Mati tanpa rasa sakit

Satu persatu temanku pergi, nadinya telah tandas… tinggal seonggok daging tak berarti. Aku takut…. sangat takut…, kini entah besok atau kapan giliranku pasti tiba juga… aku sadar setiap manusia pada akhirnya akan menghuni rumah abadi.  Tapi rasanya jadi lain kalau seseorang telah memprediksi berapa lama lagi sisa usia kita. Meski hasil akhirnya hanya Allah yang tahu. Coz semua itu sudah menjadi rahasia-Nya. Bahkan orang yang tak sakit pun bisa  meninggal kapan saja.

Tapi aku sungguh takut…. entahlah, melihat mereka pergi aku jadi ngebayangin… mungkin rohnya akan kembali ke alam roh, trus jiwanya akan menanti di alam penantian hingga tiba saatnya akan dimintai pertanggungjawaban atas segalan amal perbuatannya di dunia. Sementara jasadnya tinggal seonggak daging, yang akan dikubur, tak peduli dia tampan,bertubuh atletis, tak peduli cantik, aduhai, sempurna, tak peduli jelek, hitam, keriting pula, tak peduli kaya dan miskin, mereka tetap akan dikubur dan beberapa saat kemudian akan hancur menuju kehancuran yang sama.

Ya Allah… mudahkan hamba dalam menghadapi kematian, mudahkan hamba menghadapi sakaratul maut… mudahkanlah tanpa rasa sakit ya Allah… amin

This entry was posted in diary and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s