Membelai Pohon

Sudah beberapa hari ini aku begitu dekat dengan pohon. Aku sangat menikmati petualangan ini. Meskipun capek dan kulit jadi agak item aslinnya emang sudah item, tapi  tak menyurutkan langkahku melanjutkan perjalanan ini. Aku senang sekali bisa begitu akrab dengan pohon. Bahkan ada salah satu pohon yang sangat besar. Akarnnya sangat kuat menancap erat dalam tanah. Tanganku bahkan tak bisa memeluknya. Aku hanya bisa membelainya, merasakan nafasnya yang lirih hingga tak terdengar, tapi dia  hidup seperti kita.

Pohon berbeda dengan manusia. Sejak tumbuh hingga matinya, pohon tetap berada di tempat yang sama. Karena pohon tidak bisa lari ke mana-mana seperti aku.  Akar-akarnya berada lebih dekat dengan pusat bumi, dan daunnya yang paling atas menjulang tinggi hingga seperti menyentuh langit. Hidupnya hanya bergantung pada hujan, matahari dari musim ke musim. Dia mekar menguncup ke mana cahaya matahari itu ada.  Betapa menyenangkan berada di dekatnya, daunnya yang rindang cobalah kamu berteduh di bawahnya, dan rasakan hembusan nafasnya. Dan  aku pernah pernah ingin menjadi pohon.🙂

Pohon juga tumbuh bukan atas kehendaknya, ia tak pernah protes di mana ia tumbuh dan berkembang. Ia selalu sabar menanti hujan, menanti pagi saat matahari mulai menyinari. Pohon itu memiliki sikap yang qona’ah (menerima apa adanya). Berapapun jumlah makanan yang diberikan padanya, ia akan menerimanya dengan senang hati. Bahkan pohon juga punya rasa berbagi, memberikan tumpangan hidup pada mahkluk lain, dan rela membagikan makanannya untuk sesamanya. Pohon juga memberikan rasa nyaman padaku saat aku nangkring di salah satu dahannya atau saat aku berteduh di bawahnya kemudian membelai-belai tubuhnya. Aku tidak gila lho:mrgreen:

Setiap kali aku merasa jenuh dan bosan berada dalam ruangan, aku akan melayangkan pandanganku padanya. Beruntung sekali kampusku di tengah hutan yang banyak pohon meskipun sekarang banyak yang sudah di tebang 😦 . Hingga rasa jenuh itu hilang dari pikiranku. Atau saat aku sedang bt, aku akan memikirkan pepohonan, mengingat bagaimana mereka tumbuh, bagaimana mereka berkembang. Pohon yang memiliki banyak dahan tapi hanya memiliki sedikit akar maka ia tidak akan kuat menahan hembasan badai yang menerjangnya. Tapi pohon yang yang memiliki banyak akar dan sedikit dahan, ia akan kelebihan makanan, meskipun tak akan tumbang saat badai menerjang. Jadi semua harus tumbuh dengan seimbang. Pohon harus memiliki banyak akar dan dahan, sehingga bisa menghasilkan banyak daun dan buah. Intinya semuanya harus seimbang, hingga dapat memberikan kerindangan dan perlindungan.

Jadi sekarang kau tau kenapa aku suka sekali dengan pepohonan, sesuai dengan motto hidupku “ ingin jadi mentari berharap bisa menerangi dan ingin jadi pohon berharap bisa merindangi”. 🙂 Kawan…., tak ada salahnya kita belajar hidup darinya, tak ada salahnya kita memulainya dari sekarang. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua ya…😉

This entry was posted in Kehidupan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

57 Responses to Membelai Pohon

  1. arif pribadi says:

    sip, semoga bisa jadi ” pohon ” yg bermanfaat….
    kemaren di hutan mana dek?

  2. JoJo says:

    Eh rara…pernah ada jg lho pohon yg berpindah t4, oleh mukjizat Nabi.

  3. depz says:

    nice post

    seperti biasanya🙂

  4. Setuju Desya, memang pohon sangat berguna bagi sekelilingnya, termasuk kita juga, pohon selain sebagai paru2 bumi, juga buah , batang dan akarnya banyak manfaatnya juga.
    Semoga kita bisa menjadi manusia yg bermanfaat utk orang lain, seperti yg dikatakan oleh Rasulullah saw :” sebaik2 manusia , adalah yg bermanfaat utk sesama”
    salam

  5. JoJo says:

    Oya, dikampungku jg ada pohon yg gede bgt, pohon beringin jenisny (mgkn batangny 3meter lebih diameterny, kalo ranting/daun mgkn diameter 25 m lbh) dan brumur sangat tua. Tp sayangny dijadikan keramat untuk muja setan.
    Dan blm lama (tahun kmrin) ditebang krn sudah tua, hampir mati, batang2ny pada rapuh.
    Klo ga salah dijual 30 jtan tapi dgn ongkos tebang belasan-20 jt.
    Mantabz ga

    • radesya says:

      itu namanya musrik jo, dan termasuk dosa besar, Allah sangat membenci itu, untung saja udah ditebang…

      pohon jadi yang sangat besar harganya bisa ratusan juta lho Jo..

  6. mahendra says:

    untuk itu, mari kita tanam sejuta pohon untuk cegah pemanasan global…!

