolnya guru-guru tersebut. Bayangkan! Ia memberi tema mengarang seolah semua siswa punya nenek.

    1. Bagaimana kalau neneknya sudah meninggal?
    2. Bagaimana kalau neneknya tinggal satu kota dengan dia? (maka berkunjung ke rumah nenek akan sulit dikategorikan sebagai liburan bukan?)
    3. Bagaimana kalau sang nenek justru tinggal satu rumah dengan dia?

    Betapa konyolnya bukan…😀

  20. BlogCamp says:

    Jangan lupa mendoakan papa nduk karena doa anak yang sholeh sangat bermanfaat baginya.
    Saya juga sudah nggak punya papa lho, tapi cucuku dah 3 orang he he he he

    Bisa menulis artikel humor pendek nduk ? Jika bisa buat dan daftarkan pada acara Liga Tertawa BlogCampsiana dan railhlah hadiah yang menarik dan bermanfaat.
    salam hangat dari BlogCamp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s