  7. karzanik says:

    mari kita lestarikan pohon….

  8. AtA says:

    ..
    aku pengen jadi bulan aja deh, yang minjem sinar dari mentari..
    dan menjadi tanah yang menyuburkan buat pohon..🙂
    ..

  9. delia says:

    Tidak ada yang diciptakanNya dibumi ini yang sia2..🙂
    termasuk pohon…
    semoga kita bisa lebih baik..

    analogi yang bagus ^_^

  10. darahbiroe says:

    tuch pohon gede banget
    photo pake apa nuy
    gambarna juga gede banget😀

  11. RenXe says:

    hmm…ada satu pohon yang sangat kukagumi…yaitu kaktus
    bagaimana dia bisa bertahan ditengah medan yang terik dengan tanah yang tandus…
    mungkin dia sering puasa ya…buat mengirit bahan makanan yang ada…^^

  12. TamaGO says:

    pengen hidup bagai tree of life yg memberi dan menjaga, tapi nggak pasrah dan diem aja kalo digangguin. Pohon yg bebas aktif gitu😀

  13. Prasetyo M. says:

    Inspirasi yang bagus, semakin tinggi pohon maka semakin berat angin yang menerjang, badai.. hujan.., semakin bertambah umur kita.. semakin besar tanggung jawab kita, untuk itu kita harus punya akar seperti pohon beringin hehe.. artinya harus punya pegangan hidup yaitu agama ^^

    nice posting ra..

    o iya blog saya selain yang di http://biasajadah.wordpress.com/
    juga di http://prasetyomuchlas.wordpress.com/

  14. ahsanfile says:

    btw itu pohon beringin yaa ?
    besar banget pohonnya !

    kalo menurutku pohon yang menakjubkan itu pohon benalu. Dibenci orang tapi dapat hidup dimanapun

    • sofie says:

      emang benalu itu pohon, san??

      • ahsanfile says:

        Halah… ini orang nyampe juga ke sini yaa …

        benalu atau kemaduan itu yang sejenis pepohonan lah.. walau gak punya kayu yang besar tapi kan memenuhi syarat sebagai tumbuhan…

        iya gak
        (sambil nodong)

      • radesya says:

        kalau benalu itu sebutannya bukan pohon kak, tapi tanaman atau tumbuhan. Kata pohon itu biasanya dipakai untuk ukuran yang besar gitu ^^, coba ntar nanya ma bu guru b.Indo deh ^^, aku juga gag ngerti sebenarnya😀

      • sofie says:

        buguru biologi lah de… bukan b indo… benalu emang batangnya kayu .. tapi dia bukan pohon keknya ( aq kan lulusan bio juga…😛 )

  15. julianusginting says:

    mmhh…menjadi pohon?tp sayang pohon hanya bisa tumbuh keatas sedangkan secara horizontal, dia terbatas, karena ada lg pohon disebelahnya…nah skr maasih mau jd pohon??🙂

  16. krupukcair says:

    tulisan yang bagus…..makasih dah berbagi ilmu

  17. Codet says:

    Pohon juga setia dan tabah: menancapkan akarnya pada satu tempat, lalu tumbuh semampu ia bisa.🙂
    Salam.

  18. red says:

    gue juga sangat menyenangi pohon. ada jambu, mangga, apel di rumah gue😀

  19. arRa says:

    Nice posting neng🙂
    salam..

  20. fitrimelinda says:

    salam kenal..

    suka ama motto hidupnya..🙂

  21. Usup Supriyadi says:

    Allah menciptakan alam raya ini hingga ikan-ikan diperduannya, semut-semut di sarang-sarangnya, hingga pepohonan…yang kelak disurga pun kita temui pepohonan yang amat merindangi mereka yang bernaung di bawahnya. banyak pelajaran yang bisa di ambil, dan mungkin tak akan cukup kata. semoga langkah desya menelisik sang pohon menuai berkah…

    mari kita syukuri dengan tidak menebanginya dengan penuh nafsu belaka.

  22. novi says:

    beeuuuhh, aq sekarang malah merindukan pohon… hiikkzzz… tak hanya membelainya, pingin rasanya memeluk pohon, dan menggelar tikar di bawahnya sambil menikmati sepoi angin di siang hari… kapan yaa..??

  23. edratna says:

    Kalau jenuh..memang nyaman melihat pepohonan, apalagi di UI banyak pohon rindang.

  24. HASTu W says:

    aq ingin jadi sinar mentarinya aja ah…biar bisa ketemu mentari n pohon2nya😀

  25. RenXe says:

    lho kan emang aku bilang, kaktus bisa bertahan di tempat yang tandus n gersang…itu yg membuatku kagum…
    hehehe…
    trus pohon kelapa…tau gak hebatnya? dia hidup di pinggir laut yg notabene airnya asin, tapi bisa menghasilkan air kelapa yang manis…😀

  26. gila …mesra bgt ma pohon?

  27. nisa says:

    siip.. smg qt menjadi insan yg senantiasa bermanfaat. amiin.. aku rindu hutan, ra..

  28. Afdhal says:

    haiii dekkk
    apakah tim dukungan kita sama di piala dunia kali ini?🙂

  29. hanhan says:

    Aku juga senang menjadi pohon, dengan keindahannya yang tetap setia menopang paru-paru di bumi ini….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s